Hot!

Seruan Terbuka Untuk Mahasiswa Indonesia


Sameeh.net - Penistaan Al Maidah 51 oleh Ahok menjadi awal pemicu tindakan umat Islam untuk berdemonstrasi. Namun pemerintah merespon buruk tindakan ini. Yakni Jokowi Absen dan tidak menerima perwakilan massa atas dalih pergi keluar kota. Ini jelas mengabaikan aspirasi masyarakat muslim dan bentuk ketulian Istana.

Hal tersebut menjadikan massa emosi sehingga potensi terjadi Chaos tak tertangguhkan lagi. Lalu berlanjut pada tindakan represif aparat terhadap demonstran umat Islam.

Ini menandakan pemerintah gagal dalam melindungi cita cita demokrasi. Efeknya terjadi kericuhan di tempat lain, seperti Luar batang dan Pluit. Hal ini menjadikan massa semakin liar, inilah awal dari “Duka Cita Demokrasi”.

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, menginstruksikan seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, Pengurus Komisariat se-Indonesia untuk:

1. Pada Sabtu/Minggu, 5-6 November *Turun di depan Kampus masing-masing*, dengan mengusung tema Aksi “Duka Cita Demokrasi”

2. Ditekankan untuk melakukan konferensi pers dan kunjungan media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat umum dan kampus tentang hak demokrasi umat muslim yang diciderai oleh represi aparat setelah melaksanakan Aksi Damai.

3. Turut aktif dalam mendorong proses hukum penistaan agama oleh Ahok melalui gerakan sosial media secara viral, personal, dan bertanggung jawab serta terintegrasi oleh sistem sosial media Pusat,

Demikian Intruksi ini kami buat untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

_Apabila usul ditolak tanpa ditimbang_
 
_Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan_ 
_Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
, Maka hanya ada satu kata: lawan!_ (Wiji Thukul)

*```Jakarta, 5 November 2016```*
*```Ketua Umum PP KAMMI```*

*```Kartika Nur Rakhman```*