Hot!

Ada Apa Denganmu Wahai Ukhti?


Oleh: Adeeva Afsheen Myesha

Sameeh.net - Hijab adalah identitas wanita Muslimah. Hijab ditunjukkan untuk menutupi perhiasan wanita dan melindungi keindahannya, bukan justru menjadi perhiasan baru atau pengganti keindahan.
Karenanya, jilbab bukan pengganti pengganti kemolekan tubuh yang ketat lalu menampakkan lekuk badan atau dipakai dengan model-model serta warna-warna yang ditunjukkan untuk mendapatkan perhatian dari lelaki maupun wanita.

Bila hijab justru jadi perhiasan yang menyebabkan Muslimah jadi pusat perhatian di mana pun ia pergi, tentu tujuan hijab yaitu menutupi perhiasan tidak terjadi. Karena hijab justru telah menjadi perhiasan baru.

Rasulullah juga mengingatkan lelaki dan wanita yang beriman kepada Allah untuk menjauhkan diri dari pakaian guna mengejar popularitas, atau berpakaian hingga ia menjadi perhatian yang lainny. Dalam hal ini dia berpakaian dengan tidak lazim.

Seorang Mukmin dengan Mukmin yang lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita.

Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pelajaran untuk saling memperbaiki.

Tentu kita sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita (kaum wanita) adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil kada “Istimewa” itu. Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?”

Padahal sudah banyak waktu enkau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang perintah berjilbab. Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab.

Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlihat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menurupi dirimu? Ada apa denganmu wahai ukhti?