Hot!

Luar Biasa: Ternyata Ibu Kota Negara Muslim Terbesar Dunia Dipimpin Orang Kafir!!!

Oleh: Muhammad Husni Haikal
Sameeh.net - Tepat pada hari Rabu (19/11/2014) Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi Gebernur DKI Jakarta. Pengangkatannya di pimpin oleh presiden Joko Widodo di Istana Negara.  Ada sekitar 21 orang pejabat yang menghadiri pelantikan tersebut.

Pelantikannya menuai kecaman dari berbagai elemen, sebutlah FPI (Front Pembela Islam). Salah satu organisasi Islam yang menentang habis-habisan pelantikan itu. Ironisnya, ada sebagian umat Islam yang mendukung. Bahkan, seorang tokoh Islam mengatakan bahwa wajibnya mentaati seorang pemimpin. Secara tidak langsung ia mengatakan bahwa orang kafir pun bisa menjadi pemimpin umat ini. Naudzubillah.

Kebijakan-kejbijakan Ahok yang merugikan umat Islam sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Sejak 2 tahun menjabat sebagai penguasa DKI Jakarta bersama Joko Widodo, banyak sekali kebijakan, komentar, dan sikapnya yang merugikan umat Islam, secara khusus. Berikut ini dosa-dosa Ahok terhadap umat Islam:

-  Penghancuran Masjid Baitul Arif di Jatinegara, menyebabkan warga sekitar tidak bisa melaksanakan shalat Jum’at. Penghancuran itu dengan dalih pembangunan rumah susun Jatinegara.
-   Aksi koboi Ahok terjadi lagi, kali ini menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki. Ia beralasan bahwa masjid tidak layak pakai dan harus direnovasi. Tapi, sampai sekarang janji oplosan yang ia lontarkan tak kunjung terkabulkan.
-  Belum puas dengan aksi menghilangkan simbol-simbol Islam, ia berulah lagi dengan membatasi takbiran di jalan-jalan pada malam lebaran dengan alasan macet. Padahal perayaan malam  tahun baru yang dipimpin Ahok lebih parah kemacetannya, bahkan menutup jalan-jalan protokol Jakarta.
-    Parahnya lagi, Ahok mendukung wacana penghapusan kolom agama di KTP.
-   Lucunya, ia melegalkan miras dengan alasan menyelamatkan orang yang sering minum oplosan.
-   Ahok dengan lancang melecehkan ayat suci, dia bilang ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.
-   Ahok larang Tabligh Akbar, lagi-lagi alasannya macet. Ahok mengeluarkan aturan larangan menyembelih hewan kurban di sekolah negeri dan masjid.
 
Menyedihkan, umat Islam Indonesia sekarang berada dalam krisis keimanan dan lemahnya aqidah. Muslim Indonesia banyak yang belum terbuka mata hatinya ketika melihat realita yang menimpa agama mereka. Agama Islam yang selalu dicabik-cabik di depan mata, tidak membuat hati mereka tergerak untuk membelanya. 

Maka, bagaimana mungkin Allah akan membela umat Muslim Indonesia, sedangkan mereka sendiri tidak membela agama-Nya. 

Ada satu gambar menarik yang kami dapatkan dari BBM. Dalam gambar itu tertulis “MENGAPA INDONESIA MAKIN TERPURUK??? Karena ISLAM hanya digunakan untuk mengurus orang MATI bukan orang HIDUP.” 

Hukum Mengangkat Orang Kafir Sebagai Pemimpin
Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”(QS. Al-Maidah: 51)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ…….

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang”(QS. Al-Mumtahanah: 1).

Allah Ta’ala melarang hamba-hambanya dari orang-orang yang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai wali (penolong) atau mendekatkan diri kepada mereka dengan kasih sayang atau kecintaan. Atau membenarkan segala sesuatu yang datang dari mereka untuk mendekatkan diri atau hanya sekedar untuk mengenal mereka. Hal ini dikarenakan tidak diperbolehkan bagi seorang yang beriman mengambil wali dari musuh-musuh Allah, sebab tidak masuk akal bagi seseorang untuk menggabungkan antara kecintaan kepada Allah dengan kecintaan kepada musuh-musuh Allah. Atau dalam hal ini menggabungkan diantara dua hal yang saling bertentangan. Maka barangsiapa yang mencintai Allah, maka ia pasti akan membenci musuh-musuh-Nya.

Al-Mawardi dalam Al-Ahkam Al-Sultoniyah, hlm. 5, menyatakan:

الإمامة موضوعةٌ لِخلافة النُّبوة في حراسة الدِّين وسياسة الدُّنيا، وعقدها لِمن يقوم بها في الأُمَّة واجب

Artinya: Imamah atau kepemimpinan itu diletakkan sebagai ganti kenabian dalam menjaga agama dan politik dunia, mengangkat pemimpin dari individu yang dapat melaksanakan tujuan itu adalah wajib.

Dalam surat An-Nisa’ 4:59 Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin pemerintahan - red) di antara kamu." Kata "di antara kamu" berarti dari kalangan muslim.

Qadhi Iyadh, sebagaimana dikutip Imam Nawawi dalam Syarah Muslim 6/315, menyatakan:

أجمع العلماءُ على أنَّ الإمامة لا تنعقد لكافر، وعلى أنَّه لو طرأ عليه الكفر انعزل، وكذا لو ترك إقامةَ الصَّلوات والدُّعاءَ إليها

Artinya: Ulama sepakat bahwa imamah (pemimpin negara) yang kafir itu tidak sah. Dan kalau seorang pemimpin muslim murtad jadi kafir maka batal kepeimpinannya begitu juga kalau ia meninggalkan shalat wajib. Wallahu’alam.