Hot!

Katakan Tidak dan Tak Akan Pernah Tuk Valentine

Oleh: Muhammad Ridhwan
(Mahasiswa Lipia Jakarta)

Sameeh.net - Setelah perayaan pesta tahun baru awal tahun kemarin, kini kembali menyapa satu perayaan dibulan februari. Tak sedikit dari kawula muda terlena dengan bulan ‘cinta’ katanya. Tak  hanya dari kalangan pemuda tapi dari setingkat anak – anak SD, Remaja, bahkan orang tua pun tak mau ketinggalan dalam memeriahkan pesta tersebut. Bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. 

Biasanya pada 14 Februari mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta. Media elektronik pun ikut serta memeriahaknnya dengan berbagai macam cara dan acara.
Dengan alih – alih kasih sayang ini pula begitu banyak kawula muda yang kehilangan kehormatannya. Mawar ( nama samara ) adalah seorang insial siswi SMA favorit di kota santri Cianjur, layaknya seorang muda-mudi yang terbakar api asmara si Mawar mempunyai pacar romatis dan care, sampai suatu ketika sang pacar meminta kesungguhan atas cintanya untuk memberikan kegadisannya di hari Valentine, tentu saja hal itu di iyahkan akibatnya si perempuan tadi hamil ini masih satu contoh fenomena dari sekian banyak kejadian yang menyayat hati apalagi pelakunya tak lain adalah orang yang mengaku islam.

Siapa yang bisa mengelak, bahwa Valentine’s Day di kalangan remaja yang tumbuh di Kota Besar, identik dengan dunia gemerlap (dugem), pesta miras, perzinahan, dan mengkonsumsi barang-barang terlarang, seperti ecstasy, shabu-shabu dan sejenisnya.
sebagaiman kita ketahui bersama baru – baru ini beberapa minimarket menjual coklat yang disertai kondom bahkan ada beberapa oknum yang membagikannya secara cuma – cuma.

Ada satu peristiwa itu berawal ketika Bunga (nama samara) diajak jalan-jalan oleh pacarnya Her (17) ke daerah Ciater. Waktu itu Her berdalih ingin memanjakan korban pada hari kasih sayang. Selain membawa korban, Her juga mengajak sahabat-sahabat-nya yang lain yang rata-rata masih berusia 17 hingga 18 tahun. Setiba di Subang, mereka tiba-tiba mengurungkan niat untuk pergi ke Ciater, tetapi malah kembali ke Pagaden dan sepakat merayakan valentine dengan cara pesta minuman keras di sebuah gang sempit di Dusun Wanakersa, Pagaden.

Saat itu, korban terus didesak Her untuk mencicipi minuman keras. Beberapa menit setelah meminum minuman keras itu, korban merasakan pusing kepala. Kondisi seperti itu rupanya malah dimanfaatkan Her dan teman-temannya untuk melampiaskan nafsu. Setelah puas mereka langsung pergi dan membiarkan korban tergeletak di pinggir gang.

Para ahli sejarah mengatakan bahwa dasar dan sejarah dari asal muasal hari valentine ini kebanyakan memiliki latar belakang yang tidak jelas sama sekali, ada banyak versi tentang asal dari perayaan ini. Tetapi paling populer berkaitan dengan kisah dari pendeta Santo Valentinus yang hidup pada masa Kaisar Claudius II, Ia kemudian menemui ajalnya pada tanggal 14 Februari 269 M. 

Dalam versi lain, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengada-kan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nasrani bersama 46 kerabatnya. 

Yang jelas, jika kita telisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (atau penyembahan dewa-dewi) Romawi Kuno, Valentine day adalah perayaan yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala. Tapi gimanapun sejarahnya yang jelas dan pasti bukan dari islam.

Padahal Allah telah menegaskan didalam firman-Nya Q.S Al Israa : 36 
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

Q.S Ali Imran : 85 juga menjelaskan: “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Dan Rasulullah saw pun mentakkid dalam haditsnya: “Barang siapa meniru kebiasaan suatu kaum (agama) maka dia termasuk agama itu”.
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah:
1. Ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah (tuntunan Allah dan Rasul-Nya).
2. Tidak ada suatu bid’ah pun yang dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yang ditinggalkan.
3. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap rekaat shalatnya membaca. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Qs Al-Fatihah 6-7).

Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Siapa yang mengikuti negara-negara ‘ajam dan melakukan perayaan Nairuz dan Mihrajan serta menyerupai mereka sampai ia meninggal dan dia tidak bertaubat maka dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat.” 

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya mengenai valentine maka beliau menanggapi dengan jawaban : Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: 
Pertama, ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syariat Islam.

Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para pendahulu kita yang sholeh. Semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. 

Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain! 

Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka. 

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Bagi kamu yang masih Allah rahasiakan jodohnya ingat alih - alih merayakan hari valentine dengan ucapan “ aku cinta padamu” mending tunggu  waktu dan orang yang tepat mengucapkan “jadikan aku halal untukmu”

Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang saling mencintai karna Allah dan membenci karna Allah ‘azza wa jalla.
Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.
 Wallahu a’lam bish-shawwab