Hot!

"Kenapa Sulit Berubah" Ini Alasannya!


Sameeh.net - Sebuah pertanyaan, yang mungkin Anda tanyakan juga, kenapa saya sulit berubah? Sudah berapa kali saya menerima pertanyaan semacam ini:

“Saya sudah mengikuti berbagai seminar, membaca buku, ebook, dan menonton video motivasi dan pengembangan diri. Mengapa saya sulit berubah? Tidak ada perbaikan yang berarti dalam hidup saya. Tidak ada peningkatan motivasi dalam hidup saya. Semua produk pengembangan tersebut tidak bekerja untuk saya.”

Anda pernah mengalami hal yang sama? Bersyukurlah jika tidak. Saya masih mendapatkan kiriman SMS maupun email yang mengatakah hal yang senada. Mereka mengatakan bahwa seminar, buku, ebook, maupun video tidak bermanfaat bagi mereka.

Namun yang perlu diperhatikan adalah, bisa jadi merasa tidak sulit berubah, tapi lihat 5 tahun ke belakang. Adakah perubahan signifikan yang Anda alami selain bertambahnya umur?

Jika tidak ada atau sedikit perubahan, artinya Anda sulit berubah.

Apa penyebabnya? Ada 2 penyebab utama, mengapa suatu produk pendidikan tidak bermanfaat. Yang dimaksud produk pendidikan itu seperti buku, seminar, ebook, video, pelatihan, coaching, dan sebagainya.

Ada termostat dalam diri Anda?

Coba lihat setrika Anda. Disana ada termostat, dimana Anda bisa mengatur panas maksimal. Jika panas maksimal sudah tercapai, aliran listrik ke setrika Anda akan berhenti. Sehingga, panas setrika Anda tidak akan melebihi panas yang Anda atur.

Nah, dalam diri kita juga sama. Jika penghasilan Anda tidak beranjak dari angka tertentu, mungkin secara tidak sadar, Anda sudah mengatur termostat keuangan Anda. Ya, tidak sadar, sebab secara sadar Anda sebenarnya ingin lebih dari itu.

Jadi, tugas Anda selanjutnya adalah melepaskan termostat itu atau setidaknya naikan pengaturannya. Jika sebelumnya penghasilan Anda Rp 10.000.000, sekarang atur menjadi Rp 20.000.000 misalnya. Lebih tinggi boleh.

Benarkah Anda Ingin Berubah?

Yang pertama ialah karena tidak yakin. Seseorang memang berharap mendapatkan sesuatu setelah mengikuti sebuah seminar. Namun dia hanya berharap, bukan meyakini bahwa seminar tersebut akan memberikan hasil. Berharap dengan yakin sungguh berbeda, berharap seolah untung-untungan, namun yakin seolah hasil sudah di tangan.

“Saya berani membayar mahal karena saya merasa yakin”. Coba tanya lebih dalam lagi hati Anda. Betulkah Anda yakin? Saat Anda mengatakan bahwa “Semua produk pengembangan tersebut tidak bekerja untuk saya.” Itu adalah tanda tidak yakin. Keyakinan Anda tercermin dari kata-kata dan tindakan Anda.

Sejauh mana Anda melakukan apa yang diinstruksikan dalam produk pendidikan tersebut? Itu juga menggambarkan keyakinan Anda. Sudahkah Anda mengikuti semuanya? Menjalankan dengan sungguh-sungguh? Silahkan Anda evaluasi lagi.

Keyakinan Anda adalah termostat Anda. Pencapaian Anda akan dibatasi oleh keyakinan Anda. Jika tidak yakin perubahan didapat setelah Anda belajar, Anda akan berubah. Jika tidak, maka Anda tidak akan berubah.

Perubahan Perlu Proses

Sebenarnya, berubah dalam artian merubah arah, terjadi secara instan, seperti Anda mengubah arah motor atau mobil Anda. Namun, setelah Anda memutar setir, akan membutuhkan waktu atau proses agar sampai ke tujuan baru. Wawasan, mindset, dan ilmu Anda berubah secara instan setelah belajar, tapi sampai membuahkan hasil perlu waktu dan proses.

Masalahnya dimana? Begini …

Mungkin saat Anda mengikuti pelatihan, membeli buku, dan sebagainya, sebenarnya Anda sudah yakin. Kemudian Anda mencoba menerapkan apa yang Anda pelajari. Namun hasil tidak juga kunjung datang dan keyakinan Anda mulai pudar. Termostat Anda kembali ke angka sebelumnya.

Yang perlu ada yakini adalah berubah itu langkah demi langkah. Anda bisa mengubah arah hidup secara instan, namun untuk mencapai perubahan itu perlu tahapan. Hasilnya akan Anda dapatkan akan membutuhkan waktu dan proses. Ingat itu, yakinilah. (Motivasi-islami.com)