Hot!

Ada Apa Dengan Doa Kita?

Oleh: Fitra Hudaiya N.A
(Mahasiswa Islamic Center Al-Islam)

Sameeh.net - Tulisan ini adalah penjelasan singkat atas perkataan imam ahli zuhud Ibrahim bin Adham yang menjelaskan di dalamnya  beberapa hal dari penghalang terkabulnya doa.

Diriwayatkan dari Syaqiq bin Ibrahim, ia berkata: “Pada suatu ketika Ibrahim bin Adham masuk ke dalam salah satu pasar di Bashrah, kemudian orang-orang berkumpul di hadapannya seraya bertanya: “Wahai Abu Ishaq, sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman di dalam kitab-Nya:
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu..” (QS. Al-Mu’min: 60)

Sedangkan  kami telah berdoa kepadanya sejak setahun lalu, akan tetapi ia belum juga mengabulkan do’a kami?”. Mendengar pernyataan itu, maka Ibrahim bin Adham menjawab: “Wahai penduduk bashrah, sesungguhnya hati-hati kalian telah mati disebabkan sepuluh hal:
a. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
b. Kalian menbaca kitabullah tetapi tidak beramal dengannya.
c. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
d. Kalian mengetahui permusuhan setan kepada kalian tetapi kalian justru bersahabat dengannya.
e. Kalian mengatakan cinta surga tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya.
f. Kalian mengatakan takut neraka tetapi kalian justru menggadaikan diri kalian dengannya.
g. Kalian mengetahui bahwa kematian itu adalah benar, tetapi kalian tidak bersiap-siap menghadapinya.
h. Kalian sibuk dengan aib saudara kalian tetapi justru mengabaikan  aib kalian sendiri.
i. Kalian telah menikmati berbagai nikmat Rabb kalian, akan tetapi kalian mensyukurinya.
j. Kalian mengubur jenazah di antara kalian tetapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.

Imam al-Qurthubi telah menyebutkan perkataan semacam ini dalam tafsirnya dengan lafadz-lafadz yang berbeda, akan tetapi dengan makna yang sama.

Qatadah berkata: “Ka’ab al Ahbar berkata, ‘umat ini (islam) diberikan tiga hal yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, selain seorang nabi, yaitu:
Pertama: Apabila Allah Ta’ala mengutus seorang nabi maka ia berfirman kepadanya: “engkau adalah saksi atas umat mu.”, dan “Aku menjadikan kalian (umat Islam) saksi atas sekalian umat manusia.” 

Kedua: adalah Allah berfirman kepada nabi: “sekali-kali, tidak ada kesempitan bagimu dalam agama. Dan kepada umat ini Allah berfirman: “Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al Hajj: 78).

Ketiga: adalah Allah berfirman kepada nabi: “berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan do’amu! Dan kepada umat ini Allah berfirman: “berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min: 60).”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda:
“Akan senantiasa dikabulkan do’a seorang hamba, selama ia tidak berdo’a di dalamnya dengan permohonan yang mengandung dosa (kemaksiatan) atau dimaksudkan untuk memutusakn silaturrahmi atau tergesa-gesa dalam do’anya itu. Mereka (para sahabat) bertanya:  “apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu, ya rasulullah?” beliau bersabda: “pendo’a itu mengucapkan, aku telah berdo’a, aku telah berdo’a; akan tetapi aku belum juga melihat bahwa do’aku dikabulkan.” Maka, ketika itupun ia berhenti dan tidak lagi berdo’a.”

Ketahuilah, sesungguhnya yang termasuk dosa adalah semua hal yang mengandung dosa, sedangkan yang termasuk memutuskan silaturrahmi adalah melakukan berbagai hal yang dapat mengganggu hak-hak kaum muslim dan dapat membuat mereka terzhalimi.
Sahl bin Abdullah at-Tastari berkata: “Syarat doa itu ada tujuh, yaitu: rendah diri, takut, rasa harap, konsisten, khusyu’, bersifat umum dan makan yang halal.”