Hot!

Allahu Akbar: Kabar Gembira Dari Negeri Saudi, Ulama Mujahid Dibebaskan Dari Penjara

Oleh: Abu Husein Ath-Thuwailibi

Sameeh.net - Sudah menjadi rahasia umum di mana selama Raja Abdullah bin Abdul Aziz berkuasa di Saudi, banyak sekali keputusan pemerintah yang dikritik oleh para ulama Robbani, sehingga akibat dari kritkan tersebut, ulama Robbani pun harus menelan pil pahit, masuk dalam sel penjara.

Abu Husein At-Thuwailibi (Aktivis Dakwah Lapangan) menerangkan bahwa sejarah telah membuktikan, Raja Saudi yang saat itu mendukung pemberontakan terhadap Dr. Muhammad Mursi di Mesir, ia mendukung sepenuhnya mliter Mesir yang dipimpin Jendral Zhalim As-Sisi membunuhi dan membantai umat Islam di Mesir. Alasannya karena satu hal; Arab Saudi sangat membenci Ikhwanul Muslimin.

Di mata Arab Saudi Ikhwanul Muslimin dianggap menggoyang eksistensi politik kerajaan. Pembantaian berdarah pun terjadi, ribuan nyawa kaum Muslimin, anak-anak, dan wanita melayang seketika. Peristiwa ini mendapat kecaman dari banyak kalangan, baik Salafi maupun Haraki.

Sejumlah ulama Arab di antaranya Syaikh Muhammad Al-‘Arifi, Syaikh Salman Al-Audah dan lainnya dianggap Hizbi oleh kerajaan karena berani mengkritik pemerintah. Tak bisa disangkal, jeruji besi pun menemani keseharian mereka.

“Saya sendiri di tuduh oleh seorang mahasiswa Universitas Islam Madinah sebagai orang-orang yang hobi menjelek-jelekkan Arab Saudi” terang Abu Husein.

Menurutnya sikap kritis yang sering ditujukan ke pemerintah Arab Saudi bukan wacana untuk menjelek-jelekkan kerajaan. Bahkan tuduhan Mahasiswa UIM yang disebarkan di media sosial merupakan sebuah fitnah yang tak beralasan.

Bebasnya Syaikh Salam Al-Audah

Kerajaan Arab Saudi, pada hari Selasa (17/2/2015) yang lalu, menetapkan pencabutan cekal atas ulama dan dai, Syaikh Salman Al-Audah, setelah lama menjalani jeruji besi di bawah kekuasaan Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Pernyataan itu disampaikan sumber pejabat kerajaan, “Cekal atas Syaikh Salman Al-Audah telah dicabut. Nama tertulis dalam daftar orang-orang yang dicabut cekalnya untuk bepergian ke luar negeri.”

Seperti yang banyak dikabarkan, Syaikh Salman Al-Audah adalah ulama Rabbani yang lurus aqidahnya di atas manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah. Di mana dia berani terus terang mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang dinilai menyimpang dari syariah.

Raja Salman, selaku pemegang kekuasaan di kerajaan Saudi saat ini memang terlihat berbeda dengan raja sebelumnya. Banyak reformasi yang dilakukannya untuk kembali kepad tatanan Islam yang sesungguhnya meski secara perlahan.

Semoga dengan bebasnya Syaikh Salman Al-Audah menjadikan dakwah manhaj Nabawiyah kian semarak, dan menjadi tonggak lahirnya para pejuang Islam yang tambah banyak di Saudi. Allahu Akbar.
___________
Editor: Muhammad Husni Haikal