Hot!

Rusia Usulkan Bashar Assad Menyingkir, Tapi…


Sameeh.net - Pemerintah Rusia mengusulkan tujuh poin rancangan untuk perdamaian di Suriah. Langkah tersebut dilakukan menjelang digelarnya perundingan internasional yang akan dilaksanakan di Jenewa pada 13 November mendatang.

Tak lama setelah pembicaraan telepon antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Vladimir Putin, media-media di Rusia melaporkan bahwa pemerintah negeri Beruang Merah akan mengubah sikap terhadap rezim Suriah.

Dalam usulan tersebut ada poin yang cukup penting, yaitu adanya seruan kepada Bashar Assad untuk segera menanggalkan kekuasaannya setelah dibentuk pemerintahan transisi yang baru. Namun, Rusia menghendaki agar Assad masih terlibat dalam transisi dan memungkinkan mencalonkan orang-orang yang ada di lingkarannya.

Rencana Rusia itu bocor ke media Rusia pada 3 November lalu. Para analis menyatakan bahwa sebuah usulan “tak ada yang menang, tak ada yang kalah” dalam rencana itu mirip dengan kesepakatan Taif di tahun 1989, yang mengakhiri perang di Lebanon.

Dalam tulisannya di situs Gazeta.ru, seorang penasihat kehumasan pemerintah Rusia Vladimir Florov menjelaskan bahwa berdasarkan rancangan itu, berarti tak ada seorang pemenang yang menguasai Suriah secara keseluruhan.

Berikut poin-poin rencana usulan Rusia untuk Suriah:

1. Akan ada dua kategori untuk oposisi bersenjata Suriah; yaitu mereka yang bersedia untuk masuk ke dalam negosiasi dengan Bashar Assad dan mereka yang akan melanjutkan perlawanan bersenjata.

2. Gencatan senjata akan dicapai antara militer rezim Assad dengan kelompok oposisi yang akan berunding dengan rezim. Akan ada penghentian pengiriman senjata secara total yang dilakukan oleh “sponsor” eksternal untuk oposisi Suriah

3. Negosiasi akan digelar antara kelompok-kelompok oposisi dan perwakilan Pasukan Pembebasan Suriah. Dialog tersebut akan menghasilkan sebuah kesepakatan pengampunan secara menyeluruh dan pembebasan seluruh tahanan. Persiapan awal pemilihan presiden dan parlemen untuk membentuk sebuah pemerintahan rekonsiliasi nasional yang merepresentasikan semua kelompok harus dibuat. Konstitusi Suriah harus diubah untuk memindahkan kekuatan dari presiden ke perdana menteri.

4. Rusia akan manjamin bahwa Assad pribadi tidak akan berpartisipasi dalam pemilihan presiden berikutnya, namun memungkinkan untuk mencalonkan seseorang dari keluarganya atau orang dari lingkaran dalamnya.

5. Semua kelompok oposisi bersenjata dan milisi pro Iran harus bergabung ke dalam tentara nasional Suriah.

6. Rusia akan menjamin pengampunan penuh bagi seluruh anggota dari kelompok-kelompok oposisi bersenjata selama pihak oposisi sepakat untuk melepaskan opsi menuntut Assad dan keluarganya.

7. Keterlibatan militer Rusia di Suriah akan berlanjut melalui sebuah resolusi khusus Dewan Keamanan PBB sebagai penjamin penerapan kesepakatan penyelesaian yang telah dicapai.

Florov menyatakan bahwa aspek penting dari rencana tersebut adalah berhentinya eskalasi konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu. “Rusia ingin sekali melihat perundingan damai menghasilkan kemajuan penting. Negara ini berusaha untuk mempromosikan sebuah solusi politik,” katanya.

Dia menekankan bahwa rencana itu mengusulkan bahwa gencatan senjata harus diikuti oleh penghentian pasokan bagi dua belah kelompok yang bertikai. Selain itu, ke depannya Rusia juga berencana menyerukan bahwa intervensi eksternal di Suriah harus benar-benar dimandatkan oleh PBB, dan hanya oleh PBB.

Flarov juga menegaskan, Rusia akan memastikan bahwa ketika Presiden Assad menepi dari kekuasaan, dia masih akan berperan dalam transisi politik. (Kiblat.net)