Hot!

Isbal, Antara Memahami Perkara dan Melihat Realita


Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi

Sameeh.net -Terkait masalah isbal, sebenarnya adalah masalah yang sejak lama di khilafkan (perselisihkan) oleh para Ulama terdahulu. ini akan di sadari bagi mereka yang berpengalaman menyelami lautan fiqih. Ulama Salaf (terdahulu) telah berbeda pendapat dalam masalah isbal (yakni memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki). Namun perselisihan pendapat di sini terletak pada apakah orang yang isbal itu disertai rasa sombong ataukah tidak, adapun jika disertai sombong, maka ulama sepakat atas keharamannya.

Isbal adalah HARAM secara mutlaq. Baik itu karena sombong atau bukan karena sombong. Baik didalam shalat ataupun di luar shalat. 

Terkait masalah haramnya Isbal ini terdapat banyak sekali dalil yang menunjukkannya. Diantaranya Sabda Rasulullah:

“Apa-apa yang terletak dibawah mata kaki maka tempatnya di neraka”. Ini hadits Shahih riwayat Imam Bukhori dan Muslim.

Dan juga Sabda Rasulullah:

“Ada tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dihari kiamat, tidak lihat dengan pandangan rahmat, tidak disucikan, dan dia akan mendapatkan azab yanhg pedih, (nabi berkata demikian sebanyak tiga kali),

Lalu Abu Dzar Al-Ghifari berkata,

“mereka telah celaka dan merugi, siapakah mereka itu Wahai Rasulullah ??”

Beliau bersabda, “mereka adalah orang yang memanjangkan pakaiannya sampai melebihi mata kaki, seorang pengungkit pemberian, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu”. 
Hadits ini shahih, di riwayatkan oleh Imam Muslim.

Dua hadits Shahih ini menunjukkan larangan isbal tanpa adanya penyebutan sombong atau tidak, namun terdapat hadits-hadits yang shahih tentang larangan Isbal karena sombong, sehingga Ulama berbeda pendapat tentang hukum isbal jika bukan karena sombong.

- Sebagian Ulama berpendapat tidak haram jika tidak sombong, ini pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, dan Imam An-Nawawi,

Silahkan lihat dalam kitab aadabusy-Syar’iyyah,kitab Al-Majmuu’, dan Kitab Syarah Shahih Muslim.

-Sebagian Ulama lagi berpendapat Makruh, tidak sampai haram. ini pendapat Imam Ibnu Qudamah dan Imam Ibnu Abdil Barr,

Silahkan baca kitab Al-Mughni dan Kitab At-Tahmid.

-Sedangkan Ulama yang berpendapat bahwa Isbal adalah haram secara mutlaq diantaranya adalah Imam Ibnul 'Arabi, Imam Al-Qarafi, dan Imam As-Shan'ani,

Pengharaman mereka dan penjelasan mereka bisa membaca di Kitab Aridhatul-Ahwadzi dan Kitab Istifaa-ul Aqwal Fii Tahriimil-Isbali ‘Alarrijaal. Kitab ini yang sering di jadikan rujukan oleh keumuman du'at Salafiyyun.

-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berpendapat tidak haram isbal, bahkan BOLEH asal tidak sombong. Silahkan baca kitab Syarhul 'Umdah di halaman 361.

Tentunya para Ulama ini berhujjah dan berpendapat di atas dalil dan ilmu. Bukan hawa nafsu. Bahkan ada juga Ulama Arab Saudi yang berpendapat bahwa Isbal tidak haram jika tanpa sombong, diantaranya Syaikh Sulaiman Al-Majid dan Syaikg Shalih Al-Mughomsi.

Disini kita tidak akan membahas pendapat mana yang paling kuat berdasarkan dalil-dalil yang ada, namun hanya sekedar memberikan gambaran kepada saudara-saudaraku kaum muslimin bahwa isbal adalah sesuatu yang oleh Ulama dahulu telah diperselisihkan.

Terakhir, terkait Syaikh Abdul Aziz Aalu Syaikh (mufti Saudi) dan Syaikh Shalih Al-Munajjid yang isbal, sekali lagi kami tidak mengatakan bahwa beliau membolehkan isbal.