Hot!

Israel: Aksi-aksi Pejuang Palestina Semakin Akurat dan Menyakitkan


Sameeh.net - Saluran TV10 Zionis mengatakan bahwa konfrontasi yang terjadi di Tepi Barat dan al-Quds selam tiga bulan ini telah merubah situasi rutinitas yang dialami entitas Zionis setiap hari. Aksi-aksi penikaman yang dilakukan para pemuda Paletina semakin lebih akurat dan menyakitkan.

Dalam laporannya, TV 10 Zionis menjelaskan bahwa gelombang ini bermula di al-Quds dan melebar hingga ke utara dan selatan. “Kita perhatikan bahwa mayoritas aksi terjadi di Hebron dan sebagian aksi terjadi juga di dalam wilayah green line. Aksi-aksi yang berlangsung sela Oktober mencapai 620 aksi dan menewaskan 11 orang (Zionis). Selama bukan November terjadi 326 aksi, namun jumlah orang (Zionis) yang tewas 10 orang.”

Sumber-sumber medis di rumah sakit mengatakan, ada korban yang tiba di rumah sakit dalam keadaan sudah hilang kesadaran dan tidak ada tekanan darah. Tidak diragukan bahwa orang yang menikamnya tahu apa yang diinginkan, ini bukan tiba-tiba. “Kami melihat bentuknya telah berubah sama sekali secara menyakitkan untuk mencelakai fisik secara akurat. Mereka tahu bagaimana bisa mengenai urat leher karena tidak ada perlindungan pada serdadu di daerah tersebut. Kami menerima korban-korban yang sangat parah di daerah tersebut. Kami melihat para pemukim terluka di bagian dada dan jantung.”

TV Zionis ini menyimpulkan data-data aksi selama tiga bulan terakhir bukan dalam bentuk aksi-aksi namun juga dalam tingkat efektifitasnya. Laporan ini mengatakan, “Aksi sepekan dimulai dengan sepenuh kekuatan, pada hari Ahad paling berbahaya. Aksi-aksi dimulai sekitar pukul 8 pagi yang semakit kuat selama sehari hingga mencapai puncaknya pada pukul 12 siang. Pada hari Senin hingga Rabu, ada kemiripan namun lebih ringan sedikit. Aksi-aksi dimulai pukul 7 hingga 8 pagi, meningkat pada siang hari dan petang, mencapai puncaknya pada pukul 8 malam.”

Berdasarkan hari-hari konfrontasi, maka hari Kamis adalah yang paling sengit, di pagi hari agak tenang. Namun pada pukul 12 siang mulai meningkat secara dramatis dalam jumlah aksi hingga sore. Dan hari Jum’at adalah hari yang paling buruk selama sepekan. Begitu usai shalat Jum’at di masjid-masjid, aksi dimulai dengan sengit hingga masuk hari Sabtu, Namun begitu menjelang berakhir hari Sabtu, yaitu pada pukul 8 Sabtu malam, aksi-aksi mulai kembali seperti biasa dan mencapai puncaknya pada Sabtu pukul 10 malam. (asw/infopalestina.com)