Hot!

#KembalikanMediaIslam Masuk ‘Trending Topic’ Indonesia


Sameeh.net (JAKARTA) - Tagar #KembalikanMediaIslam menduduki tranding topik Indonesia di sosial media Twitter, Senin (30/3). Hal ini sebagai protes dari netizen terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) yang telah mengabulkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memblokir 19 media Islam yang dituding menyebarkan paham radikalisme.

Sebuah akun Twitter @Abdul_Qohar27 mempertanyakan apakah pihak Kemenkominfo dan BNPT telah melakukan cek dan ricek terhadap situs-situs yang telah diblokir tersebut.

“Banyak media Islam sbg portal dakwah ditutup karena ada anggapan radikalisme. Namun, prnahkah ada klarifikasi hal tsb? #KembalikanMediaIslam,” tulisnya.

Sementara itu, Akun @Ferry_Sandi turut menyayangkan tindakan Pemerintah membiarkan situs-situs yang dapat merusak moral justru dibiarkan. “lalu bagaimana dengan situs-situs yang merusak moral? Ada jutaan anak-anak yang terancam akhlaknya atas situs bejad. #KembalikanMediaIslam,” kicaunya.

Banyak netizen yang beranggapan bahwa media-media yang dianggap menyebarkan pemahaman radikalisme itu justru bersikap netral dan tidak membahayakan.

“Padahal banyak dari media online itu bersikap netral, bahkan anti ISIS. tapi pemerintah, lewat BNPT, memberangus semua. #KembalikanMediaIslam,” tulisnya.

Salah satu media yang masuk daftar blokir BNPT adalah situs Islam dakwatuna.com. Melalui akun resminya @dakwatuna, portal Islam yang menyajikan berbagai informasi baik dalam dan luar negeri ini menulis, bahwa diblokirnya media-media Islam merupakan bagian dari matinya kebebasan pers.

“Turut berduka atas matinya kebebasan pers. #BringBackDakwatuna,” tulis akun @dakwatuna.

Dari kicauan akun @dakwatuna tersebut, banyak pihak yang menyayangkan aksi pemblokiran ini.

“knp ga ada dialog dulu? @rudiantara_id @kemkominfo “@dakwatuna: Turut berduka atas matinya kebebasan pers. #BringBackDakwatuna,” tulis akun @BungAji

Namun, netizen juga mendukung aksi pemblokiran, asalkan Pemerintah secara teliti mengecek kembali apakah situs-situs yang dianggap radikal itu terbukti. “Sy dukung @kemkominfo rapikan situs berita, tp @dakwatuna @hidcom bukan situs radikal!” tulis @GanjarWY.

Bahkan, seorang penulis novel Asma Nadia turut bersuara dengan akun Twitter pribadinya. “@berita3jambi: Innalillahi, Pemerintah Tutup Akses Situs Islam Terbesar Indonesia http://goo.gl/fb/FfIYvi #KembalikanMediaIslam”-> RT yuk!”. (twitter/abr/dakwatuna)

Sumber: www.dakwatuna.com