Hot!

Apakah Menyentuh Wanita Asing Membatalkan Wudhu?


Oleh: Muhammad Husni Haikal

Sameeh.net - Mungkin hal ini sering terpikirkan oleh kita. Sebab, kadangkala kita pernah menemui seseorang yang bukan muhrim tiba-tiba tersentuh tanpa sengaja setelah berwudhu. Karena ada anggap bagi sebagian kaum Muslimin bahwa menyentuh seorang wanita yang muhrim saja bisa membatalkan wudhu terlebih yang disentuh adalah wanita asing.
            
Lajnah daimah pernah ditanya tentang permasalahan ini, yaitu batalkah wudhu karena berjabat tangan dengan wanita asing, sementara telah diketahui bahwa perbuatan itu adalah haram? Dan dalam kitab-kitab fiqih disebutkan beberapa hadits yang menyataka bahwa menyentuh wanita tidaklah membatalkan wudhu, dan ungkapan itu bersifar umum. Apakah ungkapan yang bersifat umum ini menjadi terikat dengan sesuatu yang membolehkan seorang pria menyentuh wanita atau tidak?
            
Yang benar menurut pendapat para ulama adalah bahwa menyentuh wanita atau berjabat tangan dengan wanita tidaklah membatalkan wudhu, baik wanita itu asing atau istri atau mahram, karena pada dasarnya seorang pria tetap dalam keadaan berwudhu (suci) hingga terdapat dalil syar’I yang menetapkan bahwa wudhu itu batal, sementara tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahwa menyentuh wanita asing membatalkan wudhu. Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”(QS. Al-Maidah: 6).
            
Bahwa yang dimaksud menyentuh dalam ayat diatas adalah bersetubuh, demikianlah pendapat yang benar di antara pendapat para ulama. Tapi kita tidak memungkiri akan dosanya orang yang menyentuh wanita asing yang bukan muhrim baginya.

Disarikan dari buku Fatwa-fatwa Tentang Wanita, lajnah Daimah.