Hot!

Masalah, Siapa Takut


Oleh: Muhammad Husni Haikal

Sameeh.net - Problem! Mungkin ini yang selalu menghatui kehidupan seseorang. Seberapa banyak masalah yang bisa kita hadapi setiap hari? Satu? Dua? Tiga? Atau bahkan tidak ada sama sekali.
            
Nominal masalah tidak menjadi masalah bagi seseorang, yang menjadi masalah adalah bagaimana ia bisa menangani dan menghadapinya.
            
Banyak orang lari ketika masalah itu menghampiri. Seakan-akan masalah adalah pemutus kenikmatan hidup seseorang. Kita merasa bahwa orang yang paling menderita adalah kita sendiri. Padahal, jika kita ingin melihat lebih dalam ternyata banyak orang yang mempunyai masalah lebih hebat dan lebih dahsyat daripada kita. Akan tetapi, senyuman selalu bersemayam di bibir mereka. Kenapa demikian?
            
Karena mereka menghadapinya, bukan lari darinya. Tatkala seseorang lari masalah yang menghimpit, sebenarnya ia sedang menuju ke masalah baru dengan lari dari masalah pertama. Akhirnya, masalah pertama yang ia hadapi tak pernah kunjung selesai sedangkan masalah selanjutnya datang menghampirinya.
            
Ibarat seseorang yang tidak bisa mengemudi mobil. Ia hanya melihat bagaimana orang lain menyetir mobilnya, tak pernah terbetik dalam hati bagaimana ia harus menjadi pengemudi yang professional. Tidak ada keinginan untuk belajar mengendarai. Selalu was-was bahwa nantinya ia akan mengalami kecelakaan. Padahal, jika ia ingin belajar niscaya ia tidak butuh lagi seorang sopir yang selalu mengantarnya ke kantor.
            
Sepertinya kita harus banyak belajar dari seorang bayi yang baru lahir. Bayi lahir tanpa bisa melakukan apapun, bahkan makan pun mereka harus disuapin. Tapi, coba kita perhatikan perkembangan seorang bayi hari demi hari, mereka mulai berusaha membuka mata yang menutupi selama ini, kemudian lambat laun mereka belajar cara merangkak, kemudian seterusnya sampai mereka bisa berlari.
            
Seorang bayi saja bisa menghadapi masalah terbesar dalam hidupnya. Kemudian bagaimana dengan kita? Kita mempunyai mata yang tajam untuk melihat, mempunyai tangan yang kuat untuk menggenggam, mempunyai tubuh yang sehat untuk bangkit, dan mempunyai kaki yang kuat untuk berlari. Masihkah kalah dengan seorang bayi?
            
Ingat, Allah tidak akan pernah mengubah keadaan seseorang jika ia sendiri tidak pernah mengubah keadaan dirinya. Allah Ta’la berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”(QS. Ar-Ra’ad: 11).