Hot!

Ada Apa Dengan Syiah?


Oleh: Muhammad Husni Haikal

Sameeh.net - Sesat adalah sebuah istilah yang dikenal dengan sifatnya yang menyeleweng dan menyimpang. Istilah ini sering disematkan pada individual seseorang atau kelompok. Sesatnya seseorang atau kelompok ditentukan oleh ideologi yang dibawanya. Sebut saja Syiah, sebuah agama yang membawa ideologi paling menyimpang, menyeleweng dan sesat sepanjang sejarah.

"Syiah itu kelompok yang paling bodoh dalam masalah akal, yang paling dusta dalam masalah dalil. Misal, mereka mengatakan bahwa kotoran Imam mempunyai ciri dan bau khas khusus (harum)," terang Ustadz Muhajirin tatkala mengisi kajian Ramdhan di Islamic Center Al-Islam Bekasi, Rabu, 09/07/2015.

Beliau mengatakan bahwa banyak riwayat-riwayat yang diriwayatkan dari mereka tidak bisa dipercaya tentang keotentikannya. Bahkan, Syiah mengatakan riwayat-riwayat mereka lebih shahih daripada riwayat-riwayat Ahlus Sunnah.

"Salah satu cara para tokoh Syiah Indonesia dalam mendoktrin masyarakat akan menyelewengnya Ahlus Sunnah adalah dengan mengatakan kepada masyarakat bahwa kitab-kitab hadits yang ada pada Ahlus Sunnah dibuat untuk kepentingan Bani Umayyah" lanjut beliau.

Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Minhajus Sunnah berkesimpulan bahwa hampir semua riwayat yang diriwayatkan oleh Syiah (Rafidhah) tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Bagaimana Mereka Berhujjah Akan Benarnya Madzhab Mereka.

Salah satu ayat yang sering dijadikan sandaran oleh mereka dalam hal ini adalah surat Al-Ahzab ayat 33. Dalam ayat ini, disebutkan kata Ahlul Bait yang mereka tafsiri dengan Ahlul Bait (keluarga Rasulullah). Maksud Ahlul bait dalam ayat ini menurut mereka adalah Ali, Hasan, Husein, Fatimah dengan meniadakan istri-istri Rasulullah di dalamnya. Tapi benarkah demikian?

Jika dibaca kembali ayat sebelumnya, ternyata disana disebutkan istri-istri Rasulullah. Kemudian ayat 33 menegaskan bahwa istri-istri beliau adalah bagian dari keluarga beliau (Ahlul Bait). Dalam artian bahasa 'Ahlun' bermakna 'Istri' maksudnya orang-orang yang telah mempunyai keluarga, yaitu istri. Analoginya begini, jika dikatakan bahwa istri kita bukan termasuk dari bagian keluarga bagaimana? Kemudian apa fungsi pernikahan jika seeorang istri tidak dianggap sebagai Ahlul Bait?

Kemudian mereka beralasan juga bahwa maksud kalimat 'Ankum' dalam ayat 33 adalah mudzakkar dan hal ini tidak menunjukkan muannats. Jika diperhatikan dengan seksama ternyata orang Syiah tidak paham dengan ilmu bahasa Arab. Padahal, jika ada lafadz mudzakkar di dalam Al-Quran dan As-Sunnah yang menunjukkan umum maka masuk di dalamnya laki-laki dan perempuan. 

Mereka juga menjadikan ayat ini sebagai alasan bahwa imam mereka Maksum. Benarkah hal tersebut? Apabila kita perhatikan ternyata Rasulullah dikatakan Maksum tatakala beliau diutus menjadi Rasul, bukan pada saat beliau lahir. Karena kemaksuman seorang Rasul terkait dengan risalah yang dibawanya. Sedangkan imamnya orang Syiah sudah maksum sejak lahir. Maka, jika ada imam yang Maksum setelah Rasulullah, maka hal tersebut mengurangi fungsi Rasulullah dalam mengemban risalah ini.

Jika imam mereka maksum, kenapa di dalam kitab Nahjul Balaghah (kitab mereka) mereka mengkritik imam mereka sendiri yaitu Hasan. Mereka mengatakan imam Hasan telah menyeleweng, karena menyerahkan tumpuk kepemimpinan kepada Muawiyyah. Apa masuk akal seeorang imam yang dimaksum dikritik dan disalahkan?

(Haekal/Sameeh.net)