Hot!

Sesatnya Agama Syiah


Oleh: Dieniyah Ayu Rahmawati

Sameeh.net - Berbicara mengenai Syiah tidak lepas dari pembahasan keyakinan itu sendiri. Keyakinan yang mereka bangun hampir sama kuatnya dengan keyakinan kaum Muslimin itu terhadap agamanya, yaitu Islam. Namun, bukan berarti mereka disebut Islam.

Syiah didesain untuk merusak Islam itu sendiri melalui dalam. Kerusakan yang ditimbul makin parah jika orang Islam itu sendiri kurang menyadarinya. Kenapa demikian? Karena mereka bisa membawa agama mereka atas nama Islam. Namun harus dipahami bahwa mereka bukan dikatagorikan sebagai Islam.

Jelas sudah mengapa mereka bukan Islam. Islam adalah sebuah agama bagi mayoritas kaum Muslimin. Begitu pula dengan Syiah, karena mereka berdiri diatas pondasi agama bukan kelompok.
Ada beberapa kriteria bahwa sebuah ajaran bisa disebut sesat dan menyesatkan. Kriteria tersebut tidak jauh dari tentang keingkaran mereka terhadap rukun iman yang enam, menyakini aqidah yang tidak sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah (membuat aqidah baru), mengakui dirinya Nabi, melakukan penafsiran Al-Quran tidak sesuai dengan Qaidah tafsir, mengingkari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai sumber ajaran Islam, berani menghina dan melecehkan Nabi serta Rasul, mengingkari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai Nabi terakhir, berani mengubah ajaran Islam seperti mengurangi kewajiban shalat, dan mengkafirkan seorang Muslim yang bukan dari kelompoknya.

Syiah atau bisa disebut juga sebagai Madzhab Ahlul Bait mempunyai doktrin Taqiyyah (apa yang diucap dengan hati berbeda dengan ucapan di lisan). Lebih tepatnya menjadi orang Munafiq merupakan ajaran mereka.

Berbicara mengenai kelompok mereka, ada tiga kelompok Syiah di dunia. Walaupun perpecahan mereka banyak, namun tiga kelompok ini yang paling mendominasi, yaitu:

Pertama, Syiah Zaidiyah yang berkembang di Yaman seperti Batamiyah dan Jaludiyah. Mereka menganggap Ali sebagai pengganti Rasulullah setelah beliau wafat. Jaludiyah yang sekarang berkembang di Yaman banyak mendapatkan bantuan dari irak. Bantuan yang diberikan berupa dana dan senjata.

Kedua, Syiah Ismailiyah. Mereka berkembang di Syiria dengan nama Alawiyul Madzhab.

Ketiga, Syiah Imamiyah, Jafariyah. Ini madzhab yang paling besar dan paling banyak di dunia. Bahkan Madzhab Ahlul Bait ini pun berkembang pesat di Indonesia. Kelompok ini yang paling berbahaya dari semua kelompok Syiah di dunia.

Jika kelompok terakhir ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya penangkal. Maka bisa jadi hal yang terjadi di Yaman, Syria, Iran, Lebanon akan terjadi pula dinegeri Indonesia ini. Jika hal itu terjadi, maka pertumpahan darah pun tak terelakkan.

Abdullah bin Saba' adalah pencetus Syiah dari Yaman. Ia adalah seorang keturunan Yahudi. Munculnya aliran sesat didunia tidak lepas dari peranan orang-orang Muanfiq. Dari Amerika muncul JIL, dari India muncul Ahmadiyah yang jelas kesasatannya. Mereka mayakini Ghulam Ahmad adalah Nabi setelah Nabi Muhammad.

Masuknya ajaran Syiah ke Indonesia yang jelas kesesatannya bahkan lebih berbahaya dari semua aliran sesat diatas. Kenapa? Karena Syiah jelas bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Terlebih mereka didukung oleh sebuah negara yang kaya untuk mencaplok negera orang.

Salah satu contoh kesesatan mereka adalah mengkafirkan mayoritas sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hanya bebera sahabat yang tidak mereka kafirkan. Bahkan imam mereka yaitu Khomaini mengatakan, “Kami mendekatkan diri kepada Allah dengan membenci para sahabat dan melaknat orang-orang yang mengakui para sahabat.” Lebih parahnya, mereka juga menganggap Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berbuat serong, melaknatnya, dan mengkafirkannya.