Hot!

Isis Bukan Jihadis, Jihadis Bukan Isis


Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi & Abu Muhammad Al-Nusantari

Sameeh.net - Tuan-tuan yang mulia, kita bukan bicara manhaj, tapi bicara sejarah; Ikhwanul Muslimin berhasil menghidupkan kembali Jihad Fi Sabilillah, setelah ia terkubur sekian lama. Medan pertamanya, Jihad merebut wilayah Palestina yang dikuasai Zionis; dipimpin sendiri oleh Sang Imam, Syaikh Hasan Al-Banna Rahimahullah.

Periode berikutnya, Jihad menggema di Afghanistan, sekitar tahun 80-an. Para pejuang Al Ikhwan juga yang merintisnya. Salah satu doktor termasyhur pakar Jihad ialah Syaikh DR. Abdullah Azzam Rahimahullah. Beliau inilah yang dianggap sebagai PELETAK DASAR Jihad di era modern. Beliau kader dan ulama Al-Ikhwan juga.

Jihad era 80-an ini mulai mengenal peranan entitas SALAFI, yang kemudian dikenal sebagai "Salafi Jihadi". Meskipun memiliki perbedaan tertentu dengan Al-Ikhwan, tetapi secara umum Salafi Jihadi memiliki komitmen kuat terhadap Jihad Fi Sabilillah. Hal itu diperkuat dengan fatwa "Jihad Global" tokoh Jihad dari arab Saudi, Syaikh Usamah bin Laden Rahimahullah.

Dalam perjalanan Jihad ini, ia telah menghasilkan karya sangat besar: "Meruntuhkan Uni Soviet dan mengguncang kafir Amerika dalam krisis ekonomi akut." Uni Soviet hancur di Afghanistan; Amerika mengalami krisis setelah invasi Irak-Afghanistan. Di masa awal pemerintahan Obama, Amerika menggelontorkan dana talangan bank senilai $ 700 miliar (sangat terlalu jauh dibandingkan talangan Bank Century); untuk penyelamatan ekonomi.

Setelah itu para pakar dunia BERPIKIR KERAS, bagaimana cara merusak dan menghancurkan kekuatan Jihad Fi Sabilillah ini? Lalu mereka memutuskan membuat "kelompok jihad hitam". Maksudnya, tampang dan seragam seperti Mujahidin; tapi missi besarnya menghancurkan Jihad Fi Sabilillah itu sendiri.

Siapakah pasukan "black jihad" itu? 

Ya Anda sudah pada tahu semua... mereka adalah ISIS/I / IS.

Cirinya jelas: memecah-belah, mengkafirkan yang tidak dikafirkan Allah dan Rasul-Nya, merendahkan para petinggi jihad, merusak hasil-hasil perjuangan para Mujahidin, menyerang para Mujahidin, melemahkan posisi Mujahidin; dan selalu menambah masalah dan masalah. bukan hanya itu, namun mereka telah membuat rusak Jihad di Iraq, Jihad di Suriah, Jihad di Yaman, Jihad di Afrika, Jihad di Kaukasus; dan kini mulai merusak Jihad di Libanon.
"Wa laa ta'tsau fil ardhi mufsidin..." (Janganlah kalian merajalela di muka bumi dengan berbuat kerusakan).

Ujian terberat bagi kaum Muslimin. Betapa susahnya melahirkan generasi para pemberani. Sekalinya muncul kaum pemberani, ternyata EKSTRIM. Tidak ridha melihat kebaikan kepada kaum Muslimin, atau dalam kehidupan manusia. Susah sekali meluruskan dan mengingatkan mereka. risalah ini hanya teruntuk bagi setiap Muslim yang berkenan belajar dari pengalaman sejarah.

ada baiknya kita simak kata mereka:

1. Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh (mufti besar Arab Saudi) berkata,

“Oang yang mau melihat kondisi ISIS dengan seksama, pasti akan berkesimpulan bahwa mereka adalah kelompok penjahat yang sengaja datang untuk membuat kerusakan, dan tidak mungkin mereka berasal dari ahlus sunnah wal jama'ah”.

2. Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi (tokoh besar gerakan jihadis internasional) berkata,

“ISIS bukan negara islam yang dicita-citakan, karena negara yang kami inginkan adalah rahmat bagi semua orang, sedangkan khilafah akan datang untuk mengeluarkan orang dari kekuasaan kejam menuju rahmatnya Islam”.

3. Syaikh Abu Bashir At-Thurthusi (Petinggi Gerakan Jihad Internasional) berkata,

“Kita meminta mereka yang ikhlash yang dibohongi yang masih bergabung dengan jamaah sesat ini (yakni ISIS) untuk memutus hubungannya dengan ISIS, dan mengumumkan sikap anti loyalitasnya dari ISIS dan apa yang telah diperbuat oleh ISIS, dan bergabung dengan faksi-faksi jihad suriah yang ia kehendaki, karena tidak boleh tetap bergabung dengan jamaah ini, berperang dengannya dan memperbanyak jumlah mereka sedikitpun”.

4. Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al-'Ulwan (Ulama Muhaddits Saudi) berkata,

“Baik Daulah ISIS maupun Abu Bakar Al-Baghdadi tidak berhak atas bai’at umum kaum muslimin, karena salah satu syarat bai’at umum adalah dipilih oleh Ahlu Halli wal ‘Aqdi, dan Al-Baghdadi tidak dipilih oleh siapapun. Jika Syaikh Dr. Ayman Az-Zhawahiri yang merupakan amir dan penanggung jawabnya saja tidak setuju dengan sikapnya, maka bagaimana bisa dia menuntut orang lain untuk membai’atnya”.

5. Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi (mufti besar persatuan Ulama Muslim Se-Dunai) berkata,

“Kami juga mengharapkan khilafah islamiyah berdiri dengan cepat. Hari ini, tidak menunggu esok hari. Tapi khilafah yang didasarkan pada manhaj Nabi dan syura. Bukan seperti yang dideklarasikan ISIS, yang malah mengakibatkan banyak bahaya kepada Sunni di Iraq dan juga kepada revolusi di Suriah”.

6. Syaikh Ahmad Raisuni (Mufti Maqashidus Syari'ah Maroko) berkata,

“Deklarasi ISIS tak lebih sebuah angan-angan, fatamorgana, dan mimpi. Baik ditinjau dari sisi realitas maupun sisi syari'ah”.

7. Teungku Syaikh Zulkarnain,MA (wasekjend MUI pusat) berkata,

“ISIS adalah ciptaan Amerika dan Israel, yang saya sedihkan mereka membunuh orang-orang kurdi yang sunni di Iraq”

8. Ustadz Farid Ahmad Okbah,Lc.MA (pakar aliran Syi'ah, Direktur Islamic Centre Al-Islam bekasi) berkata,

“ISIS itu buatan intelijen”.

9. Ustadz Abu Muhammad Jibril (Petinggi Majelis Mujahidin Indonesia) berkata,

“ISIS itu KHAWARIJ”.

10. Ustadz Ja'far Umar Thalib (mantan panglima laskar jihad) berkata,

“ISIS itu sesat dan menyesatkan dan tidak ada seorang Ulama pun yang bersama mereka”.

Selesai.