Hot!

Berbuat Baik Itu Mudah, Tertarik?



Sameeh.net - Berbuat baik itu tidak harus dengan sesuatu yang besar, hal kecil pun bisa kita lakukan. Simak 15 hal baik yang mungkin jarang kita sadari, padahal sebenarnya membarikan dampak yang begitu luar biasa.

1. Hargai barang jualan orang-orang tua yang kecil kemungkinan untuk laku banyak. Semisal sapu lidi, batu cobek, atau apa saja yang kecil tapi bermanfaat, dengan membeli meski kau belum membutuhkan.

2. Belilah makanan pedagang asongan di lampu merah, lalu bagikan lagi pada yang layak menerima di lampu merah berikutnya. Dengan hanya sekali mengeluarkan uang, kau mendapat dua keutamaan. Lakukan berulang sesuai kemampuan.

3. Tawarlah barang dagangan sewajarnya. Jika pedagang melepas dengan mimik atau gestur yang berat, boleh jadi tak ada berkah yang kau dapatkan.

4. Untuk aki-aki atau mbok-mbok pedagang kecil sebaiknya jangan menawar. Percayalah mereka tak sedang mencari untung banyak, selain hanya untuk menyambung hidup. Setidaknya mereka sudah berusaha untuk tidak menjadi pengemis.

5. Buatlah penolakan yang sopan dibarengi senyuman pada sales yang datang ke rumah. Tak ada salahnya memberi kesempatan dulu ia berbicara. Jika sudah ditolak tapi ia ngotot, atur emosi dengan tidak berkata kasar atau memasang wajah jutek, karena ngotot itu hanyalah doktrin dari supervisor. Bayangkan andai seharian tak ada target yang ia dapatkan, betapa berat beban hidupnya. Jangan kau tambah lukai lagi dengan sikapmu.

6. Berpura-puralah tanya alamat pada orang-orang tua pemulung yang kau temui di jalanan, sebelum memberinya uang. Luangkan waktu semenit dua menit membuat sedikit rumit. Buat kesan ada timbal balik jasa, hingga mereka juga tak merasa dimanja dengan pemberian cuma-cuma

7. Jika kau di kantor pelayanan atau birokrasi, mudahkan urusan orang. Sebab sebagian dari kita kadang ada kecenderungan jumawa saat merasa dibutuhkan. Jika tak bisa membantu, sebaiknya jangan memperumit. Jika kau tenaga kesehatan beri perlakuan yang sama untuk pasien BPJS. Jika kau dosen beri keringanan mahasiswa. Ingatlah bahwa dunia ini kadang terbalik. Banyak kejadian dosen yang lanjut pendidikan dan menemukan mantan mahasiswanya menjadi dosennya.

8. Istimewakan tetanggamu. Pagarnya yang tinggi bukan penghalang silaturahmi. Bagilah makanan buatanmu atau buatan istrimu sebagai sarana atau alasan menunjungi. Jika sungkan banyak berbicara, cukup dengan senyuman atau beri klakson duluan jika berpapasan. Ingat bahwa tetangga adalah orang pertama yang kita butuhkan jika berada dalam keadaan darurat.

9. Kumpulkan sendal jepit bekas, sandal hotel, atau yang masih layak pakai yang ada di rumahmu. Simpan di depan pintu masjid untuk dipakai orang-orang berwudhu. Cukup yang bekas saja, jangan yang baru. Sebab orang jahat ada di mana-mana, dan biasanya tak peduli situasi dan tempat.

10. Ambil mukenah mushollah atau di masjid secara bertahap. Cuci di rumahmu, beri pewangi, atau sekalian bawa ke laundry, lalu kembalikan ke tempat semula.

11. Alqur' an mushaf kecil ada yang seharga 15 ribu rupiah. Anggaran sekali nontonmu atau makan-makanmu mungkin bisa dapat 4 atau 5 mushaf.  Belilah sekali waktu dan simpan di masjid-masjid atau mushollah. Yakinlah, alqur'an yang memenuhi sudut-sudut ruangan akan perlahan menggeser posisi gadget di waktu senggang di dalam masjid atau mushollah.

12. Belilah minyak wangi beberapa botol kecil, lalu simpan di tempat-tempat strategis di dalam masjid saat sholat jum' at. Jangan lupa print kertas bertuliskan "gratis dipakai".

13. Jika seorang teman dekatmu butuh pinjaman uang 100 ribu, dan kau juga cuma punya 100 ribu yang berat dilepaskan, beri saja 50 ribu tak perlu diganti. Jika ia mau meminjam 50 ribu, beri saja 20 ribu tak usah diganti. Uang kadang jadi perusak silaturahmi. Dengan mengikhlaskan separuh milikmu, kau sudah melepas bebanmu dan juga bebannya.

14. "Wah, kamu kurusan.."  Itu basa-basi singkat yang tak berarti, tapi sebenarnya kau sudah memberi perasaan yang sangat nyaman pada seorang temanmu yang kau tau sedang berusaha diet.

15. "Nggak ngerti", "gak lucu", "kepanjangan", "malas baca", itu juga basa-basi singkat yang mungkin kau anggap tak berarti. Tapi tanpa kau sadari itu bisa menyakiti atau setidaknya merusak mood jika kau tulis di komentar postingan orang yang sudah susah payah membuatnya. Demikian pula dengan nasehat yang tidak pada tempatnya, atau dakwah yang memaksakan kehendak. Lebih bijaklah lagi dalam bersosmed. Semua ada adabnya. Ini memang dunia maya, tapi pahamilah bahwa ada orang-orang nyata yang masih punya hati di baliknya.

See? ada banyak kebaikan-kebaikan tidak mainstream yang bisa kau ciptakan ataupun kau adaptasi.