Hot!

Awas, Bahaya Ustadz 'Abal-abal'


Oleh: Maheer At-Thuwailibi

Sameeh.net - Pesan singkat saya kali ini saya suarakan untuk seluruh kaum muslimin dimanapun anda berada. Juga sebagai NASEHAT buat DIRI saya sendiri dan teman-teman Da'i lainnya yang tentu tidak luput dari Salah dan Dosa.

Sudah menjadi sunnatullah, dimana ada al-haq, pasti disitu ada al-bathil. Dimana ada Tauhid, disitu ada syirik. dimana ada orang amanah, disitu pula ada para pengkhianat. . Dimana ada da'i yang menyeru ke pintu SURGA, disitu pasti ada da'i yang menyeru ke pintu NERAKA. Ini sunnatullah yang sudah pasti berlaku. Hanya saja, ummat akan tertipu. Yang baik mereka anggap pengkhianat, sedangkan yang pengkhianat mereka anggap baik. Inilah SYUBHAT yang senantiasa di hembuskan oleh Iblis ke dalam hati-hati manusia ...

Kenapa ?

Ya, karena mereka adalah PENIPU. Menipu ummat dan menipu diri mereka sendiri.  Agama adalah "barang dagangan" yang mereka perjual belikan. Untuk apa ? CARI DUIT dan KETENARAN ! wal-'iyaadzubillah..

Ya, Ustad juga manusia, butuh makan dan butuh kehidupan. tetapi, AGAMA bukanlah barang dagangan yang bisa diperjualbelikan, demi meraih keuntungan dan kenikmatan.

Da'i dan para juru dakwah juga hamba Tuhan, meremehkan kebutuhan atau tidak mencukupi kehidupan mereka merupakan tanda KURANGNYA IMAN. tetapi da'i yang menjadikan DAKWAH sebagai ajang mencari penghasilan, itu juga merupakan KEHINAAN.

DAKWAH adalah tugas mulia yang di emban para Nabi, dan ia menjadi KEBUTUHAN setiap para Da'i...

Da'i sejati itu bukanlah yang membesarkan dirinya dengan DAKWAH, tapi membesarkan dakwah dengan dirinya. Ciri da'i sejati ialah, MENCARI RIDHO ALLAH meski orang tidak ridho. Mencari Cinta Allah meski orang tidak suka.

Dan diantara ciri utama seorang DA'I sejati ialah, bukan sibuk memperbaiki dirinya dihadapan MANUSIA. tapi ia selalu memperbaiki dirinya dihadapan SANG PENCIPTA.

LALU, apa ciri-ciri USTAD ABAL-ABAL itu??

Pertama: Ia berdakwah bukan dengan ILMU, tapi hawa nafsu. Yang penting orang suka, senang, lucu, Libas terus.! Adapun salah, keliru, atau bahkan menyimpang dari Syari'at, itu urusan belakangan. Yang penting, orang suka !

Kedua: Ia berdakwah bukan menyampaikan KEBENARAN, tapi menyampaikan apa yang menjadi "kesukaan" masyarakat. Bukan menyampaikan maunya SYARI'AT, tapi menyampaikan yang menjadi maunya MASYARAKAT.

Ketiga: Iman dan Tauhid, dikesampingkan, yang penting DUIT.

Ketiga: Melawak, melucu, meskipun itu DUSTA; tidak masalah, yang penting orang suka. Bercerita, berdongeng, berkisah tanpa DALIL, tanpa ilmu dan Hujjah yang ILMIAH sudah menjadi budayanya. Kalau pun terpaksa pakek dalil, itu hanya formalitas. Bila ummat terjatuh pada kesalahan baik dalam ibadah atau kehidupan beragama, misalnya prilaku syirik, mungkar, haram, riba, maksiat atau yang lainnya, ia tidak peduli, amar ma'ruf nahi mungkar pun dikesampingkan. Yang penting, AMPLOP !

Ketiga: Popularitas menjadi ambisinya. Dikenal orang banyak dan mencari pengikut sebanyak-banyaknya. Untuk apa ? cari DUIT !!

Orang salah, biarin. Kenapa? Karena kalau mengingkari kemungkaran ummat atau mengkritik kekeliruan, maka akan menanggung resiko. Contohnya, di benci orang, dijauhi ummat, tidak di undang ceramah lagi, ujung-ujungnya JOB cari duit jadi berkurang !

Keempat: Dia lalai dari ILMU dan Ahli Ilmu. Apa yang sudah ada padanya seolah merasa cukup dan tidak merasa haus terhadap Ilmu.

CIRI menonjol dari ustad "ABAL-ABAL" ini disamping SUKA KETENARAN adalah, jika ia di kritik dan diluruskan kesalahannya, ia akan balik menuding orang lain sebagai "Wahabi". Tidak ada hujjah ilmiah yang ia ketengahkan kecuali DOKTRIN basi, "awas wahabi!"

Padahal, yang namanya NASEHAT dan SYARIAT Amar Makruf Nahi Mungkar itu adalah mutlak Ajaran Nabi, bukan ajaran "Wahabi". Tidak ada kaitannya dengan komunitas tertentu yang bernama "Wahabi". "Wahabi" belum lahir dimasa Nabi. Sehingga, kesalahan prilaku atau idologi dalam kehidupan tidak ada sangkut pautnya dengan "Wahabi".

Menuding orang lain dengan tuduhan "Wahabi" tatkala di kritik, adalah ciri orang TIDAK CERDAS.

DISALAHKAN itu memang sangat tidak enak. tapi MENGAKU BERSALAH adalah tanda kebesaran jiwa. manusia bodoh TIDAK MAU TERLIHAT SALAH, tetapi manusia cerdas itu TIDAK TAKUT BERSALAH; namun cepat bergerak memperbaiki kesalahan. bukan malah merasa "di hinakan".

Semua manusia PASTI BERSALAH, maka anda, saya, dan kita semua dipersoalkan bukan KARENA BERSALAH, tapi ada apa SEBELUM bersalah dan bagaimana setelah bersalah? Itu intinya.

MAKA, waspadalah terhadap DA'I abal-abal di akhir zaman. Sebagaimana yang Sabdakan oleh Rasulullah 'alaihi shalawatu wa salam.. mereka menjadikan DAKWAH sebagai ajang mencari harta dan meraih popularitas. Sehingga menyeru manusia ke pintu-pintu Jahannam. Wal-'Iyaadzu billah..

Semoga kita semua dijauhkan dari segala keburukan dan fitnah di akhir zaman.. aamiin.

nas'alullah al-'aafiyyah..