Hot!

Jangan Remehkan: Mendeteksi Mahasiswa Penyebar Virus Syi'ah Di LIPIA

Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi

Sameeh.net - Benih-benih penyebaran virus Syi'ah di Indonesia semakin merajalela, baik dulu maupun sekarang, mulai dari perkotaan sampai pedesaan, seoalah dianggap sepele oleh banyak fihak, padahal disadari atau tidak hal ini membahayakan bangsa dan negara. tak terkecuali lembaga-lembaga dan institusi-institusi islam pun tersusupi dengan oknum-oknum yang punya kepentingan untuk menggembosi dakwah sunniyah di negeri ini, ambil contoh misal Ulil Abshor Abdalla yang dahulu sempat menuntut Ilmu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA), begitu pula Said Aqil Siraj yang dari S 1 sampai S 3 mengenyam pendidikan di Universitas Ummul Quro Makkah atas biaya dan beasiswa penuh dari kerajaan Saudi Arabia, sampai-sampai kementerian agam RI saat ini pun tidak luput dari target upaya gerakan pemurtadan syi'ahisasi secara halus. Tersebutlah nama Husein Alatas, da'i kondang alumni ALl-Azhar cairo mesir,pembina Radio Silaturahmi (Rasil) yang demikian vokal menyuarakan ajaran syi'ah secara halus, dengan berbagai kritik dan hinaannya terhadap sejumlah Sahabat Nabi, di internal MUI pun virus Syi'ah itu sempat mennggema melalui para pembela aliran sesat dan promotor ajaran syi'ah yang secara hukum melanggar undang-undang Republik Indonesia, sebagai contoh misal adalah Umar Shihab dan adiknya Muhammad Quraish Shihab.

Demikianlah realita, penjajahan moral dan ideologi bangsa seakan kian menggurita, di negeri tercinta Republik indonesia, negeri ummat islam ahlus sunnah wal jama'ah, yang menjunjung tinggi norma-norma agama.

Segala puji bagi Allah Jalla Wa 'Ala yang telah memberi saya kesempatan untuk menulis artikel mengenai "soal mengkafirkan syi'ah" yang bisa dilihat disini:
http://www.nahimunkar.com/soal-mengkafirkan-syiah/

yang mana artikel saya ini  kemudian dibantah oleh salah seorang pemuda alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang kala itu ia melanjutkan pendidikan agama nya di salah satu institusi Islam di Jakarta, lalu saya menulis artikel bantahan selanjutnya yang bisa dilihat di sini http://www.sunnahcare.com/2013/10/syubhat-syiah-masuk-ke-lipia-jakarta.html?m=1

Selang beberapa bulan kemudian, saya mendapatkan gambar sreen shoot dari sebuah dialog di Grup WhatsApp “Mahasiswa LIPIA”.

Terus terang saya tidak mengenal jelas siapa mereka, akan tetapi kuat dugaan mereka adalah mahasiswa LIPIA (terlepas dari apakah yang bersangkutan masih kuliah di LIPIA taukah tidak), karena grup itu adalah Grup mahasiswa LIPIA. Yang satu menggunakan nama “Risky LIPIA” dan yang satunya lagi hanya dengan menggunakan no Hp "08967358xxxx". silahka lihat screen shoot yang saya tampilkan.

Disini saya akan menyoroti beberapa gagasan dan pernyataan saudara “Risky LIPIA” yang usut punya usut konon katanya (kalau memang benar) beliau adalah seorang simpatisan jama'ah tabligh, Allahu A'lam.

Setelah saya membaca dan mencermati gambar Screen Shoot itu, saya bisa simpulkan bahwa:

PERTAMA: Menurut Saudara “Risky LIPIA” bahwa Ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah tidak membenci Syi'ah bahkan sangat santun dengan Syi'ah.

TANGGAPAN: Kira-kira siapakah Ulama yang dimaksud oleh Saudara “Risky LIPIA” ini ?! Ulama siapa yang ia maksud??

-Imam Syafi'i Rahimahullah mengatakan bahwa Syi'ah adalah KELOMPOK SESAT YANG PALING PENDUSTA.

-Imam Malik Bin Anas Rahimahullah mengatakan bahwa Syi'ah itu KAFIR.

-Imam Ahmad Bin Hanbal Rahimahullah mengatakan bahwa Syi'ah itu adalah orang-orang zindiq.

-Imam Sufyan Tsauri Rahimahullah mengatakan bahwa Syi'ah itu NAJIS, HARAM MEMAKAN SESEMBELIHAN MEREKA, HARAM MEMANDIKAN JENAZAH MEREKA dan HARAM HUKUMNYA MENGUBURKAN JENAZAH MEREKA DI PEMAKAMAN KAUM MUSLIMIN.

-Imam Al-Ghazali Rahimahullah mengatakan bahwa Syi'ah adalah KAFIR MURTAD.

-Hadhratus Syaikh KH.Hasyim Asy'ari Rahimahullah (Pendiri NU) mengatakan bahwa Syi'ah Imamiyah (Rafidhah) itu SESAT dan AHLI BID'AH.

-Syaikh DR.Yusuf Al-Qaradhawi (Ulama Besar Al-Azhar) tokoh pengusung Taqrib Baina Syi'ah Wa Sunnah telah ruju' dengan menyatakan bahwa Syi'ah itu SESAT dan MENYESATKAN dan tidak ada persatuan antara Sunni dan Syi'ah.

Lalu pertanyaan saya, kira-kira siapa “Ulama” yang di maksud oleh Saudara Risky “LIPIA” ini ? Alangkah baiknya bila pernyataan beliau ini di dasari dengan bukti dan referensi yang argumentatif agar bisa di pertanggung jawabkan dan dapat di nilai sebagai statemen yang berbobot.

Kita menjadi bingung dan kaget terhadap pernyataan saudara “Risky LIPIA” ini, sebab para ulama dan cendikiawan muslim yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa resmi tentang SESATNYA SYI'AH RAFIDHAH dalam bentuk buku Panduan yang telah di bedah di mana-mana.

KEDUA: Menurut Saudara “Risky LIPIA”, bahwa Ulama-ulama “kita” mengajarkan agar memanggil Sayyidina 'Ali dan anak cucunya dengan sebutan “Karramallahu Wajhah” (semoga Allah memuliakan wajahnya) bukan dengan "Radhiyallahu'anhu" sebagai penghormatan khusus buat 'Ali.

TANGGAPAN: Setau saya tidak ada satu pun ulama ahlus sunnah wal jamaah yang mengajarkan akan hal itu; yakni agar mengkhususkan gelar “Karramallahu Wajhah” hanya untuk 'Ali saja. Sepengetahuan saya bahwasanya para 'Ulama ahlus sunnah wal jamaah mengajarkan agar gelar "Karramallahu Wajhah" itu di peruntukkan kepada seluruh sahabat Nabi tanpa terkecuali.

Adapun alasan bahwa 'Ali lebih berhak di khususkan dengan gelar "Karramallahu Wajhah" karena beliau tidak pernah sujud kepada berhala, maka Abu Bakar Ash-Siddiq pun TIDAK PERNAH SUJUD KEPADA BERHALA. Lalu mengapa di khususkan hanya untuk 'Ali dan jarang sekali (bahkan nyaris tidak pernah) menyebut nama Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan gelar "Karramallahu Wajhah !? Padahal, menurut riwayat-riwayat yang saya ketahu -wallaahu a'lam- beliau juga TIDAK PERNAH SUJUD KEPADA BERHALA.

Jadi, menurut manhaj ahlus sunnah wal jama'ah, gelar "Karramallahu Wajhah" itu di peruntukkan seluruh para sahabat Nabi tanpa terkecuali, dan ini yang di ajarkan 'Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Sedangkan mengkhususkan gelar "Karramallahu Wajhah" hanya untuk 'Ali saja dan tidak untuk selainnya maka ini menurut sebagian fakta sejarah pertama kali di munculkan dan di ajarkan oleh orang-orang shufi dan syi'ah.

Saudara “Risky LIPIA” menyatakan bahwa "Ulama-ulama kita" mengajarkan agar memanggil Sayyidina 'Ali dan anak cucunya dengan sebutan "Karramallahu Wajhah" (semoga Allah memuliakan wajahnya) bukan dengan "Radhiyallahu'anhu" sebagai penghormatan khusus buat 'Ali.

Emangnya Gelar "Radhiyallahu'anhu" itu BUKAN PEMGHORMATAN ?? Jangan sembarangan bicara; ntar kualat !
gelar “Radhiyalahu'anhu” itu gelar LANGSUNG DARI ALLAH, JELAS DI DALAM AL-QUR'AN. ITU ALLAH YANG MENYEMATKANNYA. Allah berfirman:

وَالسّابِقُونَ الأوّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالّذِينَ اتّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدّ لَهُمْ جَنّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

”Orang-orang yang terdahulu masuk lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridla kepada mereka dan mereka pun ridla kepada Allah dan Allah menyediakan mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.

(QS. At-Taubah ayat 100).

Apakah maksud saudara “Risky LIPIA” Allah tidak menghormati Ali dan para Sahabat Nabi dengan gelar "Radhiyallahu'anhu" ? Lalu kalau saya balik tanya; anda menyatakan bahwa gelar penghormatan khusus untuk 'Ali itu dengan sebutan "Karramallahu Wajhah" bukan dengan "Radhiyallahu'anhu", emang dari mana gelar itu anda dapatkan ?? Coba sebutkan; di ayat berapa dan surat apa Allah khususkan menggelari 'Ali Bin Abi Thalib dengan “Karramallahu Wajhah” ??

KETIGA: Saudara “Risky LIPIA” tampak sangat MENGHINA dan MERENDAHKAN KEDUDUKAN Sahabat Nabi Mu'awiyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu'anhuma (Kaka' Ipar Rasulullah). Saudara “Risky LIPIA” mengatakan bahwa Para 'Ulama jarang mengungkapkan kebaikan Mu'awiyah,dan Saudara “Risky LIPIA” juga menyatakan bahwa ia tidak pernah menemukan seorang muslim di nusantara yang memakai nama Mu'awiyah.

TANGGAPAN: pernyataan saudara “Risky LIPIA” yang menyudutkan sahabat mulia Mu'awiyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu'anhu ini persis dengan pernyataan-pernyataan seorang da'i pengurus Radio Silaturahmi (Rasil) di kawasan cileungsi bogor bernama Husein Alatas yang sering didapati menghina sahabat Rasulullah, diantaranya Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Hurairah Radhiyallahu'anhuma.

Perlu diketahui,

-Para 'Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah seluruhnya sangat menghormati Sahabat Mu'awiyah Bin Abi Sufyan, Amirul Mukminin Radhiyallahu'ahu dan tidak memasukkan diri dalam fitnah yang terjadi karena ijtihad para sahabat.

Beliau (Mu'awiyah Bin Abi Sufyan) adalah Seorang Khalifah Rasyidah yang mulia, saudara Ipar baginda Rasulullah 'Alaihi Shalawatu Wa Salam dan sempat menjadi sekertaris Rasulullah dalam penulisan wahyu.

-Al-Imam Abdullah Bin Mubarak Rahimahullah mengatakan,

“Debu yang ada di hidung Mu'awiyah Bin Abi Sufyan itu LEBIH MULIA daripada 'Umar Bin Abdil Aziz”

-Khalifah 'Umar Bin Abdil Aziz Rahimahullah seumur hidupnya tidak pernah mencambuk seorang pun dengan tangannya kecuali seorang yang mencela Mu'awiyah Bin Abi Sufyan.

-Kyai Haji Al-Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff Hafizhahullah (Ketua PW NU Jawa Timur) memuji Sahabat Mu'awiyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu'anhuma dalam kitabnya yang berjudul "Hasan Wal Husein Sayyidaa Syabaabi Ahlil-Jannah".

Lalu, siapa “ulama-ulama” yang di maksud Saudara “Risky LIPIA” yang jarang mengungkapkan kebaikan Mu'awiyah ??

Jangan-jangan “ulama-ulama” yang ia maksud adalah yang semacam Husein Alatas, Jalaluddin Rahmat, Otman Shihab, Muhsin Labib, Muhammad Qurais Shihab, Umar Shihab, Muzakkir Gumuk Solo, dll !? Kalau memang iya orang-orang ini yang saudara “Risky LIPIA” maksud sebagai Ulama, maka saya katakan bahwa mereka memang Ulama; Ulama Su' (Ulama busuk) !

Perlu diketahui, saya memiliki teman yang namanya Mu'awiyah.

Tukang masak saya dahulu ketika masih menuntut Ilmu di pondok pesantren memiiki anak namanya mu'awiyah dan di Jabodetabek, salah seorang da'i kondang dijakarta memiliki perusahaan percetakan buku,namanya “Pustaka Mu'awiyah Bin Abi Sufyan”.

KEEMPAT: Saudara “Risky LIPIA” menyatakan bahwa kelompok yang suka menjelaskan KESESATAN Syi'ah itu adalah kelompok "adu domba" yang di sebut dengan "Kelompok Takfiri".

TANGGAPAN: Setiap Ulama, da'i, dan organisasi yang Menjelaskan KESESATAN Syi'ah kepada Ummat di anggap "Takfiri" oleh saudara “Risky LIPIA” Majhulul Ahmaq .

Berarti:

-Al-Imam As-Syafi'i dan para Ulama Mazhab yang empat -Rahimahumullah- adalah "Takfiri" !?

-Hadhratus Syaikh KH.Hasyim Asy'ari Rahimahullah (Pendiri NU) adalah "Takfiri" !?

-Syaikh DR.Yusuf Al-Qaradhawi (Ulama Al-Azhar Internasional) adalah "Takfiri" !??

-Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff (Ulama Ahlul Bait Jawa Timur) adalah "Takfiri" !??

-KH. A. Chalil Ridwan (ketua MUI dan pembina DDII pusat) serta para Ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memfatwakan Syi'ah SESAT adalah “Takfiri” !??

-Asy-Syaikh DR.Abdurrahman Asy-Syiddy (wakil Direktur LIPIA) adalah "Takfiri" !?

Perlu diketahui, Syaikh Dr.Abdurrahman Asy-Syiddy (Wakil Direktur LIPIA) adalah salah seorang dosen bidang 'Aqidah yang sangat anti dengan Syi'ah. Alhamdulillah saya sempat duduk di majelis beliau saat mengisi sebuah dauroh ketika membahas masalah Syi'ah Rafidhah di Yogjyakarta. lalu, pertanyaan saya, kalau memang saudara Risky ini benar-benar mahasiswa LIPIA; mengapa Saudara Risky belajar (kuliah) di “SARANG TAKFIRI” ?? Apa karena asyik menikmati fulus lembaga "Takfiri" agar kuliah gratis dan mengecup nikmatnya Beasiswa di lembaga "takfiri" sebagaimana pendahulunya Ulil Abshor Abdalla !??

LIPIA itu adalah institusi islam sunni yang SANGAT ANTI dengan Syi'ah Rafidhah,hingga LIPIA banyak mengorbitkan para Da'i dan Cendikiawan Muslim yang cerdas dan anti Syi'ah.

Jadi, (kalau memang saudara Risky benar-benar kuliah di LIPIA), berhentilah menabur benih-benih syi'ah secara halus di kampus Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta. Kembalilah kepada manhaj islam yang benar dan fokuslah terhadap ilmu syar'i, serta sungguh-sungguh lah dalam belajar, bila anda enggan, sebaiknya anda simpan saja keyakinan-keyakinan anda terhadap ajaran syi'ah tanpa harus mempublikasikannya di forum-forum mahasiswa LIPIA, baik jejaring sosial facebook, line, WhatsApp, BlackBerry Mesengger dan lain sebagainya, dan saya rekomendasikan anda untuk segera mendapatkan dan membaca buku panduan MUI yang berjudul "MENGENAL DAN MEWASPADAI PENYIMPANGAN SYI'AH DI INDONESIA".

Sebagai catatan, artikel kecil saya ini bukan sedang menyerang atau membentuk opini negatif terhadap sebuah lembaga atau institusi tertentu, tidak sama sekali, karena saya tidak memiliki kepentingan untuk itu, akan tetapi lebih kepada porson yang justru bisa jadi mengganggu fungsional institusi itu sendiri. Bila ada fihak-fihak yang tidak setuju dengan pemaparan saya terkait isi artikel ini, maka saya katakan bahwa jangankan Lembaga LIPIA, lembaga MUI saja bisa di susupi tangan-tangan kotor dan oknum-oknum yang secara halus membela gerakan Syi'ah diindonesia, demikian pula kementerian agama pun bisa tersusupi dengan hal yang semacam ini, sehingga merupakan sebuah keniscayaan bila lembaga LIPIA pun (secara pelan-pelan dan halus) dimasuki oleh oknum-oknum sejenis sebagai estafet (perpanjangan tangan) generasi sebelumnya; Ulil Abshor Abdalla misalnya, sehingga merupakan semacam kewaspadaan untuk kita bersama yang merasa sayang dan perhatian dengan lembaga LIPIA yang telah banyak menerbitkan para Da'i, ulama dan cendikiawan-cendikiawan muslim yang berkarakter.

اللهم إنا نسألك فعل الخيرات، وترك المنكرات، وإذا أردت بعبادك فتنة، فاقبضنا إليك غير فاتنين ولامفتونين...

Allaahu A'lam.

NOTE: Agar tidak dianggap memfitnah atau menuduh tanpa bukti, Berikut ini saya tampilkan bukti Screenshot percakapan saudara "Risky LIPIA" dalam grup WhatsApp itu.