Hot!

Ironis, Syi'ah Menuduh Allah Halalkan Zina ?!!

 Dengan nama Allah yang yang telah menjadikan Abu Bakar dan Umar sebagai kekasih Rasulullah di dunia dan di akhirat, dan Shalawat serta Salam semoga senantiasa tercurahkan kepangkuan baginda yang mulia Nabi besar Muhammad Rasululullah Shallallaahu 'Alaihi Wa 'Ala Aalihi Wa Shohbihi Wa Sallam yang telah menjadikan 'Aisyah dan Hafshoh sebagai istri yang di cintai...

Aamiin Yaa Rabbal-'Aalamiin Yaa Mujiibas-Saa-iliin...

Ada seorang aktivis Syi'ah Rafidhah (agama persia ciptaan majusi) yang membantah salah satu tulisan kami yang membahas tentang zina mut'ah.

Disini kami sengaja tak mempublikasikan namanya, karena bila kami publikasikan namanya akan membuat dia menjadi terkenal dan dikenal banyak orang,padahal dia kerdil bahkan lebih kerdil daripada anak keledai, apalagi mengingat arus dan opini dunia maya serta jejaring sosial yang begitu peka dan sensitif.

Dia berkata,

"WAHAI ABU HUSEIN AT-THUWAILIBI, COBA JELASKAN MANA DALIL QUR'AN YANG MENGHARAMKAN NIKAH MUT'AH? JANGAN ASAL FITNAH. KALAU KOMEN HARUS PAKAI HUJJAH DAN DALIL YANG KUAT BUKAN HANYA UCAPAN SEMPALAN.

ALLAH BERFIRMAN,"HAI NABI KATAKANLAH KEPADA ISTRI-ISTRIMU JIKA KAMU SEKALIAN MENGINGINI KEHIDUPAN DUNIA DAN PERHIASANNYA MAKA MARILAH SUPAYA KUBERIKAN KEPADAMU MUT'AH DAN AKU CERAIKAN DENGAN CARA YANG BAIK." ( QS.AL-AHZAB: AYAT 28 )

TANGGAPAN:

Pertama: ayat yang mulia ini berkenaan dengan Rasulullah yang ingin menceraikan istri-istri nya dan memberikan "Mut'ah" kepada mereka.

Mut'ah di dalam ayat ini bermakna "Kesenangan yang di berikan Rasulullah kepada Istri-istri beliau yang ingin beliau ceraikan", ya bisa dikatakan semacam dana dalam jumlah tertentu yang di hadiahkan seorang suami kepada istri yang di ceraikannya tanpa sang istri harus melayani sang suami.

Adapun di namakan "Mut'ah" dalam ayat ini karena "Mut'ah" bermakna KESENANGAN. Sebab sang istri mendapatkan kesenangan berupa pemberian dari sang suami tanpa sang istri harus melayani sang suami. fahami itu...

Wahai Syi'ah Kafir -Semoga Allah memberi anda Hidayah masuk Islam-, bila anda mengatakan bahwa kata-kata "Mut'ah" dalam ayat ini bermakna Kawin Kontrak alias zina yang dalam agama syi'ah di sebut "nikah mut'ah,yang mana kawin Mut'ah bertujuan hanya:

-untuk memuaskan nafsu birahi syaithoniyyah iblisiyah kelaminiyah semata,

-Nikah yang tidak perlu ada wali,tidak memberi hak-hak nafkah dengan baik,

-sang wanita yang di mut'ah tidak memiliki hak mewarisi harta sang suami,

-lalu kalau sang wanita hamil maka ia tidak bisa menggugat sang suami jika ikatan kontraknya sudah habis.yang mana posisi wanita yang di mut'ah (dalam ajaran agama syi'ah) sangatlah hina dan lebih buruk daripada binatang ternak,wal-'iyaadzu billah..

Kalau yang anda maksud degan Mut'ah dalam ayat ini adalah kawin kontrak yang seperti ini,maka anda telah SALAH KAPRAH DAN KURANG AJAR,karena telah MENUDUH ALLAH MENGHALALKAN ZINA ! Qatalakumullah !!

Lalu, bagaimana dengan ayat 236 Surat Al-Baqarah ketika Allah berfirman:

“Tidak ada dosa bagimu jika kamu menceraikan istri-istrimu yang belum kamu sentuh atau belum kamu berikan maharnya,dan hendaklah kamu beri mereka 'Mut'ah' bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya,yaitu pemberian dengan cara yang patut yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan”.

(QS.Al-Baqarah ayat 236).

Lihat dan cermati wahai Kafir Syi'ah, dalam ayat ini Allah sendiri yang mendefinisikan Arti "Mut'ah" dalam firmannya yang mulia dengan makna “Pemberian dengan cara yang patut”; terkait dengan Istri-istri yang di ceraikan. Bukan 'Mut'ah" Kawin Kontrak alias zina cabul ala agama sesat neo-majusi. Kurang ajar sekali anda menafsirkan ayat-ayat Allah yang mulia seenak Otak anda ?!!

Siapa anda ??

Agama yang anda anut tidak lebih baik daripada kotoran hewan di belah dua, iy wa rabbii...!!

Kedua: Rasulullah MENGHARAMKAN kawin mut'ah melalui lisan Amirul Mukminin 'Ali Bin Abi Thalib 'Alaihi Wa 'Ala Aalihi Shalatu Wa Salam. Beliau berkata:

“Sesungguhnya Nabi telah melarang Nikah Mut'ah dan memakan daging keledai jinak pada saat perang Khaibar, dan beliau mengharamkannya sampai hari kiamat !!”

Hadits ini di Riwayatkan oleh Imam Bukhori di dalam Kitab Shahihnya di Bab Nahyu An-Nabi'annikaahil-Mut'ah Akhiiron, di no Hadits 5115.

Ketiga: Dahulu setelah penaklukan kota Makkah,Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa 'Ala Aalihi Wa Shohbihi Wa Sallam pernah Berkhutbah di Pintu Ka'bah di antara Hijir Isma'il:

“Wahai Ummat manusia,dahulu aku pernah mengizinkan kalian untuk mut'ah (kawin kontrak) dengan wanita.dan sekarang siapa di antara kalian yang memiliki istri mut'ah (kawin kontrak) maka hendaklah ia menceraikannya karena Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat !!

Kesimpulan dari point ketiga ini ialah kawin kontrak (mut'ah) adalah HARAM hukumnya sampai hari kiamat, dan pelakunya dosa besar, karena ia tergolong zina.

Namun, kendati Kawin Kontrak (Mut'ah) telah di haramkan oleh Allah dan Rasul-Nya sampai hari kiamat, tetap saja agama syi'ah menghalalkannya karena mereka akan menolak pengharaman ini, karena riwayat-riwayat tentang pengharaman kawin mut'ah seluruhnya bersumber dari Ulama-ulama Islam seperti Imam Bukhori,Imam Muslim dan yang lainnya,bukan dari pendeta-pendeta majusi persia yang meriwayatkannya sejenis Al-Khomaini,Al-Majlisi,Al-Kulaini dan yang lainnya-Qatalahumullah- hingga mereka pun sudah pasti menolaknya mentah-mentah, Bi-Rabbil Ka'bah !!

Apalagi Hadits-hadits Rasulullah tentang HARAMNYA Kawin Mut'ah di riwayatkan oleh para sahabat Nabi yang mayoritasnya mereka kafirkan,di antaranya adalah Sahabat Rabi' Bin Sabrah Al-Juhani Radhiyallahu'anhu. Jadi wajar saja bila mereka menolaknya, kalau tidak menolak ya bukan RAFIDHOH namanya.

Kita (ummat islam) pun tak perlu heran bila mereka tetap menghalalkan dan melegalkan kawin mut'ah,karena riwayat-riwayat pengharamannya di riwayatkan oleh orang-orang yang menurut mereka 'kafir'.

Keempat: Trik licik terakhir yang mereka (Syi'ah Rafidhah) gunakan untuk membenarkan dan melegalisasi ajaran kotor zina dengan doktrin “nikah mut'ah” adalah mereka akan mengatakan bahwa 'Umar bin Khathab pernah melakukan kawin mut'ah di masanya....(?)(?). Daaaaan seterusnya.

Saya tidak akan menjawab syubhat tolol nan licik mereka ini, tapi saya hanya akan tanggapi dengan pertanyaan berikut:

MENGAPA KALIAN MENGAMBIL SUMBER DARI 'UMAR BIN KHATHAB DAN BERHUJJAH DENGANNYA??

BUKANKAH KALIAN MENGATAKAN BAHWA 'UMAR BIN KHATHAB ADALAH KAFIR,ZINDIQ,MUNAAFIQ PENGHKIANAT dan MURTAD sepeninggal Nabi sebagimana yang diriwayatkan dalam kitab 'suci' kalian Ushul Minal-Kaafi ??!!

Bahaimana bisa kalian berargumentasi dengan perbuatan orang “murtad” ?

Berarti ada satuan-satuan tertentu dalam ajaran agama kalian yang bersumber dari orang “Murtad” !!??

Kelima: pertanyaan saya buat seluruh penganut agama syi'ah, yang awamnya sampai yang pendetanya tolong jawab, kalau anda mampu menjawab dengan tepat, benar, dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, maka saya akan menjadi syi'ah, billaahi-'adziim..!!

Saya ingin bertanya kepada anda wahai Syi'ah Kaafirr; coba sebutkan SATU SAJA Imam Ahlul Bait yang melakukan mut'ah (kawin kontrak) dan siapa anak-anak mereka dari hasil kawin mut'ah itu !!??

Sebutkan Imam Ahlul Bait satuuuuuu saja (ndak usah banyak-banyak) yang melakukan kawin mut'ah sebagiamana mut'ah versi kalian, dan siapa wanita-wanita yang di Mut'ah serta anak-anak mereka dari hasil mut'ah itu !!??

SEBUTKAN !! Ingat, yang saya tanya adalah Imam dari kalangan Ahlul Bait...Jangan selain mereka, karena syi'ah rafidhah selalu mengotori kesucian Ahlul Bait dengan mengaku-ngaku sebagai pengikut setia mereka.

Bila ada,silahkan sebutkan dengan lengkap secara Ilmiah dan jangan lari dari pertanyaan saya.

Sekian dan terimakasih, demikian tanggapan saya atas TUDUHAN KEJI SYI'AH RAFIDHOH BAHWA ALLAH MENGHALALKAN ZINA MUT'AH.

Allahu A'lam Wal-'Ilmu 'Indallah.

Oleh: Abu Husain At-Thuwailibi