Hot!

Feksibilitas Bisnis


Oleh: Muhammad Husni Haikal

Sameeh.net - Masih dalam tema berbisnis sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan. Pada pembahasan kali ini ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh seorang Pebisnis yaitu:

 Menerima Pembatalan    
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memahami bahwa kebanyakan pedagang merasa kecewa apabila barangnya tidak jadi dibeli. Selain itu, beberapa yang lain malah melampiaskan kekecewaannya dengan marah atau memaki si calon pembeli. Untuk itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengisyaratkan ganjaran yang luar biasa bagi seorang pedagang yang bermurah hati menerima pembatalan transaksi.
            
Tidak mudah memang untuk menerima pembatalan dari calon pembeli. Apalagi jika pembatalan itu mengandung terlepasnya rezeki yang besar dari hasil penjual. Tapi yakinlah bahwa Allah akan menggantikan semua itu dengan yang lebih baik.
            
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa menerima pembatalan transaksi dari seorang Muslim, Allah akan membatalkan (menghapus) dosa-dosanya pada hari Kiamat.”(HR. Abu Daud).

 Toleransi Lebih Berarti 
Fleksibilitas dalam bisnis sangat diperlukan, apalagi dalam bisnis yang bergerak dinamis serta selalu diwarnai oleh perubahan yang mengejutkan. Dalam bisnis, seseorang akan menghadapi berbagai tipe konsumen dengan segala harapan dan keinginan.
            
Pedagang atau pebisnis tentu dituntut menguasai benar tentang spesifikasi produk yang dijualnya, keterangan pabrik, dan cara penggunaannya yang tepat. Kita bisa belajar dari orang-orang etnis Tionghoa. Apabila mereka berdagang, umumnya mereka tampak menguasai produk, termasuk cara penggunaannya. Jarang sekali mereka menggeleng tidak tahu jika ditanya. Bahkan, terkadang mereka sendiri yang menjelaskan perbandingan antara satu produk dengan produk lainnya, berikut saran-saran penggunaanya.
            
Demikianlah sehingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun pernah bersabda, “Penghuni Surga itu adalah setiap orang yang mudah, fleksibel (lentur), tidak mempersulit masalah dan dekat (dengan menusia).”(HR. Ath-Thabrani).
            
Jadi, toleran dalam menjual maupun membeli, bahkan mempermudah mereka yang sedang kesulitan adalah bagian flesibilitas bisnis yang kita perlukan untuk saat ini.

 Mengundang Ketenangan      
Kita ingat beberapa iklan bernada ancaman, tetapi penampilannya dibuat sehalus mungkin:
“Keluarga Anda terancam kuman penyakit. Tegakah Anda melihat orang-orang yang Anda cintai terbaring sakit? Sediakan selalu sabun pencegah kuman paling ampuh!”
            
Kira-kira bagaimana jika kita mendengar iklan seperti ini? Terbayang bahwa iklan ini menakut-nakuti atau membuat tidak tenang, tetapi ujungnya mengajak kita semua untuk membeli sebuah produk.
            
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menganjurkan hal-hal seperti ini yang sifatnya menakut-nakuti. Karena itu, dalam urusan jual-beli pun harus memiliki dua prinsip, yaitu MEMUDAHKAN dan MENYENANGKAN. Ibarat konsumen yang sedang membeli produk kita dan bertransaksi bisnis seperti sedang berekreasi.

Memudahkan Jalan Ke Surga          
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Diharamkan api neraka bagi setiap orang yang suka mengambil jalan mudah, bersikap lemah lembut, pemurah dan dekat dengan orang-orang.”(HR. Ahmad).
            
Sekali lagi pesan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam buat kita semua dalam hal kemudahan. Potret seperti ini bisa terjadi pada seorang yang selalu mempermudah orang lain, bersikap ramah, pemurah, dan aktif menjalin silaturahmi dengan siapa pun.
            
Pebisnis seperti ini memang sudah menerapkan apa yang disebut menajemen langit dalam segi bisnisnya. Manajemen langit ini mengembangkan tiga dimensi keandalan, yaitu Takwa, Akhlah, dan Beserah diri (Ikhlas).

Disarikan dari buku Busniness Wisdom of Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Bambang Trim.