Hot!

Masya Allah: Hafal Ribuan Hadits Tanpa Pernah Menulis


Oleh: Fitra Hudaiya NA

Sameeh.net - Nama lengkapnya Amir bin Syurahil bin Abd bin Dzu Kibar.  Dzu Kibar adalah nama kabilah yang menempati wilayah Yaman. ia mendapat sebutan  Abu Amr al-Hamadzani’. Namun lebih terkenal dengan sebutan as-Sya’by. Ibunya berasal dari tawanan perang Jaula,  perang Masyhur di Persia yang terjadi pada tahun 16 H. saat ini wilayah tersebut termasuk wilayah Irak dengan nama as-Sa’diyah. 

Amir as-Sya’bi dilahirkan enam tahun setelah Umar bin al-Khatthab menjabat sebagai khalifah.
Masa kecil asy-Sya’bi dihabiskan di Madinah selama 8 tahun. Ia mendengarkan hadits dari Ibnu’Umar dan belajar ilmu hitung dari al-Harits al-A’war.  

Amir as-Sya’by berjumpa dengan 500 sahabat Nabi saw  yang masih tersisa.
Beliau berkata: “aku tak menuliskan tinta hitam di atas yang putih hingga hariku ini.  Tak ada seorangpun yang memberikan hadits padaku kecuali aku menghapalnya. Saya tidak begitu suka jika hadits itu diulangi lagi untukku.” 

Beliau juga mengungkapkan: “sejak 20 tahun, saya tak mendengar seseorang yang  menceritakan tentang suatu hadits kecuali aku mengetahuinya. Saya lupa beberapa ilmu yang seandainya yang terlupakan itu dihapalkan oleh seseorang maka dengannya ia dapat menjadi seorang yang alim.” 

MasyaaAllah…  sungguh luar biasa generasi awal ummat muslim ini, akal dan pemikiran mereka masih bersih, tidak tercampur dengan syubhat dan syahwat. tentu ini tidak lain karena pendidikan yang mereka serap adalah pendidikan yang benar.  

Asy-Sya’by juga berkata: “tak saya riwayatkan sesuatu yang lebih sedikit dari syair. Seandainya kalian menghendaki maka akan saya dendangkan untuk kalian syair-syair itu selama sebulan dan tidak ada yang aku ulangi.” 

Abu ‘Amr asy-Sya’by menyelenggarakan halaqah di masjid Jami’ Kufah. Banyak orang berkumpul disekelilingnya. Padahal, saat itu masih banyak para sahabat Rasulullah saw yang masih hidup di tengah masyarakat Islam. Abdullah bin Umar sempat lewat di hadapan asy-Sya’by saat ia membaca antologi puisi yang di hadiri oleh masyarakat banyak. Ibnu Umar berkata: “seakan-akan orang ini dulu hadir bersama kami. Ia lebih banyak mengahapal dan lebih mengetahui daripadaku.” 

Asy-Sya’by dikaruniai kefasihan dalam berbicara dan budi pekerti yang baik. Ini terbukti ketika ia berbicara dengan gubernur Kufah dan Bashrah, Umar bin Hubairah al-Fazary, tentang sekelompok orang yang ia penjarakan. “Wahai Gubernur, kalau engkau memenjarakan mereka dengan kebathilan, maka yang benar adalah engkau mengeluarkan mereka. Jikalau engkau memenjarakan mereka dengan kebenaran, maka memberi maaf itu akan melapangkan dada mereka.”  Sang gubernur sangat kagum dengan kata-kata asy-Sya’by sehingga ia melepaskan para tahanan itu sebagai penghormatan kepada asy-Sya’by.

Inilah sekilas  tentang kehebatan asy-Sya’by, semoga Allah merahmati beliau atas jasa beliau dalam menyelamatkan agama ini, khusunya dalam masalah hadits Nabi saw . Allaahummaghfir lahum.