Hot!

Semut dan Patung

Oleh: Muhammad Husni Haikal

Sudah dua hari si Semut nggk makan. Karena saking laparnya ia berlari sana-kemari mencari makanan. Eh, dia ketemu sama si Patung, kebetulan banget nih. Kan si Patung selama ini nggk pernah habis stok makanan, terlebih dia nggk pernah makan. Menurut cerita si Patung nggk pernah lapar.

Tanpa pikir panjang, si Semut langsung memotong sedikit daging ayam yang masih hangat. Belum sempat menggigit, si Patung berkata, “Hei Mut, jangan dimakan tu daging!” kata  Patung.

“Kenapa Tung? Kan mubazir kalau nggk dimakan. Lagian juga kamu nggk pernah kelaparan” jawab Semut.

“Bukan itu masalahnya, itu makanan buat kesyirikan tau”
“Syirik? Emang syirik itu apa sih, aku nggk paham Tung”

“Syirik itu menyekutukan Allah dengan segala sesuatu. Baik dengan menyembah benda, memberi sesajen, datang ke dukun dan lain sebagainya” jelas Patung sedih.

            “Eh, Tung kenapa kamu kok jadi sedih sih?”

Akhirnya si Patung curhat, “Begini ceritanya, aku kan Patung dan nggk bisa ngapa-ngapain. Setiap hari orang datang meminta sesuatu dariku. Padahal aku nggk bisa ngasih apa-apa buat mereka. Saking semangatnya, mereka datang dengan membawa berbagai macam hidangan. Mereka berharap bahwa aku bisa mengabulkan permintaan mereka.”

“Emang mereka minta apa aja sama kamu Tung?” tanya semut penasaran.
 “Ya banyaklah, ada yang minta mobil, rumah, jodoh dan masih banyak deh. Bahkan ada dari mereka yang meminta no togel dari aku.”

 “Setiap malam aku selalu sedih dan gelisah. Bagaimana aku akan mempertanggung jawabkan semua ini di hadapan Allah kelak. Aku selalu menjadi sarana yang dipakai manusia untuk melakukan kesyirikan. Aku tak kuasa menghadap Allah di hari kiamat kelak dengan keadaan seperti ini. Bagaimana Aku akan menghadap-Nya sedangkan Aku salah satu dari sarana untuk menyekutukan-Nya.”

“Manusia tidak pernah berpikir bagaimana perasaanku. Mereka dengan bodohnya melakukan itu semua. Mereka melakukannya tanpa ada rasa bersalah, bahkan ada diantara mereka yang meyakini bahwa menyembah dan memberikan sesajen bagi Patung akan mendatangkan berkah dalam hidup” Lanjut Patung.

“Padahal jika mereka menggunakan sedikit otaknya, pasti mereka akan berpikir kok patung bisa memberikan mobil, jodoh, rumah kepada mereka? Padahal Aku nggk bisa apa-apa. Jangankan membuat mobil, gerak satu senti aja Aku nggk mampu.”
            
“Memang hati manusia sudah dibutakan oleh Setan. Setan telah membuat akal dan ruh mereka terkotori dengan berbagai maksiat. Mereka buta kepada siapa harus meminta, saking butanya mereka berani meminta kepadaku. Seandainya tanganku ini bisa bergerak, niscaya sudah kutampar mereka semua.”
            
“Aku sesak, perih dan sangat sedih melihat semua ini Mut. Aku selalu berharap, kiranya ada orang yang membawa kapak dan palu untuk menghancurkan tubuhku ini, sehingga penderitaan yang kualami segera berakhir” jelas Patung panjang lebar.
            
Tak kuat menahan sedih. Si Patung menangis sejadi-jadinya, menangis melihat dirinya disembah padahal ada Rabb yang lebih berhak disembah ketimbah dia. Si Patung menangis histeris, ia menangis tanpa mengeluarkan sebutir air mata pun.
            
“Mut, bawa aja daging ayam yang ada dibawah ku ini. Lagian juga Aku nggk bisa makan” perintah Patung sambil terisak-isak.
            “Ngak Tung”
            “Kenapa Mut?”

            “Aku nggk mau makan makanan yang dibuat untuk menyekutukan Allah”.