Hot!

Musa Abu Marzuq: Israel Dalam Keadaan Paling Lemah


Sameeh.net - Anggota Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas Musa Abu Marzuq melihat bahwa entitas penjajah Zionis saat ini dalam keadaan paling lemah. Dia mengecam sikap petinggi intelijen Otoritas Palestina yang membanggakan koordinasi keamanan dengan penjajah Zionis dan tindakan negara-negara Arab yang melakukan komunikasi dengan penjajah Zionis. Dia menegaskan bahwa persatuan dan rekonsiliasi yang melindungi isu Palestina.

Abu Marzuq mengatakan, “Entitas Zionis dalam keadaan paling lemah hari-hari ini. Untuk pertama kalinya ada semacam konfrotnasi dengan masyarakat internasional, institusi-insitusi pemerintah dan swasta.”

Dia menyatakan bahwa entitas Zionis khawatir (boikot internasional) berkembang hingga seperti yang terjadi pada pemerintah apartheid Afrika Selatan sebelum runtuh. Dia merujuk kepada penolakan pihak Brazil terhadap penunjukan dubes Zionis di Brazil karena dia seorang pemukim pendatang Yahudi.

Dia juga mengingatkan pada sikap Gereja Methodist di Amerika yang menarik investasinya dari entias Zionis akibat kebijakan rasisnya, juga keputusan Uni Eropa yang memaksa entitas Zionis tidak mengekspor produk-produk dari permukiman Yahudi di Palestina, juga permintaan pemerintah Swedia untuk melakukan investigasi dalam aksi eksekusi lapangan yang dilakukan Zionis terhadap orang-orang Palestina.

Sementara itu di saat yang sama, tegas Abu Marzuq, di Palestina terjadi terus konfrontasi tanpa akhir, ada perlawanan tanpa batas meski sudah dilakukan berbagai tekanan, sementara rakyat menginginkan kebebasan dengan darah anak-anak mereka.

Bertolak belakang dengan semua itu, ada sikap dari petinggi Otoritas Palestina yang membanggakan koordinasi keamanan dan menggagalkan aksi-aksi kontra Zionis, bangga karena telah menangkap seratus pejuang intifadhah, seperti yang ditunjukkan dalam pernyataan direktur intelijen Otoritas Palestina Majid Faraj dan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas.

Abu Marzuq mengecam tindakan Abbas yang menyambut wartawan Zionis dan perlindungan yang diberikan kepada para pemukim Yahudi, di samping sikap Abbas yang mengecam aksi-aksi berani mati dan tidak memberikan suport kepada intifadhah.

Abu Marzuq juga menyayangkan tindakan sebagian negara Arab yang berkomunikasi dengan entitas Zionis yang menyerukan penguatan hubungan dengan Amerika melalui mereka.

Meski dengan semua itu, tegas Abu Marzuq, “Ada kesempatan untuk mengatasi semua hal negatif, mengakumulasikan prestasi dan memperkuat perjuangan serta melindungi melindungi persoalan Palestina, yaitu dengan persatuan nasional, rekonsiliasi dan menyatukan kata tanpa tawar menawar, tanpa perintangan, tanpa alasan-alasan dan memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki." (Infopalestina/Sameeh.net)