Hot!

Fakta dan Rahasia Dibalik Sidik Jari


Oleh: Fitra Hudaiya NA

“Aku bersumpah demi hari kiamat, dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya kami kuasa menyusun (kembali) jari-jemarinya (banan)  dengan sempurna.”  (al-Qiyamah: 1-4).

Sameeh.net - Kata banan dalam ayat tersebut menurut penafsiran ahli bahasa adalah ujung-ujung jari tangan dan kaki. Sedangkan kata bananah artinya seluruh jari jemari.

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Mahakuasa untuk mengembalikan tulang jemari yang kecil dan menyusunnya kembali sehingga menjadi lurus. Siapa yang mampu menciptakan jemari manusia, tentu Ia juga mampu untuk mengumpulkan tulang-tulangnya dan mengembalikan kehidupan kepadanya.

Ilmu pengetahuan modern berhasil mengungkap rahasia di balik sidik jari  pada abad ke-19. Terungkap bahwa garis-garis yang berada di ujung jari (banan) seseorang berbeda dengan yang dimiliki orang lain. Di sana ada tiga jenis garis; garis melengkung, garis melingkar, dan garis meliuk-liuk atau garis kompleks karena tersusun dari beragam bentuk garis.

Dari garis-garis ini terbentuklah satu pola yang unik dan khusus di setiap jari manusia, mencerminkan identitas diri dan kepribadian masing-masing orang. Bentuk sidik jari tetap dan tak berubah sepanjang hidup pemiliknya. Ia tidak akan berubah dengan bermacam kondisi dan situasi yang menimpanya. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa miumi di Mesir yang diawetkan, sidik jarinya tetap terlihat jelas dan utuh.

Francis Galton, seorang ilmuwan besar kelahiran inggris, membuktikan bahwa di dunia ini tidak ada yang memiliki lekukan halus yang sama pada sidik jarinya. Ia menegaskan bahwa lekukan dan garis zigzag itu bakan sudah tampak pada jemari janin saat ia masih berada di dalam perut ibunya, yaitu saat umurnya berkisar antara 100-120 hari.

Fakta-fakta tentang sidik jari

1. Pembentukan sidik jari pada janin terjadi pada bulan keempat. Sidik jari itu tetap apa adanya sepanjang hayat, bahkan sampai matinya.

2. Sidik jari seumpama jejak rekam dari garis zigzag yang timbul dari bersatunya lapisan kulit jangat (dermis) dengan kulit ari (epidermis).

3. Sidik jari tidak mungkin sama pada dua orang yang berbeda di dunia, bahkan pada jari dua orang kembar sekalipun yang berasal dari satu sel telur.

4. Sedikit kemiripan bentuk di antara dua sidik jari amat mungkin terjadi, tetapi keduanya tidak akan sama persis selamanya. Oleh sebab itu, sidik jari dianggap sebagai bukti otentik dari kepribadian setiap orang banyak digunakan oleh para penegak hukum untuk mengungkap kejahatan.

5. Sidik tidak hanya pada tangan saja, melainkan ada juga sidik jari kaki. Sebab masing-masing jari kaki memiliki sidiknya.

6. Sidik jari tidak terpengaruh oleh faktor keturunan.

7. Jika terjadi kerusakan pada permukaan sidik jari akibat luka luar atau akibat pembakaran level pertama maka garis-garis papilaris akan kembali muncul dengan bentuk yang sama. Tetapi jika pembakaran atau luka itu menmpa lapisan kulit dalam (dermis), maka saat itu baris-baris papilaris akan hilang dari kondisi aslinya.

8. Bekas-bekas sidik jari pada beberapa orang kadang tidak terlalu jelas, dan itu akibat keretakan kulit yang biasa terjadi pada para pandai besi, tukang kayu, pekerja, petani atau pada orang-orang yang terkena penyakit kulit seperti eksim dan lepra.

Ada beberapa tanda lainnya pada manusia yang dianggap sebagai tanda pembeda antara dirinya dengan orang lain, diantaranya adalah:

a. Aroma Tubuh. Setiap orang memiliki aroma tubuh tersendiri yang berbeda dengan yang lainnya. Hal ini dibuktikan oleh firman Allah. “ Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri mesir) berkata ayah mereka, “sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku).”  (Yusuf: 94). Perlu ditegaskan bahwa seekor anjing jika terbiasa mencium pakaian seseorang maka ia akan bisa melacak dan mendeteksi keberadaan pemiliknya itu di antara sekian ribu manusia.

b. Sidik Bibir. Terbukti bahwa bibir memiliki sidik tersendiri hingga tak mungkin dua orang manusia memiliki sidik bibir yang sama di dunia.

c. Sidik Suara. Dengan menggunakan alat spektrograf, kita bisa menganalisis suara seseorang setelah mengubahnya menjadi getaran yang bisa dilihat. Allah menciptakan masing-masing orang memiliki sidik suaranya sendiri yang berbeda dengan sidik suara orang lain.

d. Sidik  Genetik  (DNA). Sidik genetik ini diketahui dengan penelitian terhadap seluruh sempel biologis dari setiap jaringan dalam tubuh seperti rambut, tulang, darah, dan kulit.

e. Sidik Telinga. Sidik telinga tidak akan berubah sejak kelahiran seseorang sampai matinya.
Penemuan-penemuan modern yang sesuai dengan ayat-ayat al-Quran di atas menegaskan kebesaran mukjizat medis yang dikandung al-Quran dan hadits Rasulullah saw  yang telah ada sejak 1.400 tahun silam.

Kita harus yakin dan percaya bahwa semua yang ada di dalam al-Quran itu benar dan selalu sesuai dengan perkembangan zaman hingga hari kiamat kelak. Juga perlu diperhatikan bahwa musuh Islam itu akan terus berupaya menjauhkan umat  Islam dari agamanya, salah satu caranya yaitu dengan memisahkan serta menjauhkan pendidikan generasi muda dari al-Quran, Sehingga generasi umat ini tidak lagi percaya akan kebenaran al-Quran  khususnya yang berkaitan dengan sains. Wallaahu A’lam.