Hot!

Belasan Ribu Anak-anak Meninggal di Penjara Assad, Ini Pelanggaran HAM!!


Sameeh.net - Portal berita Suriah Zaman Al-Wasl (www.zamanalwsl.net) melaporkan telah menerima sejumlah foto baru penyiksaan massal dan pembunuhan secara sistematis terhadap puluhan anak Suriah oleh petugas-petugas intelijen dan keamanan rezim Bashar al-Assad. Sebanyak sedikitnya 52 foto anak Suriah ditemukan dan diidentifikasi dari sekitar 55 ribu foto korban penyiksaan dan pembunuhan terhadap sedikitnya 11 ribu warga Suriah di dalam penjara rezim.

Zaman Al-Wasl juga melaporkan bahwa foto-foto itu diambil antara 2011 sampai pertengahan 2013 di Rumah Sakit Militer 601 di kawasan Mazzah, Damascus, ibu kota Suriah.

Sebuah laporan PBB tahun lalu mengungkapkan bukti-bukti bahwa anak-anak Suriah ditangkap, ditawan, disiksa, dicederai dan diperkosa oleh tentara dan pasukan Assad, juga direkrut oleh pasukan revolusioner yang menentang Assad, selama tiga tahun terakhir ini.

Pada pertengahan tahun 2013, sekitar 55 ribu foto yang membuktikan penyiksaan dan pembunuhan terhadap ribuan warga Suriah berhasil diselundupkan keluar oleh seorang mantan fotografer kepolisian Suriah yang di-identifikasi sebagai “Caesar.” Si fotografer yang melakukan desersi itu sudah memberikan setidaknya separuh dari semua foto itu kepada pemerintah Amerika Serikat, dan kepada sebuah negara Eropa, demi mendesak diambilnya tindakan terhadap rezim Assad.

“Caesar” sekarang mendapat suaka di sebuah negara Eropa.

Foto-foto digital itu memperlihatkan setidaknya 11 ribu mayat yang menunjukkan semua tanda penyiksaan: dilaparkan, dicekik, dibakar, disayat-sayat.

Berbagai badan hak asasi internasional sudah melaporkan bahwa anak-anak dalam penjara Assad disiksa dengan cara dipukuli dengan kabel-kabel besi, cambuk dan tongkat kayu dan besi, disetrum, disunduti dengan api rokok, dipaksa tidak tidur dalam waktu lama, dikurung dalam penjara isolasi, dan disiksa dengan kekerasan seksual termasuk perkosaan.

Dalam dua tahun pertama konflik Suriah, sebagian besar pembunuhan dan penyiksaan dilakukan oleh pasukan rezim Assad, demikian dilaporkan badan PBB. Badan ini juga melaporkan bahwa sedikitnya 220 ribu orang tewas sejak pecahnya revolusi menentang Bashar al-Assad pada Maret 2011.

Lembaga hak asasi manusia lokal SNHR (The Syrian Network for Human Rights) melaporkan pada September 2014 lalu bahwa sedikitnya sudah 215 ribu orang ditahan oleh pihak keamanan dan intelijen Suriah sejak pecahnya revolusi. Sebanyak 4500 orang di antaranya adalah wanita dan 9000 orang di antaranya berusia di bawah 18 tahun.

SNHR juga melaporkan bahwa sedikitnya 2630 orang disiksa sampai mati, dan ada 70 ribu kasus penghilangan secara paksa.

Berbagai sumber melaporkan sudah lebih dari 12 ribu anak Suriah yang tewas karena berbagai sebab, termasuk dilaparkan, dibom, disembelih, dan disiksa. Kasus paling menonjol penyiksaan terhadap anak adalah yang terjadi pada Hamzah Al-Khateeb, anak berusia 13 tahun dari Dara’a, yang mencetuskan pecahnya revolusi Suriah.

Foto-foto anak-anak yang disiksa sampai mati dalam penjara Assad dapat dilihat di sini: https://leaks.zamanalwsl.net/tortures_kids.php

(Sahabatsuriah.com)