Hot!

Mengenal Si "Munafik"

Oleh: Taufik Oki Darmawan
(Islamic Center Al-Islam)

v  Makna Nifak

Secara bahasa  : Lubang bawah tanah untuk bersembunyi.
Secara istilah   : Menutupi kekufuran dan memperlihatkan keimanan.

v  Jenis-Jenis Nifak

Nifak merupakan kekufuran yang paling besar oleh karena itu Allah Azza wa Jalla mengancam orang-orang munafik bahwa mereka akan masuk ke dasar neraka yang paling bawah. Firman-Nya :
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (Q.S An-Nisa’ : 145)
           
 Ibnu Qayyim Rahimahullah telah membagi kekufuran dalam beberapa tingkatan :
1.      Kufur takdzib, yakni kufur dengan kedustaan.
2.      Kufur istikbar wa iba’u ma’a at-tasdiq, yakni kufur dengan kesombongan dan penolakan disertai pengakuan hati.
3.      Kufur i’radh, yakni kufur dengan keberpalingan.
4.      Kufur syakk, yakni kufur dengan keraguan.
5.      Kufur nifak, yakni kufur dengan kemunafikan.
Nifak mulai muncul di Madinah setelah perang Badar dengan masuk islamnya secara pura-pura seorang gembong munafik yang bernama Abdullah bin Salul beserta pengikutnya dengan jalan tugyah, yakni secara lahiriyah mereka mengaku islam, namun batinya menyembunyikan kekufuran dan kemusyrikan.

v  Sifat-Sifat Munafik Dalam Al-Qur’an

Diantara sifat-sifat orang munafik adalah :
1.      Berbuat kerusakan  di muka bumi.
2.      Membuat was-was (bimbang) dan selalu manis dalam bertutur kata.
3.      Menipu dan mengecoh.
4.      Mengejek dan tidakpunya pendirian.
5.      Malas, riya’ dalam ibadah dan lalai berdzikir kepada Allah Ta’ala.
6.      Tidak mensyukuri atas karunia panca indera.
7.      Mereka selalu mengawasi dan mengintai orang-orang beriman dan bersekongkol untuk menghantam mereka setiap kali ada kesempatan.
8.      Menghalangi dan menyimpang hukum Allah dan Rasul-Nya dan tidak mau tunduk kepada syari’at Islam.
9.      Membenarkan perbuatannya yang keji -ketika terungkap- dengan sumpah palsunya.
10.  Memperhatikan penampilan luar dan mengabaikan isi.
11.  Mereka gembira ketika orang mukmin tertimpa musibah dan sedih ketika orang mukmin mendapatkan kebaikan.
12.  Mencari ridha manusia meskipun dibenci oleh Allah Ta’ala.
13.  Mengejek orang beriman dengan mata dan isyarat serta mengolok-oloknya.
14.  Melemahkan semangat orang beriman untuk perang, menyebar fitnah, dan berbuat kerusakan.
15.  Mengutamakan dunia atas akhirat.
·         Sikap hina orang munafik
Diantara sikap-sikap hina orang munafik adalah :
a.       Melemahkan seangat orang beriman untuk berjihad dengan cara mereka  tidak ikut dalam jihad tersebut.
b.      Pandai membuat alasan.
c.       Melontarkan tuduhan kepada Nabi, padahal beliau bersih dari semua tuduhan itu.
d.      Menyakiti Nabi, dengan mengatakan :”Rasulullah mempercayai semua apa yang didengar.
e.       Melecehkan Al-Qur’an dan mengejek Rasulullah.
Jika seorang munafik mati dalam keadaan nifak akbar(munafik yang besar) damn belum bertaubat dengan tulus kepada Allah, maka dosanya tidak terampuni. Allah telah menegaskan tentang buruknya tempat kembali mereka :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih” (Q.S An-Nisa’ : 137-138).

Dan kepada Nabi-Nya Allah berfirman tentang keadaan orang-orang munafik :
“Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” (Q.S At-Taubah : 80).

v  Mengikuti Rasulullah Merupakan Syarat Untuk Meraih Mahabbah (Cinta) Allah Ta’ala

Orang-orang munafik bukan bagian dari peraih cinta Allah Ta’ala karena mereka menyimpang  dari jalan aqidah dan iman .mereka hanya berpura-pura, hati mereka  penuh dengan keingkaran terhadap tentara Allah, terhadap Al-Qur’an dan sunnah. Allah Azza wa Jalla berfirman :

“Ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Ali Imran : 31)

Jelaslah bahwa syarat mendapat ampunan dan cinta adalah ikut kepada Rasulullah secara lahir dan batin. Allah Ta’ala berfirman :
“Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.” (Q.S Al-Ahqaf : 31)

Karena orang munafiq itu kafir batinya, maka, Allah mengharamkanya dikubur di pemakaman orang islam bahkan haram mensholatinya. Telah disebutkan bahwa Allah melarang Rasul-Nya memintakan maaf untuk orang-orang munafik. Orang munufik yang sudah jelas kemunafikanya harus diperlakukan seperti orang kafir dan musyrik, sebagaimana firman-Nya :
“Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam Keadaan fasik.” (Q.S At-Taubah : 84)

Islam yang agung datang untuk menetapkan satu prinsip yang menyempurnakan iman seseorang yaitu Wala’ dan Bara’. Wala’ (loyalitas) wajib diberikan kepada para Auliya’ Ar-Rahman (kekasih dan pejuang Allah), sedang Bara’ (berlepas diri dan menjauh) diberikan kepada Auliya’ Asy-Syaitan (kekasih dan pendukung setan). Juga wajib berjuang menghadapimerka dengan lidah dan pedang, karena cinta kepada orang munafiq adalah bentuk nifaq dan membencinya adalah bentuk keimanan. Jihad terhadap orang munafiq merupakan salah satu jihad paling besar yang mendatangkan ridha Allah Ta’ala. Allah Ta’ala telah berfirman kepada Nabi-Nya, namun firman-Nya itu berlaku untuk semua umatnya:
“Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.” (Q.S At-Tahrim : 9)

Julukan yang disandangkan Allah Ta’ala kepada orang-orang munafik sesuai dengan kemunafikanya
Diantara julukan Allah berikan kepada orang munafik adalah sebagai berikut :
1.      Pendusta.
2.      Penghalang jalan Allah dan pelaku amal perbuuatan yang keji.
3.      Orang bodoh dan lalai.
4.      Diserupakan dengan kayu yang bersandar karena kedustaan mereka, kemudian mereka dido’akan agar binasa.
5.      Lari dari da’wah kebenaran dan tidak mau mendengarkan nasihat.
6.      Fasik dan keluar dari ketaatan kepada Allah.
7.      Tertimpa kehinaan dan terhalangi dari izzah (kemuliaan).
8.      Orang yang rugi,karena dilalaikan dari akhirat oleh dunianya.
9.      Berlidah tajam dan tidak mau berbuat kebaikan.
10.  Manusia terlaknat dimanapun berada.
11.  Harta dan anak-anaknya menjadi penyesalan dan azab.

v  Sunnah Pun Banyak Yang Menyebutkan Orang-Orang Munafik
Al-Qur’an telah menyebutkan orang-orang munafik, mengungkap kepalsuan mereka dan membeberkan persekongkolan mereka, maka as-sunnah pun demikian. Sunnah telah membuka topeng mereka dan mengingatkan kita akan bahaya mereka serta menjelaskan akibat yang akan mereka terima.
Tidak melakukan sholat jama’ah merupakan nifak amali karena islam memberi perhatian yang sangat besar terhadap sholat jama’ah dengan menjadikan pahalanya berlipat ganda dibanding pahala sholat sendirian. Rasulullah sangat membenci orang yang tidak ikut sholat jama’ah sehingga jika tidakkasihan kepada anak-anak dan kaum wanita, beliau akan membakar rumah prianya yang tidak mau sholat jama’ah di masjid. Dengan demikian orang yang tidak melakukan sholat berjama’ah tanpa udzur, ia adalah tergolong munafik terutama sholat isya’ dan subuh, karena Rasulullah bersabda :
“ Tidak ada sholat yang lebih berat bagi orang - orang munafik selain dari sholat isya’ dan subuh, seandainya mereka mengetahui keutamanya, pasti mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak”(Muttafaq Alaih)
·         Nifak murni dan tanda-tandanya
                        Dari Abdulah bin Amru bin Ash berkata, Rasululah bersabda :
أربع من كن فيه كان منافقا خالصا ومن كان فيه حصلة منهن كان حصلة من النفاق حتى يدعها : إذا ائتمن خان و إذا حدث كذب و إذا عاهد غدر و إذا خاصم فجر
“Empat hal, barangsiapa memilikinya, berarti ia munafik murni, dan barangsiapa memiliki salah satu darinya, ia mempunyai salah satu sifat nifak sampai ia meninggalkanya : jika diberi amanat khianat, bila berbicara dusta, kalau berjanji mengingkari dan manakala berdebat atau berbantah-bantahan ia berbuat dosa.” (Muttafaq Alaih)
Hadits ini menjelaskan kepada kita tentang empat sifat yang jika dimiliki seseorang, maka ia terkena sifat nifak sehingga ia menjadi munafik khalish (murni). Artinya tidak bercampurkan iman. Nifak memenuhi ruang hatinya sehingga tidak punya tempat bagi iman, karena amal-amal kemunafikan telah menguasai kalbu dan anggota badanya.
Jihad dan perang merupakan amalann terbesar yang dapat membersihkan manusia dari nifak. Nabi telah bersabda :
من مات ولم يغز ولم يحدث  به نفسه بغزو مات على شعبة من النفاق
“Barangsiapa yang mati dan ia belum pernah ikut dalam berperang serta tidak berencana untukikut perang, maka ia mati dalam golongan orang nifak” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
v  Nifak Juga Menyebar Di Kalangan Qurra’ (Pembaca Al-Qur’an)Kecuali Yang Mendapat Rahmat Allah

Dari Uqbah bin Amr berkata, Rasulullah bersabda :
أكثر منافقي أمتي قراؤها
“Munafik umatku yang paling banyak ialah para qurra’nya” (HR. Ahmad dan Thabrani)
Imam Nawawi dalam kitab “Faidh Al-Qadir” menuturkan :” Maksudnya adalah para qurra’ itu menta’wil ayat yang  dibacanya kepada makna yang tidak sesuai dengan apa yang dimaksud. Mereka meletakkan ayat bukan pada tempatnya, atau menghafal Al-Qur’an hanya untuk pura-pura, yaitu untuk menyelamatkan diri padahal batinya bertentangan. Orang munafik pada zaman Rasulullah memiliki sifat seperti ini”
Oleh karena itu, Imam Ghazali memberikan nasihat sebagai berikut :” Hati-hatilah terhadap empat sifat penghafal Al-Qur’an :
a.       Al Amal (berangan-angan)
b.      Al ‘Ajalah (buru-buru)
c.       Al Kibr (sombong)
d.      Al Hasad (dengki)

v  Madinah Munawarah Bergoncang Untuk Mengusir Orang-Orang Munafik
Hal itu tejadi pada akhir zaman saat dajjal turun dan menemppatkan pasukanya di luar tapal batas madinah di sabkhah. Dajjal menempatkan di  luar tapalbatas madinah karena Allah telah mengharamkan dajjal untuk memasuki mekkah dan madinah. Di setiap pintu-pintu mekkah dan madinah ada malaikat yang siap dengan pedangnya mencegah dajjal masuk. Orang-orang munafik sebagai pengikut dajjal masih berada di dalam, padahal ia bukan orang yang berhak menhuninya. Maka madinah bergoncang tiga kali untuk mengeluarkan orang yang busuk yang masih mendiaminya. Meraka dikeluarkan agar bergabung dengan dajjal sebagai pemimpinya. Sehubungan dengan ini Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya yang disampaikan oleh Anas bin Malik, sebagai berikut :
“Tidak ada satu negara pun melainkan akan dimasuki oleh dajjal kecuali mekkah dan madinah, tidak ada satu celah atau pintu pun dari pintu-pintu mekkah dan madinah melainkan terdapat malaikat yang berbaris untuk menjaganya. Lalu dajjal menempati sabkhah, kemudian madinah bergoncang tiga kali untuk mengusir atau mengeluaran setiap orang munafi dan kafir darinya”
·         Wanita-wanita munafik
1.      Al Mutabarrijat (wanita pengumbar aurat)
Tabarruj artinya memperlihatkan aurat dan perhiasan di hadapan pria yang bukan mahram sehingga mereka condong dan tertarik kepadanya. Rasulullah bersabda :
المتبارجات هن المنافقات
“Wanita yang tabarruj itu adalah munafik”
2.      Al Mukhtali’ah (wanita yang meminta khulu’)
Maksudnya khulu’ adalah melepaskan ikatan tali pernikahan dengan imbalan membayar harta.   
v  Perumpamaan Orang-Orang Munafik Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah

A.    Dalam Al-Qur’an
“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.” (Q.S Al-Baqarah : 17)
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Q.S Al-Hajj : 11)
B.     Dalam Sunnah
مثل المنافق كمثل الشاة العائرة بين الغنمين تعير إلى هذه مرة و إلى هذه مرة لا تدري أيها تتبع ؟
“Perumpamaan orang munafik seperti kambing yang berada diantara dua kelompok kambing, terkadang ia ikut ke kelompok pertama, dan adakalanya ia bergabung ke kelompok kedua, ia bingung kemen ia harus iut?” (HR. Ahmad, Muslim dan Nasa’i)
v  Terkadang Ada Pria Yang Pandai Bicara Tetapi Hatinya Berlumur Kemunafikan

Dari Imran bin Hashin, Rasulullah bersabda :
إن أخوف ما أخاف عليكم بعدي كل منافق عليهم اللسان
“Sesungguhnya yang paling aku takuti menimpa kamu setelah kepergianku adalah setiap orang munafik yang lidahnya pandai bicara”
Umar bin Khatab mengatakan : “Islam dihancurkan oleh tiga hal :
a.       Ketergelinciran seorang yang berilmu.
b.      Perdebatan orang munafik tentang Al-Qur’an.
c.       Pemimpin yang menyesatkan.

v  Orang Munafik Dewasa Ini Lebih Buruk Dari Orang Munafik Sebelumnya

Dari Hudzaifah, ia mengatakan :” Orang-orang munafik dewasa yang ada di zamanmu ini lebih jelek dari orang-orang munafik yang ada pada zaman Rasulullah.”Mengapa demikian wahai Abu Abdullah?” Hudzaifah ditanya. “Dahulu mereka menyembunyikan kemunafikanya, sekarang mereka memperlihatkanya”, jawabnya.
v  Cara Menghindari Nifak

Seorang mukmin harus bersungguh-sungguh dalam mengikuti Al-Qur’an dan sunnah dan memilih untuk ikut Rasulullah sesuai kemampuan, ia harus mencintai orang-orang mukmin terdahulu serta mereka yang berjalan di atas jalanya sampai hari kemudian. Sebagai seorang mukmin ia harus memberikan loyalitas, dukungan dan kesetiaan kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah dan memusuhi orang yang dimusuhi oleh Allah, juga harus menentang hawa nafsunya dan tidak membela selain yang haq. Dan lidahnya  selalu berdzikrullah dan berdo’a untuk keteguhan iman dan terhindar dari nifak dan orang-orangnya.