Hot!

4 Hal Ini Haram Dilakukan Oleh Kerabat Mayit


Sameeh.net – Meninggalnya seseorang yang kita cintai tentunya membuat hati ini sangat sedih. Terlebih orang tersebut adalah orang satu-satunya yang sangat berarti dalam hidup kita. Banyak orang mengekspresikan kesedihannya dengan berbagai cara. Bahkan cara-cara yang tidak lumrah pun dilakukan.

Nah, kali ini ada 4 hal yang dilarang bahkan diharamkan bagi seseorang ketika mendapati salah satu kerabatnya yang meninggal dunia. 

1. Meratapi Mayit
Diriwayatkan dari Abu Malik al-Asy’ari bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, “Empat hal dari kebiasaan Jahiliyyah yang masih dilakukan umatku dan tidak juga ditinggalkan, yaitu berbangga-bangga degan keturunan, mengingkari keturunan, meminta hujan dengan ramalan bintang, dan meratapi mayit.” Juga dalam hadits yang lain beliua bersabda, “Wanita yang meratapi mayit, jika dia tidak bertaubat sebelum wafat, maka di hari kiamat kelak ia akan memakai gamis dari ter (pelankin) dan baju besi.” (HR. Muslim).

2. Memukul-mukul pipi dan merobek-robek baju
Diriwayatkan dari Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Bukanlah dari golongan kami orang yang memukul-mukul pipi (ketika ditimpa musibah) dan yang merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Mencukur (menggunduli) rambut
Diriwayatkan dari Abu Burdah bin Abi Musa, dia berkata, “Abu Musa pernah jatuh sakit hingga tak sadarkan diri sementara kepalanya berada di atas pangkuan istrinya, lalu berteriaklah istrinya dan dia (Abu Musa) tidak mampu untuk melarangnya, manakala dia siuman, ia berkata, ‘Aku berlepas diri dari orang yang Rasulullah Saw berlepas diri darinya, sesungguhnya Rasulullah Saw berlepas diri dari wanita yang berteriak-teriak ketika ditimpa musibah, wanita yang mencukur rambutnya dan merobek-robek baju.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Menguraikan rambut
Hal ini berdasarkan hadits dari seorang wanita yang pernah ikut berbai’at kepada Rasulullah Saw, ia berkata, “Termasuk dari hal-hal yang Rasulullah Saw ambil perjanjian dengan kami dari perbuatan kebaikan dan kami berjanji tidak akan melanggarnya adalah agar kami tidak mencakar wajah, tidak menjerit-jerit dengan berucap celaka, tidak merobek-robek baju, dan tidak mengurai-urai rambut.” (HR. Abu Dawud).

Disarikan dari buku “Panduan Fikih Lengkap” Karya Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi dengan sedikit perubahan. (Haikal/Sameeh.net).