Hot!

Beginilah Seharusnya Seorang Pemimpin


Oleh: Ustadz AMDK

Sameeh.net - Dalam riwayat shahih "Taarikhul Umam wal Mulk,  Imam Ath-Thabari dan Al-Kamil Fi At-Taarikh, Imam Ibn Athir, diriwayatkan dari Aslam pembantu Khalifah Umar رضي الله عنه:

" Suatu malam Umar  berjalan ronda malam ke daerah berbatu hitam, aku ikut bersamanya. Tatkala kami sampai di As-Shurar (3 mil dari Medinah), kami melihat nyala api. 
Umar  berkata: " Hai Aslam, aku melihat di daerah ini ada kafilah dihadang malam dlm cuaca dingin, ikutlah aku menuju tempat itu !"

Kami keluar dan berjalan cepat menuju tempat kafilah itu.

Tiba-tiba kami melihat seorang wanita bersama dua orang anak kecil. Kami melihat sebuah periuk diletakkan diatas tungku api, kedua anak kecil menangis dan menjerit.

Umar  berkata: " Assalamu 'Alaikum wahai pemilik cahaya api". Dijawab wanita:" Waalaikum salam"

Umar  bertanya: " Apakah aku boleh masuk ?. Wanita itu menjawab: " Silahkan masuk atau pergilah ! ", kata wanita itu.

Umar (dan Aslam) mendekati wanita itu dan bertanya : " Apa yg terjadi pada kalian ? . Wanita itu menjawab: " Kami dihadang malam dalam cuaca yang sangat dingin". Umar bertanya: " Kenapa kedua anak ini menjerit-jerit ?.  "Karena lapar ! " Jawab wanita itu.

Umar bertanya: " Apa yg sedang anda masak dalam periuk itu ?

"Aku hanya memasak air agar kedua anak itu tidak menangis dan bisa tertidur" jawab wanita.

Umar  berkata: " Semoga Allah mengasihi kamu !"

Wanita itu tidak mengenal khalifah Umar.

Umar bertanya lagi: " Apakah amirul mukminin Umar tidak tahu kondisi (kesempitan) kamu ini ?

Wanita itu menjawab:" Dia memimpin urusan kami tapi dia melupakan kami !"

Umar lalu menghampiri saya (Aslam) dan berkata: " Mari ikut aku !"

Kami keluar berjalan cepat menuju gudang logistik gandum dan minyak, Umar رضي الله عنه berkata kepadaku: " Angkatlah karung gandum ini ke pundakku !!"

Aslam berkata:" wahai amirul mukminin, biarlah aku saja yang membawa karung itu "

Umar  berkata: " Apakah kamu yg akan memikul dosa-dosaku di akhirat nanti !!?? "

Akhirnya aku mengangkat karung gandum itu kepundak Umar رضي الله عنه dan segera kita bergegas menemui wanita itu. Umar  lalu meletakkan karung gandum itu dihadapan wanita itu dan mengeluarkan sebagian gandum untuk di masak.

Kepada wanita itu Umar berkata: " Duduklah kamu biarlah aku yang memasak untuk kamu ! " 
Umar meniup api ditungku, aku melihat asap keluar dari selah-selah jenggotnya.

Setelah masakan selesai, Umar  menyajikan makanan dan berkata (kepada si wanita): " Ambillah piring !"

Wanita datang membawa piring, lalu Umar menuangkan masakan dipiring, Umar berkata: " Berilah mereka makanan ini, saya akan mendinginkannya untuk kamu !"

Umar  melayani sampai mereka semua kenyang. Umar  memberikan karung sisa gandum kepada wanita itu. Umar  berdiri dan saya pun ikut berdiri. Wanita berkata kepada Umar  :" Semoga Allah membalas kebaikan anda, dengan semua yang anda lakukan ini, berarti anda lebih lebih utama dari amirul mukminin".

Umar  menjawab: " Katakanlah yang baik bila anda menemui amirul mukminin bahwa InSyaAllah anda akan menemui saya disana"

Kemudian, Umar  berbalik, menunggu wanita itu sejenak. Aku berkata kepada Umar :" Apakah ada urusan lain lagi, (kenapa kita tetap disini) ?".

Umar tidak menjawab saya hingga saya lihat kedua anak kecil tertidur. Lalu Umar menghampiri saya dan berkata: " Hai Aslam, sesungguhnya lapar yang membuat mereka menangis dan tidak bisa tidur, makanya saya tidak segera meninggalkan mereka hingga mereka tidur"

Al-Hafiz Ibrahim (bin Ishaq/Al-Harbi ?)

Menyenandungkan peristiwa agung ini dalam bait-bait syairnya: ".........

......Siapa yg menyaksikan di depan periuk sambil terlentang........ ia nyalakan api .......asap keluar dari sela-sela jenggotnya............

.......... sementara mulutnya meniup api itu.......ia lihat amirul mukminin dalam keadaan takut melihat penderitaan (wanita) yang dilihatnya......

...............ia dekati api (untuk memasak) karena takut api neraka di kemudian hari. Air matanya bercucuran karena takut kepada Allah.

Artikel Ust. Abdulloh Hadhromy di WA MULTAQOD DUAT

Sssttt,  jangan lihat kanan kiri depan belakang atas bawah,  hayya bina !!!

Sisa umur ini untuk segera mendekat ke jalan Allah,  belajar Dienul Islam,  belajar kehidupan hamba hamba Allah yg telah di jamin Surga...

Muhasabah diri untuk kita yg telah ditunjuk sebagai pemimpin umat ...

Apakah kita telah peduli kepada umat yg kita pimpin, seperti :
1. Sholatnya apakah sudah di awal waktu ?
2. Apakah mereka  masih melakukan maksiat terang terangan yg tanpa disadarinya al :
- Bersalaman kepada yg bukan mahromnya.
- Berpakaian tapi telanjang di mata Allah
- Merokok didepan umum
3. Apakah hak hak mereka telah terpenuhi dan tidak menzholimi mereka yg tanpa disadari, contoh kecil uang lembur sering dipangkas bahkan ada yg tidak dibayar..
doa hamba Allah yg terzholimi tidak ada hijab nya..hati hati wahai hamba Allah yg diberikan amanah untuk memimpin...
4. Apakah kita telah memberikan contoh yg baik kepada mereka, seperti :
1. Sholat di awal waktu
2. Selalu mengajak kpd yg ma'ruf dan mencegah perbuatan yg mungkar
3. Selalu peduli kepada hamba Allah yg dipimpinnya..
4.Selalu memberi solusi bukan menyalahkannya..
5. Selalu mendahulukan hak Allah,  hak Rasul dan hak yg dipimpinnya..
6. Selalu mengajak untuk meninggalkan Riba..
7. Selalu mengingatkan atas bahayanya hutang serta dampaknya di hari kiamat dan mengingatkan untuk segera melunasi hutangnya.

Semoga para Pemimpin kita dapat meneladani orang orang terdahulu yg pernah memimpin dan membawa kejayaan Islam dan umatnya mendapat berkah atas kepemimpinannya yg takut dengan azab Allah,..yakni :
Rasulullah
Khulafaurrasyidin..
Para Sahabat..
Tabiin
Orang orang Shaleh yg diberikan kepercayaan untuk memimpin...
aamiin..

bila pemimpin kita belum seperti yang diharapkan,  doakan kebaikan untuknya..bukan sebaliknya...

Semoga Allah mendatangkan kepada kita pemimpin pemimpin yang bertaqwa kepada Allah dan istiqomah membela agama Allah sampai akhir hayat,  aamiin..

Terakhir penulis mengajak kepada antum sekalian untuk terus berbaik sangka kepada Allah atas pemimpin yg ada,  agar kita tetap Sabar, jaga waktu sholat dan istiqomah di Jalan Allah,  maka untuk itu ana terus dakwahkan :

" STBK - AKBS - IHBTR "

* AMDK Al JAMBI - BNIS *