Hot!

'Popularitas' Bukan Jaminan


Sameeh.net – Anda ingin terkenal? Tapi sebelumnya ada baiknya kita menyimak ulasan yang disampaikan oleh Mas Solikhin Abu Izuddin di dalam bukunya Zero to Hero.

“Kalau sekedar ingin populer, kencingilah sumur zam-zam.” Kata orang Arab.

Popularitas seseorang belum tentu berbanding lurus dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak cara mencari sensasi dengan cara-cara tak terpuji. Banyak yang bunuh diri karena terpenjara oleh puji-puji. Banyak yang terhina karena hobi obral kata dan janji-janji. Banyak orang populer mati mengenaskan terpenjara oleh popularitasnya.

Masih ingat kisah gempar sejagat atas tragedi kematian Lady Diana bersama Doddy El Fayed. Dunia seolah tersihir dan mendung. Oknum ibu-ibu majelis taklim di Jakarta pun taklid, ikut berkabung, memberi karangan bunga tanda berduka. Atau kisah tragis tewasnya Nike Ardilla dalam kecelakaan, yang disinyalir akibat over dosis narkoba.

Namanya dipuja, lagunya melegenda. Tapi sayang, banyak yang lupa pada ulama kharismatik dari Djokdja, KH. AR. Fachruddin Ketua Umum PP Muhammadiyah. Beliau wafat pada hari-hari itu juga, tapi media tak gempar memberitakannya.

Prestasi hakiki bukanlah harta yang melimpah, bukan kedudukan yang tinggi, jabatan yang mentereng, kekuasaan yang besar, atau berbagai atribut duniawi lainnya. Semua itu ujian dan cobaan: maukah bersyukur? Bisa jadi prestasi itu tak dikenal orang, tak ada sanjungan, pujian apalagi karangan bunga. Kita pun tidak menyadari itu sebagai prestasi, apabila dilakukan dengan tulus hati. Seperti Bilal, terompahnya terdengar di surga. Tetap saja ia istiqamah dan enjoy aja dengan amalnya.

Juga seorang perempuan yang rajin membersihkan masjid. Saat meninggalnya tidak dikabarkan kepada Nabi. Ia tak dianggap karena ia perempuan biasa tanpa prestasi apa-apa. Tetapi di mata Nabi wanita itu dihargai. Beliau minta ditunjukkan kuburannya, lalu menshalatinya dan mendoakannya. Prestasinya sederhana tapi luar biasa, rajin dan istiqamah membersihkan masjid. (Haikal/Sameeh.net)