Hot!

Bukan Rusia, ISIS dan Al-Qaidah Musuh Prioritas AS


Sameeh.net - Juru bicara Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat (10/07) mengatakan bahwa diplomat tertinggi Amerika (Menlu) tidak setuju menempatkan Rusia sebagai ancaman terbesar AS.

“Tentu saja. Kita tidak sepakat dengan Rusia dan aktifitas mereka di wilayah itu, namun demikian kami tidak melihatnya sebagai sebuah ancaman eksistensial,” kata Mark Toner, jubir Deplu AS.

Ia menambahkan, “Menteri Luar Negeri (John Kerry) tidak sependapat dengan penilaian bahwa Rusia adalah ancaman eksistensial bagi AS, bukan pula Cina, katanya berterus terang.”

Toner memberikan komentarnya sebagai reaksi terhadap pernyataan Joseph Dunford. Dunford sendiri masuk dalam nominasi sebagai ketua kepala staf gabungan, berbicara dalam forum yang membahas tentang keamanan nasional Amerika yang mengangkat isu potensi Rusia sebagai ancaman terbesar bagi AS.

“Yang membuat Menteri Luar Negeri menganggap sebagai ancaman eksistensial adalah pertumbuhan ekspansi kelompok-kelompok ekstrimis yang begitu cepat, seperti Daesh (ISIS), terutama di wilayah-wilayah tanpa pemerintahan,” kata Toner.

Analisis tentang (ancaman keamanan) Rusia mengemuka di tengah situasi yang memburuk dalam hubungan bilateral AS – Rusia sejak era perang dingin berakhir pada tahun 1991. Hal itu didorong oleh pencaplokan Rusia terhadap wilayah Semenanjung Krimea beserta dukungan Rusia terhadap kelompok separatis di Ukraina bagian timur.

Toner menambahkan, kemampuan Al-Qaidah dan kelompok Daulah (ISIS) menarik simpati dan dukungan dari para pejuang asing merupakan ancaman nyata bagi Amerika Serikat.

Sementara menurut data Direktur FBI James Comey saat memberikan pernyataaan pada hari Kamis (09/07) minggu kemarin bahwa lebih dari 200 orang warga Amerika telah melakukan perjalanan atau telah mencoba pergi ke Suriah untuk berperang di wilayah konflik itu.

Sebelumnya Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa konsentrasi Amerika saat ini di Suriah adalah memerangi ISIS.

Penulis: Yasin Muslim

Sumber: Anadolu