Hot!

Bakar Manusia Hidup-hidup, Bukti Sadisnya Akal Khawarij Modern

Oleh: Ust. Abu Husein At-Thuwailbi & Ust. Abi Syakir AMW

Sameeh.net - Bismillah Was Shalatu Wa Salamu 'Ala Rasulillah Wa 'Ala Aalihi Wa Shahbihi Wa Man Waalah.
Amma Ba'du.

Kami teringat dengan perkataan seorang Ulama Mujahid di zaman ini, Syaikh Al-Muhaisiny -Thawwalallahu 'Umrohu Fil Jihadi Ila Sabiilih-, beliau pernah berkata,“TIDAK ADA ULAMA ISLAM YANG MENYERTAI ISIS”.

Allahul-Musta'an, sekarang-sekarang ini sedang hangat-hangatnya media massa; baik nasional maupun internasional mempublikasikan berita ISIS membakar hidup-hidup seorang pilot yordania yang mereka tawan.

Sebenarnya, terkait dengan penggembosan sang pilot terhadap ummat islam untuk tidak berjihad ke Suriah itu merupakan hal yang provokatif tentunya, apalagi ketika ia turut serta dalam koalisi penyerangan terhadap mujahidin di suriah yang dipimpin oleh kafirin Amerika. kalaupun memang berhak di eksekusi karena telah tawalli dengan kafirin -berdasarkan prasangka mereka- ya silahkan, namun BUKAN DENGAN CARA DIBAKAR HIDUP-HIDUP.

Sebelum kita lanjutkan, perlu kami tegaskan bahwa ISIS adalah gerakan khawarij gaya baru dizaman ini yang telah difatwakan SESAT oleh para ulama mujahidin dan ahlu tsughur. sejumlah ulama seperti Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi, Syaikh Aiman Az-Zhawahiri, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr, Syaikh Shalih Fauzan Bin Abdillah Al-Fauzan, Syaikh Al-Muhaisini, dll telah memfatwakan bahwa Daulah ISIS adalah KHAWARIJ zaman ini. Mereka bukan Daulah Islamiyah 'Ala Manhajinnubuwwah, tetapi Daulah Bid'iyyah 'Ala Manhaji Syaithoniyyah. Semoga Allah memberi mereka petunjuk dan kembali ke jalan yang benar.

Adapun yang baru-baru ini berupa tindakan sadis dan keji mereka membunuh manusia dengan api (yakni membakarnya hidup-hidup), maka hal itu jelas dilarang dalam islam dan merupakan TINDAKAN YANG SANGAT BIADAB, SAMA SAJA DENGAN SYI'AH RAFIDHOH YANG DAHULU PERNAH MEMBAKAR HIDUP-HIDUP UMMAT ISLAM IRAQ DI TUNGKU API AZ-ZAHRA.
Dalam Kitab Sunan Abu Dawud 2/61 no.2673 Rasulullah Shallahu’alaihi Wassalam pernah bersabda:

إن وجدتم فلانا فاقتلوه ولاتحرقوه فإنه لا يعذب بالنار إلا رب النار
“Jika engkau mendapai si fulan, maka bunuhlah ia, dan jangan membakarnya, sebab sesungguhnya tidaklah menghukum dengan api kecuali Rabb-nya api.”

Dan juga sabda beliau Shallahu’alaihi Was salam :
َإِنَّ النَّارَ لَا يُعَذِّبُ بِهَا إِلَّا اللَّهُ
“Sesungguhnya api itu, tidaklah digunakan untuk menghukum kecuali oleh Allah.”
(Dalam Kitab Shahih Al-Bukhari 4/61 no.3016).

Dlam Kitab Kitab Syarah Riyadhus-Shalihin 6/300 Faqihuz Zaman Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah berkata :
لا يحل لإنسان أن يعذب أحدا بالإحراق، لأنه يمكن التعذيب بدونه، ويمكن إقامة الحدود بدون ذلك، فيكون الإحراق زيادة تعذيب لا حاجة لها
“Tidak halal bagi seseorang untuk menghukum siapapun dengan cara membakarnya, sebab penghukuman itu masih bisa dilakukan dengan cara yang lain. Begitupula pelaksanaan hukum-hukum had masih bisa dilakukan dengan tanpa membakarnya. Maka, sama sekali tidak diperlukan adanya pembakaran sebagai tambahan bagi hukuman tersebut.”

Saudaraku kaum Muslimin yang semoga dirahmati Allah, menghukum tawanan dengan dibakar adalah perbuatan THOGHUT. Sebagaimana dahulu mereka telah membakar Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, membakar Ashabul Ukhdud yang diabadikan dalam surat Al-Buruj, juga membakar seorang Shahabat Nabi Radhiyallahu'anhu.

Menurut Syaikh Usamah Sayyid Al Azhari, Guru Besar Hadits Al-Azhar Kairo; hadits yang meriwayatkan bahwa Khalifah Abu Bakar dan Khalid Bin Walid membakar tawanan dengan api adalah TIDAK SHAHIH alias BATIL, karena dalam seluruh periwayatannya terdapat perawi bernama Ulwan Bin Dawud Al-Bajali yang cacat.

Darul Ifta' Al-Mishriyyah (Lembaga Fatwa Mesir) menyebutkan bahwa Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Lisanul Mizan menukil bahwa Imam Bukhari menyatakan,“Ulwan Bin Dawud, disebut Ibnu Shalih, munkarul hadits”.

Darul Ifta' Al-Mishriyyah (Lembaga Fatwa Mesir) juga menegaskan bahwa sanad kisah pembakaran yang dinisbatkan kepada Khalid Bin Walid adalah BATHIL. Hal ini disebabkan karena dalam periwayatannya terdapat perawi bernama Muhammad Bin Humaid Ar-Razi, dimana Imam Ibnu Hibban berkata mengenai dirinya,“ia termasuk yang meriwayatkan secara sendirian dari para perawi tsiqah dengan banyak hal yang terbalik. Abu Zur'ah dan Muhammad Bin Muslim Bin Warah berkata,“Shahih bagi kami bahwa sesungguhnya ia berbohong”.

Demikian tanggapan Darul Ifta' Al-Mishriyyah (Lembaga Fatwa Mesir) yang dilansir oleh pusat Penyiaran Darul Ifta' Al-Mishriyyah (4/2/2015) merespon tindakan neo-khawarij ISIS terhadap pilot yordan Mu'adz Kasasbih.

Alasan kaum Khawarij (ISIS) tinggal satu, yaitu riwayat Khalifah Ali Radhiyallahu'anhu membakar orang-orang Syiah Saba'iyyah yang mempertuhankan beliau.
Kisah Khalifah Ali itu sangat masyhur sehingga tak perlu diragukan keshahihannya. Hampir kajian-kajian tentang akidah Syiah selalu disinggung kisah itu.

Jawaban Kami:
1. Apakah perbuatan Khalifah Ali itu bisa menganulir hukum Syariat yang tetap; yaitu larangan membunuh makhluk dengan membakar ?? Demi Allah tidak akan bisa. Kata Imam Malik: “Semua perkataan bisa diambil atau ditolak, kecuali perkataan penghuni kubur ini,” sambil menunjuk ke makam Nabi. Jelas siapa Nabi kita dan siapa Shahabat Nabi ?!
2. Diriwayatkan dalam Kitab Shahih Bukhari 4/61 no.3017dari Ibnu Abbas:
أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَرَّقَ قَوْمًا فَبَلَغَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحَرِّقْهُمْ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ
وَلَقَتَلْتُهُمْ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ
“Ali radhiyallaahu ‘anhu telah membakar sekelompok orang, maka ketika hal ini disampaikan kepada ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata : “Adapun aku, apabila hal seperti ini terjadi padaku, maka aku tidak akan membakar mereka sebab Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Janganlah kalian meng-adzab dengan adzab Allah”. Meski begitu aku pasti akan membunuh mereka sebab Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :“Barangsiapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia.”

Pada akhirnya, ketika perkataan ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu ini disampaikan kepada ‘Ali radhiyallaahu‘anhu, beliau lalu berkata :
فقال صدق ابن عباس
“Benarlah ibnu ‘Abbas.”
(Kitab Sunan At-Tirmidzi 4/59 no.1458)

Ini menunjukan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallaahu ‘anhu membenarkan apa yang dikatakan oleh ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu, tidak boleh seseorang menghukum siapapun dengan cara membakarnya.

3. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa yang dilakukan Khalifah Ali adalah "membakar mayat" bukan membakar orang hidup.

4. Ketika Khalifah Ali terbunuh, si pelaku tertangkap; tapi dia tidak dihukum mati dengan cara dibakar, padahal dosanya baru membunuh Khalifah.

Demikianlah, kita harus hati-hati dengan paham Khawarij dan dai-dai pendukungnya, di indonesia dikenal seorang Da'i pendukung ajaran neo-khawarij bernama Abu Sulaiman Aman Abdurrahman -Hadahullah-.

Sejelek-jeleknya Murji'ah (meskipun kami bukan kelompok itu wal-'iyaadzu billah), mereka tidak divonis oleh Rasulullah sebagai: "anjing-anjing neraka, sejelek-jelek makhluk di kolong langit, imannya melesat seperti anak panah, pahala menumpas mereka besar" dan lain-lain.

Fakta ini menunjukkan bahwa bukan hanya hobi menembakkan meriam takfir secara serampangan dan aksi-aksi lapangan yang mengerikan, tapi cara berfikirinya pun juga ganas. demikianlah realita yang mewarnai gerakan radikal dan sesat neo-khawarij kontemporer yang di pelopori oleh Daulah Islamiyah Fil Iraq Wa Syam (Da'isy) atau yang sering juga dikenal dengan sebutna Islamic State (IS).

Hal ini terjadi karena SUDAH TERLAMPAUI dosa terberat dalam kehidupan, yaitu mengkafirkan dengan seenaknya. Bila dosa ini terlampaui, yang lain-lain jadi ringan.
Kembali kepada kasus pembakaran pilot Yordan dalam kerangkeng; para pendukung kelompok Khawarij zaman ini membela diri: "Mengapa mereka diam saja saat As-Sissi membakar ribuan anggota IM di Rabi'ah Adawiyah? Kini kalian baru teriak-teriak."

Kami Jawab: TIDAK, TIDAK, TIDAK. Kaum Muslimin sedunia berduka atas tragedi itu. Demo mengecam terjadi di mana-mana, termasuk Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan pernyataan mengecam. Turki melawan keras! Gerakan-gerakan Islam dan ulama mengutuk keras. Jamaat Islami Pakistan bersuara lantang. Bahkan sampai-sampai sejumlah kalangan ada juga yang mendoakan laknat bagi As-Sissi. Banyak ulama-ulama Saudi mengurung diri di rumah menangisi bencana itu. Mujahidin Suriah menyerukan Al-Ikhwan untuk melawan. Tapi mereka menolak.

Apa semua itu disebut “diam saja”? Allah Maha Tahu amal hamba-hamba-Nya.
Lalu apa yg dilakukan Khawarij modern setelah terjadi pembantaian kejam di Kairo itu?
Apakah mereka mengerahkan pasukan ?
Apakah mereka membela kaum tertindas ?
Apakah mereka menyelamatkan kaum wanita ?
Haasya Wa Kalla !!! Wallahi TIDAK sama sekali !! Mereka malah mensyukuri nasib Al-Ikhwan, memurtadkan dirinya karena ikut demokrasi dalam politik; mereka menyoraki Al-Ikhwan sebagaimana Syi'ah Rafidhah melakukannya. Hati telah membatu, akal telah hancur.
Begitu perihnya sampai ulama Jihadi asal Yordan menulis surat terbuka mengecam Al-Baghdadi yang menari-nari di atas penderitaan Muslim. Sampai Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi menyebut orang itu dengan ungkapan "si peminum darah".

Inilah kebrutalan akal kaum Khawarij. Mereka kini mempertanyakan sikap “diam” kita atas PEMBANTAIAN KAIRO; seolah mereka ingin menyamakan diri dengan As-Sissi yang suka membakar manusia. Di sisi lain mereka lupa: Siapa yang menyoraki penderitaan Al-Ikhwan di Rabiah Adawiyah ketika itu? Inilah kebrutalan akal yang tak termaafkan !!

Tapi tunggu, di tangan Khawarij, memang kaum Muslimin tak punya apapun yang berharga. Harta, darah, kehormatan; tak ada artinya. Mereka telah MENGHALALKAN HAK-HAK UMMAT, setelah Syariat datang untuk MENJAGANYA.
Mereka sering berlindung di balik upaya MENGHADANG SYI'AH; padahal dalam diri mereka ada bahaya yang tak kalah ganasnya dari Syi'ah.

Saudaraku kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah, Ini sekedar penjelasan saja sebagai uapaya untuk meluruskan syubhat-syubhat kaum Khawarij gaya baru yang membahayakan generasi muda kita. Yakinlah bahwa Ahlus Sunnah lebih tangguh dari jalan-jalan SESAT itu. Bila Anda kini punya teman-teman Khawarij, saatnya kita berpisah jalan dengan mereka. Jangan memelihara ular di rumah; suatu ketika ia bisa menyerang si pemelihara.
Allahu A'lam Bis Shawab.