Hot!

Konferensi Pers GNPF-MUI Terkait Aksi Damai 411


Sameeh.net - *Ustadz Bachtiar Nasir*
Kami melawan dgn tidak melawan. Beliau menyampaikan kronologis aksi dari pagi sampai malam hari.

*Habib Rizieq*

Media menulis Aksi Damai Ternodai Anarkis, padahal sebenarnya yang terjadi adalah Aksi Damai yang diperlakukan anarkis oleh kepolisian. Ketika terjadi kericuhan, semua massa kami minta jangan lari, tetap di tempat, tawakkal kepada Allah. Kalau bukan karena pertolongan Allah, semua sudah kacau berantakan. Seandainya mobil komando masuk ke istana, habis lah semua, tapi GNPF-MUI punya komitmen damai, menarik diri ke patung kuda, rapat dan memutuskan bertemu di gedung DPR MPR, disana semua berlangsung tertib karena pimpinan MPR bersikap kooperatif. Semua diterima dengan baik, sehingga massa pun pulang dengan baik. Kalau MPR bisa berlaku seperti itu, mengapa istana tidak bisa? Mengapa hanya untuk membubarkan massa harus menggunakan gas air mata dan peluru karet?  Bahkan ada motor polisi yang masuk menerobos kerumunan massa, ini untuk apa?.

Penyusup ada di dua pihak, massa aksi dan aparat yg tidak mematuhi komando Kapolri dan Panglima TNI. Patut diduga ada Komando lain, dan harus dicari siapa yang memberi Komando karena ini adalah komando pembantaian. Kenapa pembantaian?  Karena rakyat yang berkumpul di satu tempat itu sudah kesusahan dapat oksigen, mereka tidak bisa lari dan ditembaki gas airmata. Ini adalah kejahatan kemanusiaan dan akan kami bawa ke komnas ham internasional. 

Penyebab chaos adalah presiden, dia bertanggung jawab atas kematian warganya sendiri. Kalaupun dia ada agenda hari itu, maka agenda menemui jutaan rakyatnya yang meminta penista agama dihukum, adalah agenda yang paling penting.

Kami juga minta Wakapolri diusut, dia mengancam utusan massa, dengan ucapan awas ya kalau tidak bubar jam 6. Dengan ancaman ini, berarti ada atau tidak ada chaos, dia sudah mengancam akan berbuat tidak baik kepada massa umat Islam. Apa ini ada hubungannya dengan 'komando lain'? Orang ini harus diperiksa. Wakapolri juga berlaku tidak sopan pada Ulama, menjemput dengan mobil tapi setelah pulang disuruh jalan kaki, untung ada menteri yang meminta mereka diantar. Sekali lagi, dia harus dipanggil juga. 

Seluruh pengurus GNPF-MUI bukan hanya siap bicara tapi juga siap meninggal dunia. 

*Koordinator medis*

Personil lebih dari 100 orang dan 30-an ambulance, homebase nya RS Budi Kemuliaan. Tim medis juga dibantu dari Mer-C.

Jumlah korban ;

Di RS Budi Mulia lebih dari 130 kena gas air mata. 

Di RS lain sekitar 40 an.

1 yang dioperasi di RS karena patah tulang. 

1 orang meninggal dunia karena gas airmata. 

1 orang ditabrak lari dan sampai saat ini masih ada di RS Pertamina dalam kondisi tidak sadar. 

1 orang dari Jakarta Timur meninggal dunia karena tidak tahan berdesakan, pulang ke rumah, jatuh karena tidak kuat dan meninggal dunia. 

*Utusan yang baru saja datang takziyah (bicara sambil menangis)*

Korban yang meninggal lahir tahun 1951. Istri almarhum menceritakan, dia dan anaknya sudah menahan suami utk tidak berangkat karena sudah sepuh. Almarhum malah menjawab 'jangan halangi saya dari membela agama Allah' 'saya ingin mati syahid'. Almarhum memiliki istri dan 7 orang anak. Almarhum meninggal dunia bukan karena asma dan tidak punya penyakit asma, beliau kena gas airmata dan meninggal dalam perjalanan ke RS.

*Munarman (Korlap Aksi)*

Umat Islam lagi berdoa dan ditembaki polisi, semua tidak ada yang melawan, jika saja saya mengomando massa untuk menduduki istana, jebol lah pada malam itu. Kami tidak melawan karena tidak ingin diprovokasi. Kami mampu menahan massa agar bubar dan mereka taat. Tapi Kapolri tidak mampu mengendalikan bawahannya untuk tidak berbuat anarkis kepada rakyat. 

Tadi malam, Menteri Agama Lukman Hakim ikut longmarch menuju senayan. Ini menunjukkan apa yang dilakukan umat tadi malam tidak aksi jalanan yang liar.

Seruan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk terus melakukan aksi protes atas kejadian 4 Nopember. 

Nomer saya dan Habib Rizieq dikloning pihak tidak bertanggung jawab dan banyak sms yg tidak pernah saya tulis, beredar, isinya tentang aksi yang tidak jadi, sampai hujatan kepada penganut agama lain. Dengan ini saya nyatakan jika ada sms atas nomer saya yang berisi aneh-aneh, saya tidak pernah menulisnya. 

Dana yang diterima tim aksi massa berjumlah 3.5 Milyar, dalam satu hari pertama menerima hampir 1 Milyar. Dana sumbangan umat bervariasi dari 50 ribu rupiah sampai seterusnya dan berasal dari berbagai kalangan umat Islam, bahkan ada yang memberi donasi 10 ribu rupiah. Bukan dari partai politik atau dibiayai asing.

Ada sesi tanya jawab, kemudian pernyataan dari Direktur RS Budi Kemuliaan. Konpers ditutup dengan doa dan ajakan dri pengurus GNPF-MUI kepada hadirin termasuk pers utk takziyah ke rumah duka.