Hot!

Warga Indonesia Jadi Boneka Ala Pemerintah Jokowi


Sameeh.net – Masih teringat peristiwa beberapa bulan lalu pasca naiknya Jokowi menjadi president. Belum genap 100 hari dari masa jabatan, Jokowi telah bermain ‘naik-turun-turun’ BBM. Harga kenaikan BBM dari 6500 menjadi 8500, kemudian turun menjadi 7600, kemudian turun lagi menjadi 6600.

Belum puas bermain ‘naik-turun-turun’, terjadi insiden baru kembali dengan naiknya harga beras akibat invasi kenaikan harga BBM. Menurut laporan yang berkembang, president tidak tahu menahu mengenai harga kenaikkan beras.

Lagi-lagi pemerintah ala Jokowi berulah. Kali ini aksi mereka dengan meloyokan nilai tukar rupiah, menaikkan tarif KA 60%, TOL kena pajak, hukum semerawut, bahkan saking saktinya jurus yang dipakai utang pun ditambah mejadi 100 Triliun dalam sebulan.

Luar biasa, warga Indonesia bak boneka yang dininabobokan. Kemana semangat perjuangan warga Indonesia yang katanya bisa mengusir penjajahan Belanda dengan Bambu Runcing? Di mana mahasiswa yang katanya bisa menggulingkan pemeritahan Orde Baru? Di mana mereka semua?

Kita akan menemukan mereka semua di acara-acara stasiun televisi, sosial media, seminar-seminar. Tak ada aksi di lapangan, tak ada perjuangan di jalan, yang ada hanyalah kegaulauan-kegaulan di koran-koran.

Sungguh miris melihat warga negeri ini. Memang benar sekali ungkapan yang mengatakan bahwa rakyat adalah cerminan dari seorang pemimpin. Jika ingin melihat pemimpinnya, maka lihatlah rakyatnya.

Belum lagi jika berbicara tentang agama negeri ini. Penduduk Muslim terbesar di dunia hanya menjadi stempel yang tersematkan begitu saja tanpa adanya realitas yang nyata. Lihat bagaimana Islam di injak-injak, dikambing hitamkan, difitnah, dan dihina, tapi hanya segelintir orang saja yang membelanya.

Sudah saatnya warga Indonesia untuk bangkit dari tidurnya. Bangkit untuk mengganti pemimpin yang lebih baik. Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang membela agama dan kehormatan rakyatnya, bukan seorang pemimpin yang hanya tahu bagaimana memainkan boneka dan permainan ‘naik-turun-turun’.
__________
Penulis : Haekal
Editor   : Haekal