Hot!

Sameeh.net Ucapkan Selamat Kepada Mahasiswa LIPIA


Sameeh.net - Daripada mengucapkan "Selamat Natal" untuk orang-orang kristen,yakni mengucapkan selamat atas lahirnya Yesus Kristus sebagai "Tuhan", lebih baik kami (Muhammad Husni Haikal) mewakili para ustadz dan segenap pengelola sameeh.net mengucapkan selamat buat seluruh Mahasiswa-mahasiswa LIPIA harapan bangsa.

Kami ucapkan selamat kepada mahasiswa-mahasiswa wisudawan LIPIA, semoga Allah memberikan taufiq nya kepada anda semua dan menjadikan anda sekalian generasi penerus para Da'i dan cendikiawan Sunni yang berkarakter Mujahid, membangun bangsa ini dan mengangkat kehinaan bangsa ini yang kian lama terpuruk menuju bangsa yang taqwa dan masyarakat yang islami.

'Alhamdulillah 'Ala Kulli Haal, pada hari kamis 18 desember 2014 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta menyelenggarakan wisuda terhadap 979 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari empat angkatan yaitu angkatan ke 34,35,36 dan 37.

Peserta wisuda adalah alumni program pendidikan I'dad Lughowi, Takmili, Diploma Bahasa Arab dan Syari’ah. Semua yang hadir adalah wisudawan, tidak ada wisudawati.

Acara yang diselenggarakan mulai pukul 09.00 s/d 13.00 WIB di gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta ini berlangsung meriah. Hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Al Mubarak, beberapa Duta Besar negara sahabat, tamu undangan dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh dan para pimpinan Ormas Islam.

LIPIA sudah lama memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa ada kesamaan antara pemerintah Indonesia dengan kerajaan Arab Saudi yaitu mengajarkan Islam yang moderat namun revivalis.

Seperti kita ketahui bersama, LIPIA adalah perguruan tinggi yang menginduk kepada Universitas Imam Muhammad bin Saud di Riyadh Arab Saudi. Didirikan di Jakarta 36 tahun lalu dengan jumlah alumni hingga saat ini mencapai 12.860 orang.

Saat ini jumlah mahasiswa LIPIA mencapai 2871 dan dosen 71 orang. Perguruan tinggi ini tidak memungut biaya sepeserpun kepada para mahasiswanya, bahkan mereka diberikan uang saku tiap bulannya (mukafa'ah). Kegiatan perkuliahan dilakukan dengan menggunakan bahasa Arab dan sebagian besar dosen didatangkan langsung dari Timur Tengah.

Lembaga Islam yang berafiliasi pada aqidah dan manhaj ahlus sunnah wal jama'ah, yang akan senantiasa menerbitkan para ulama dan cendikiawan muslim yang berkarakter, membentengi ummat ini dari segala noda yang merusak ideologi bangsa seperti Syi'ah Rafidhah dan yang semisalnya.

Akhi, ketahuilah, setiap tahunnya ribuan siswa-siswi lulusan SMA atau pesantren sederajat merasakan getir pahit kekecewaan tidak lulus di universitas LIPIA.

Mereka depresi, frustasi, bingung tak tahu apa yang akan dilakukan. Di LIPIA saja tidak di terima apalagi ke Universitas Madinah, demikianlah pemikiran mereka.... Putus asa pun hinggap di benak.
Semua rencana yang telah tersusun rapi akhirnya rusak berantakan.

Seluruh daftar keinginan yang akan dilakukan setelah diterima pun terhapus oleh kekecewaan.

Harapan dan asa yang terkumpul selama ini akhirnya harus terbang tertiup angin kekecewaan.

Benar-benar musibah, namun apa mau di kata, demikianlah kehendak sang Maha Pencipta.

Kontras dengan hal itu, ribuan siswa-siswi atau santri-santri lainnya mereguk manis kepuasan menjadi mahasiswa-mahasiswi di universitas LIPIA yang mereka idamkan. Gembira, bahagia, puas dengan apa yang mereka dapatkan. Sampai-sampai lupa bersyukur bahwa itu merupakan nikmat Allah ta'ala yang diberikan.

Masuk gerbang kampus dengan bangga, mengenakan nama almamater universitas atau lembaga yang di impikan, menyandang gelar baru dari hanya "siswa" menjadi "mahasiswa", dari "santri" menjadi "maha santri".

Melihat senior-senior mereka merasa ciut diri, seakan diri ini tak punya ilmu apa-apa lagi.
Merasakan suasana baru, bebas, seakan baru keluar dari penjara yang bernama sekolah atau pesantren.

Mencatat materi atau tidak dosen seolah tak peduli, masuk studi cuma buat absen doang tanpa ada yang ngurusi, ngerjain tugas pun akhirnya cuma bisa copas milik teman sendiri.
Sampai akhirnya lupa diri....

Waktu berlalu tanpa terasa udah menyandang gelar “es satu” alias “Lc”, keluar gerbang kampus bagaikan profesor nomer satu,padahal ya nilai di ijazah cuma segitu-gitu...

Ah, yang penting lulus dulu...katanya begitu...

Sampai di masyarakat bagaikan tak berilmu...
Ditanya masalah ini itu jawabnya nanti dulu...
Alasan seabrek padahal sebenernya tidak tahu...
Sampai akhirnya ngomong seenaknya nggak pakek ilmu...
Dan akhirnya menyesatkan orang tanpa ragu-ragu...

Musibah diatas Musibah ... !!

Bagusnya universitas tidak menjamin bagusnya lulusan.

Lulusan universitas nomer satu bisa saja kalah saing dengan yang tidak masuk universitas. Karena yang menentukan bukan hanya tempat belajar yang bagus, namun lebih ditentukan dari barokah ilmu yang didapat.

العلم بالتوفيق لا بالمكان

“Ilmu itu diraih karena taufiq bukan hanya karena tempat belajar”.

Ilmu sedikit namun berbarokah itu lebih banyak manfaatnya, apalagi kalau ilmunya banyak dan berbarokah lebih baik lagi.

Jangan sampai usaha keras menuntut ilmu tak terbayar...
Siang malam belajar tapi ilmu tak keluar...
Cuma gara-gara cara menuntut ilmu yang nggak benar...
Mengandalkan nama universitas yang tenar...

دخلت بوابة الجامعة جاهلا متواضعا
و بعد سنوات
خرجت منها جاهلا متكبرا
نعم...المصيبة...ليس من لا يقبل في الجامعة
ولكن من لا يوفق الله في طلب العلم فهي مصيبة فوق مصيبة,
إعلم رحمك الله...أن العلم بالتوفيق لا بالمكان,
ادعو الله التوفيق في طلب العلم
الإخلاص في توفيق الله, و ليس في الجامعة.

Selamat buat mahasiswa-mahasiswa LIPIA, luruskan niat anda sekalian dalam mengarungi samudera Ilmu dan dakwah, tidaklah anda sekalian di beri taufiq oleh Allah sehingga bisa menuntut Ilmi di lembaga ini kecuali untuk menghilangkan kebodohan dan mendakwahkan Ilmu itu di tengah-tengah ummat. Sekali lagi, luruskan niat anda sekalian....

Menunut Ilmu merupakan taufiq dari Allah, demikian pula mengamalkan ilmu,membutuhkan taufiq dari Allah. Orang yang di beri taufiq oleh Allah untuk bisa menuntut Ilmu di lembaga tertentu,belum tentu ia di beri Taufiq untuk bisa mengamalkan ilmu itu. Oleh karenanya, selalu lah berdo'a dan memohon kepada Allah agar ia senantiasa memberi Taufiq kepada anda sekalian dan kita semua agar bisa mengamlkan ilmu dan mendakwahkannya.

Allahu A'lam Bis-Showab, Selamat buat mahasiswa-mahasiwa LIPIA.