Hot!

Ibnu Taimiyah, Ulama Yang Paling Keras Menentang Pemerintah


Oleh: Maheer At-Thuwailibi

Sameeh.net - Siapa yang tidak kenal Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Seorang ulama kharismatik yang belum ada duanya di masa kini.

Fakta tentang sejarah hidup Ibnu Taimiyyah Rahimahullah bermacam-macam. Antara lain:

* Beliau ulama besar yang mumpuni di bidang fiqih, hadits, tafsir, akidah, dan lainnya.

* Beliau ulama, sekaligus Mujahid.

* Beliau penyusun kitab Majmu' Fatawa, Iqtidha Shirath Al-Mustaqim, Minhajus Sunnah Nabawiyah, Aqidah Al-Wasitiyah, Siyasah Asy-Syar'iyah, dll.

* Beliau hidup di zaman keganasan Tatar/Mongol.

* Beliau belum sempat menikah sampai wafatnya.

TAPI, ada satu fakta BESAR tentang perjuangan beliau yang jarang dikaji dengan serius. Atau mungkin ingin dilupakan saja.

Fakta apa itu?

FAKTA bahwa pendapat-pendapat beliau sering BERTENTANGAN dengan paham ULIL AMRI alias PEMERINTAH; sehingga beliau berulang kali keluar masuk penjara Ulil Amri. Bahkan beliau WAFAT juga dalam penjara Ulil Amri.

Dari kenyataan ini, maka tidak ada keharusan mesti sejalan, sepaham, atau setuju dengan Ulil Amri. Punya pendapat kontra pun tidak masalah. Karena syariat itu di atas segalanya. Bukan syariat itu jadi keset di bawah kekuasaan.

Perlu diingat, Ulil Amri Ibnu Taimiyah waktu itu adalah Sultan Islam di Syam dan Mesir. Mereka relatif Islami, berdasar Undang-undang Syariat, bukan undang-undang ciptaan kafir penjajah.

Inilah faktanya, MEMANG sangat beda, ulama yang konsisten dengan Syariat, dan ulama yang menghiba alias MENJILAT kekuasaan. Ulama jenis kedua akan hancur bersama sirnanya kekuasaan. Ulama jenis pertama selalu mulia, karena Syariat tak pernah tumbang, sampai kapan jua..!

Kaum mulukiyyah (murji'ah modern) akan berkata begini:

"Walaupun beliau tidak sependapat dengan ulil amri dan sering dipenjara, beliau tidak mengajak memberontak dan mencela pemerintah ".

Jawab:

Inilah buruk sangkanya orang gila berjiwa mulukiyyah (penjilat pemerintah). Selalu ber-prasangka buruk yang tidak keluar dari isu "BERONTAK" dan "MENCELA".

Memang siapa sih yang mau BERONTAK? Ada tidak fakta-fakta pemberontakan yang dituduhkan itu.??!

Lalu kalau MENCELA Ulil Amri karena kesalahan dan kezhaliman dia terhadap Syariat dan hak-hak kaum Muslimin, apa nggak boleh?

Imam Hasan Al-Bashri itu dalam khutbah-khutbah atau ceramahnya jelas-jelas mengecam dan mencela kezhaliman Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi, sampai-sampai beliau hampir di eksekusi mati oleh si pemimpin zhalim tersebut. ingat loh, Hajjaj Bin Yusuf itu Ulil Amri syar'i. Pemerintah islami yang sah.

Kok ada ya manusia, meletakkan Syariat di bawah telapak kaki kekuasaan? Padahal raja Heraklius, Raja Romawi, sesumbar kalau dia bertemu Nabi, akan dicuci kaki beliau olehnya. Itu pertanda, kekuasaan di bawah Syariat, bukan sebaliknya.!