Hot!

Mulianya Seorang Pebisnis

Oleh: Muhammad Husni Haikal
 
“Tidak ada seorang pun memakan makanan yang lebih baik daripada makanan yang dia peroleh dari hasil kerja tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah, Daud Alaihi Salam makan dari hasil kerja tangannya sendiri.”(HR. Bukhari).

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara arif menekankan pentingnya entrepreneurship. Sungguh sebuah kelemahan jika seseorang yang sehat serta berakal tidak mampu mencukupi kehidupan dirinya dari dirinya sendiri. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang keras seorang Muslim menjadi peminta-minta.

Pada suatu ketika, seorang lelaki Anshar meminta sesuatu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kemudian, beliau berkata, “Apakah di rumahmu tidak ada apa pun?”

Orang itu terdiam, lalu menjawab, “Ada ya Rasulullah, aku memiliki hiisiy (alas lantai) yang sebagiannya aku pakai sebagian lagi untuk duduk, dan ada pula wadah minuman.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata lagi, “Bawalah ke sini barangmu itu!”

Kemudian, orang Anshar itu kembali mengambil barang-barangnya. Barang itu diserahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan Rasulullah pun berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Siapa yang mau membeli barang ini?”

Ada orang yang mengangkat tangan, “Aku beli kedua barang itu seharga satu dirham!” Beliau berkata, “Siapa yang berani menambah satu dirham!”

Ada yang menjawab lagi, “Aku berani membelinya dua dirham!”

Barang tersebut lalu diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada pembeli tertinggi dan mengambil dua dirham. Dua dirham diserahkan kepada orang Anshar tadi dan beliau berpesan, “Satu dirham untuk membeli makanan dan berikan kepada keluargamu dan yang satu dirham lagi untuk membeli kapak, kemudian bawalah ke sini.”

Lalu, orang tersebut membawa kapak kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kapak itu diberi gagang kayu. Beliau pun berkata, “Pergilah mencari kayu, kemudian juallah kayu itu dan kamu jangan menampakkan dirimu di hadapanku selama lima belas hari.”

Orang itu mengikuti saran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sampailah kemudian ia menemui Rasulullah dengan membawa sepuluh dirham.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersenyum menyambutnya, “Yang begini adalah lebih baik bagimu daripada kamu datang pada hari kiamat dengan goresan titik-titik di wajahmu. Sesungguhnya meminta-minta itu tidak pantas, kecuali bagi orang miskin, atau orang yang punya utang berat, atau orang yang mempunyai tanggungan diyat.”(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Kerapkali seseorang dihinakan karena terkait dengan urusan-urusan ekonomi. Padahal, setiap manusia dibekali potensi oleh Allah Ta’ala, dan hendaklah manusia tidak perlu khawatir dengan rezekinya. Bahkan, binatang-binatang kecil pun diberi rezeki oleh Allah.

Terjaganya Kehormatan

“Sesungguhnya di antara kalian yang memanggul seikat kayu besar di punggungnya adalah lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, yang kemudian bisa jadi dia diberi atau ditolak.”(HR. Bukhari).

Orang yang meminta-minta, baik secara kasat mata yang berada di jalan ataupun yang tersembunyi, sama saja mengundang kehinaan bagi dirinya. Terkadang orang memberinya dengan ikhlas, ada juga yang memberi disertai umpatan, lalu yang paling menyedihkan diberi umpatan, tetapi tidak diberi apa yang diminta.

Menjadi Pejuang Keluarga

“Sesungguhnya Allah Ta’ala suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah.”(HR. Ahmad).

Amalan utama para pekerja ataupun pembisnis adalah menciptakan kreativitas serta mau bersusah payah menjadi ahli di bidangnya. Kreativitas mendorong pembisnis untuk terus berpikir, bahkan saat-saat kritis juga bisa menjadi peluang bagi pembisnis yang kreatif. Kalau seseorang memiliki potensi 100%, mengapa harus mengeluarkan hanya 60-70%? Alhasil, waktu untuk berkarya terbuang percuma karena hari kemarin tidak bisa diputar kemabali.
 
Kaum Muslimin harus memilik tekad untuk bisa menciptakan kreasi-kreasi baru dan menjadi ahli dalam berbagai bidang. Kita memang bisa menghitung dengan jari, para ilmuwan ataupun tokoh Muslim yang berhasil meraih hadiah Nobel. Namun, hal itu sudah cukup membuktikan adanya sumbangsih kaum Muslim pada dunia.
 ______________
Diringkas dari buku Business Wisdom of Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Bambang Trim.