Hot!

Panggillah Anakmu Dengan Panggilan Yang Menyenangkan


Oleh: Muhammad Husni Haikal

Sameeh.net - Seringkali kita sebagai orang tua lupa bahwa nama yang kita berikan kepada anak merupakan ungkapan dari sebuah doa. Nama yang baik tentu akan memberikan dampak yang baik bagi anak kita, begitu pun sebaliknya.
            
Mungkin ada sebagian orang tua memberikan nama anaknya dengan nama yang baik, akan tetapi sering pula kita memanggil mereka bukan dengan namanya. Ambil contoh, kita memberi anak kita dengan nama ‘Abdullah’ tapi panggilan akrab kita sehari-hari terhadapnya adalah ‘Bedul’.
            
Di antara hak anak yang menjadi kewajiban kita adalah memilih, dan memberikannya nama yang bagus. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Sesungguhnya, di antara hak anak yang menjadi kewajiban orang tuanya adalah memberikan nama yang bagus untuknya, dan mendidiknya dengan baik.”(HR. Al-Bazzar).
            
Maka dari itu, di antara faktor pembentuk kepercayaan diri anak, dan menumbuhkan semangat hidup pada dirinya adalah dengan cara memanggilnya dengan panggilan yang paling disukainya atau dengan sifat baik yang dimilikinya. Maka panggilan yang baik adalah sebagai bukti kasih sayang orang tua pada anaknya.
            
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering memanggil Aisyah ketika ia berumur dua belas tahun dengan panggilan, ya Aisy. Itu dalam kultur Arab untuk menandakan sayang, seperti Hamadah untuk Muhammad, Amurah untuk Umar, dan Khalud untuk Khalid.
            
Jangan sekali-kali kita memanggil anak dengan panggilan yang jelek, sekalipun kita saat itu sedang sangat marah kepadanya. Karena para Psikolog berpendapat bahwa ketika kita memanggil anak dengan suatu panggilan tertentu, panggilan tersebut akan terekam dalam otak memori anak.
            
Maka, tatkala kita memanggilnya ‘Hai Tolol’, anak akan menganggap dirinya benar-benar orang tolol. Atau ketika anak kita menjatuhkan hiasan dari atas meja, kita marah dan menyebutnya sebagai ‘Si Perusak’. Alih-alih membantunya untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut, justru yang kita lakukan adalah menjatuhkan pribadi dan mentalnya.
            
Sekedar memanggil nama anak dengan cara yang baik, sebenarnya merupakan salah satu wasilah untuk memberikan semangat kepada anak untuk menjadi yang lebih baik. Setiap kali ia melakukan kebaikan, kita tambahkan panggilan yang indah sebagai pujian yang kita berikan untuk mereka. Seperti, “Wah, Ahmad sudah hebat yah, Fatimah yang shalehah cerdas deh!”