Hot!

Kunci-kunci Mentadabburi Al-Qur’an





Sameeh.net - Tadabbur Al-Qur’an adalah suatu anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Tentu tidak semua orang mampu mendapatkan kenikmatan ini, sebab tadabbur memerlukan kunci. Oleh karenanya, berikut akan kami paparkan kunci-kunci untuk mentadabburi Al-Qur’an:

Pertama, Mencintai Al-Qur’an

Banyak nash yang menunjukkan bahwa hati adalah alat untuk memahami dan berpikir. Namun disini hanya akan disebutkan beberapa ayat saja yang menunjukkan hal ini secara tegas. 

firman Allah Ta'ala: 

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS. Al-Kahfi: 57)

Allah Ta'ala juga berfirman:

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46)

Maksud dari penyebutan ayat di atas adalah bahwa hati merupakan alat untuk memahami, memikirkan dan mengetahui. Salah satunya adalah memahami dan memikirkan Al-Qur’an. Perlu kita ketahui, bahwa hati kita berada dalam genggaman Allah semata yang tiada sekutu baginya. Dia membuka hati itu dan menutupnya kapan saja jika Dia berkehendak.

Dengan demikian,tadabbur Al-Qur’an tidak dapat dicapai dengan sebuah cara atau metode, tetapi dengan pembukaan (ketersingkapan) itu dari Allah semata. Bila kita bisa mentadabburi Al-Qur’an itu berarti sebuah kenikmatan yang agung dari Allah Ta’ala. Kita harus bersyukur karenanya. Maka, kapan saja Allah membukakan pemahaman Al-Qur’an dan membuka makna-maknanya untuk kita, berarti kitamesti bersyukur dan berharap agar mendapatkan tambahan. Mari kita sandarkan nikmat tersebut hanya kepada-Nya saja.

Kedua, Selalu Mengingat Tujuan Membaca Al-Qur’an

Jika kita bertanya kepada mayoritas orang, mengapa anda membaca Al-Qur’an? Ia akan menjawab karena membaca Al-Qur’an adalah amal yang paling utama, satu huruf dihitung sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali. Ia membatasi dirinya pada tujuan mencari pahala saja. Adapun tujuan lainnya, ia lalai darinya.

Dalam buku ‘Mafaatih Tadabbur Al-Qur’anwa Najah fi Al-Hayah’ karya Dr. Khalid Abdul Krim Al-Lahim disebutkan bahwa tujuan membaca Al-Qur’an terkumpul dalam sebuah ungkapan tsumma sya’a:

·         Huruf tsa adalah tsawab(pahala/ ganjaran)
·         Huruf mim adalah munajat (memohon) dan mas’alah (meminta)
·         Huruf syin adalah syifa(obat)
·         Huruf ‘ain adalah ‘ilmu (pengetahuan)
·         Huruf ‘ain adalah ‘amal (praktek)

Maka, jika seseorang muslim membaca Al-Qur’an dengan menghadirkan 5 tujuan tersebut sekaligus, ia akan mendapatkan manfaat dan pahala yang lebih besar. Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap amal itu tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang membaca karena menginginkan ilmu, maka Allah akan mengaruniakan ilmu kepadanya. Orang yang membaca Al-Qur’ankarena menginginkan pahala saja , maka Allah akan memberikan pahala kepadanya. Ibnu Taimiyyah berkata, “Orang yang mentadabburi Al-Qur’an karena ingin mendapatkan petunjuk, maka akan diperlihatkan jalan kepadanya.”

Ketiga, Membaca Al-Qur’an Dalam Shalat

Kunci ketiga ini merupakan kunci tadabbur Al-Qur’an yang paling penting dan paling agung kedudukannya. Hal ini disebabkan karena perpaduan Al-Qur’am dengan shalat itu dapat diserupakan dengan perpaduan oksigen dan hydrogen, di mana dari penggabungan keduanya menghasilkan air yang dengannya badan menjadi hidup. Demikian juga dengan perpaduan Al-Qur’an dengan shalat akan mengahsilkan air kehidupan bagi hati, menyehatkan dan menguatkannya.

Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam sendiri jika dibuat gelisah oleh suatu urusan, maka beliau segera shalat. Beliau memperpanjang bacaan Al-Qur’an dalam shalat itu. Ini merupakan bukti bahwa perpaduan antara Al-Qur’an dan shalat merupakan sarana mengadu kepada Allah Ta’ala agar menyingkirkan bahaya dan mendapatkan kebaikan. Singkatnya, ini adalah inti dari kesuksesan dalam hidup di dunia dan akhirat.

Keempat, MembacaAl-Qur’an di Waktu Malam

Malam hari, terutama pada waktu menjelang shubuh atau sahur, merupakan waktu terbaik untuk berfikir. Ingatan dalam tingkat yang paling baik karena suasana yang tenang dan senyap. Selain itu juga karena berkahnya waktu, di mana saat itu merupakan waktu turunnya Allah ke langit bumi. Jadi persoalan apapun yang kita patrikan dalam ingatan, di mana persoalan itu telah kita hafal pada siang harinya, maka ulangilah hafalan tersebut pada waktu ini.

Di antara dalil yang menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an pada malam hari merupakan salah satu kunci tasdabbur Al-Qur’an adalah: 

“Dan pada sebagian malam hari beribadah tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Juga firman-Nya: 

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzammil: 6)

Ibnu Abbas berkata, “Waktu tersebut lebih tepat untuk memahami Al-Qur’an.”

Pengaruh membaca Al-Qur’an bagi hati itu seperti menyiram tanaman. Menyiram tanaman itu tidak boleh dilakukan pada saat terik matahari karena pengaruhnya lemah, terlebih bila airnya hanya sedikit maka akan mudah menguap. Demikian juga halnya dengan membaca Al-Qur’an, bila hanya dibaca sedikit dan dilakukan pada siang hari, pada waktu gaduh dan banyak kesibukan, maka makna-maknanya yang masuk ke hati akan menguap dan tidak membekas sama sekali.

Sementara membaca Al-Qur’an pada waktu malam itu berada dalam suasana yang jernih dan tenang karena tidak ada suara yang mengganggu telinga, tidak ada gambar-gambar yang menyilaukan mata, sehingga dapat menghasilkan konsentrasi penuh. Dan ini akanmengakibatkan sampainya makna-makna Al-Qur’an ke dalam hati. Dan akhirnya akan menghasilkan kekuatan tadabbur dan hafalan mengenai lafazh dan makna Al-Qur’an.

Demikianlah sebagian kunci-kunci dalam mentadabburi Al-Qur’an. Jika seseorang menerapkan kunci-kunci di atas, maka dengan izin Allah ia akan melihat cahaya Al-Qur’an dengan hatinya yang dipuji oleh Allah dalam firman-Nya: 

“Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam: 58) 

Kita berharap agar Allah Yang Maha Pemberi Nikmat dan Pengabul Doa menjadikan kita semua sebagai bagian dari mereka.Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin

(Diringkas dari kitab ‘Mafaatih Tadabbur Al-Qur’an wa Najah fi Al-Hayah’ karya Dr. Khalid Abdul Karim Al-Lahim)