Hot!

Beberapa Pengkaburan Syi'ah Terhadap Fakta

Oleh: Nashihul Umam
Sameeh.net - Beberapa Kekeliruan Dr. Ali ‘abdul Wahid waafi dalam maqalahnya “Bainasy syi’ah wa ahlussunnah”

Dalam makalah tersebut beliau menyebutkan bahwa Musa kadhim yang berhak yang menjadi khalifah sebagai pengganti ayahnya pasca meninggal abangnya Ismail ketika masih hidup ayahnya, Ja’far Shadiq. Karena dia merupakan anak ke-dua dari Ja’far Shadiq [lihat “bainasy syi’ah wa ahlussunnah”hal. 6-7].

Padahal sebenarnya Musa kadhim masih memiliki dua abang lagi diatasnya setelah Ismail. Dan Musa bukanlah anak yang ke-dua. hal tersebut terbantahkan sendiri dalam kitab-kitab mareka sendiri.
 
Muhammad bin Muhammad An-Nu’man dalam kitab “Al-irsyad Al-mufid” hal. 285 menyebutkan bahwa ‘Abdullah bin Ja’far merupakan Anak yang paling tua setelah meninggalnya Islmail".
 
Bagaimana sebenarnya keimamahan bisa dinisbatkan kepada Musa sedangkan pengakuan syi’ah sendiri sebenarnya yangberhak menjadi imamah adalah anak yang tua. Sebagaimana Al-kaasyi abu ‘amrmengatakan dalam kitabnya “Rijalul Kasyi” hal. 219 : Keimamahan itu dipegang oleh putra tertua imam sebelumnya.

Inilah yang tidak dapat dibantah oleh mareka syi’ah, bagaimana sebenarnya bisa beralih keimamahan Ja’far kepada Musakadhim padahal Musa kadhim masih memiliki abang yang lebih tua darinya?[Bainasy syi’ah was sunah hal. 49]

Dalam maqalahnya juga mengatakan : “Sebab penisbatan mareka dengan Rafidhah karena mareka menolak Zaid bin Ali bin Zainal Abidin yang telah menyelisihi mareka adalah beberapa urusan siasah” [lihatBainasy syi’ah wa halus sunah hal. 10] Pada hakikat sebenarnya penolakan mareka terhadap Zaid bukan disebabkan persilisihan siasah. Akan tetapi penolakan meraka disebabkan karena Zaid tidak mau mencaci dan menghina Abu Bakr dan Umar.[Bainasy syi’ah was sunah hal. 50]

Coba perhatikan berikut kronologi sejarahnya yang ternukilkan dalam kitab sejarah mareka, bahwasanya suatu hari sekelompok pemuka kuffah yang telah berbai’at kepada Zaid datang menjumpainya.lalu mareka bertanya :“Semoga Allah merahmatimu, apa yang engkau katakan tentang Abu Bakar dan Umar?” Zaid menjawab :”Tidaklah aku mengatakan tentang mareka berdua melainkan kebaikan, sebagaimana aku belum pernah mendengar tentang marekadari alhlul baitku (maksudnya adalah keluarga-keluargaku sebelumnya) melainkan kebaikan, mareka berdua skema sekali tidak pernah mendhalimi kami dan marekatelah mengamalkan kitabullah dan sunah rasul_Nya”. Setelah mendengar mendengar pernyataan tersebut, maka pemuka kuffah tadi berpaling darinya.

Lalu Zaid mengatakan :”Mareka pada hari ini telah menolak kami, disebabkan itu pulalah mareka disebut dengan rafidhah” [Nasikhut tawarikh lilmirza adi Han Asy-syi’i 2/590]
 
Berhati-hatilah dari taqiah orag-orang syi'ah. Karena sebenarnya mareka menyimpan dendam terhadap ahlussunnah. Mareka selalu mengungkit perselisihan yang terjadi antara para sahabat untuk menyalakan api permusuahan... padahal ulama ahlussunnah baik salaf maupun khalaf telah berdiam, tidak menyalahkan sepihakpun dari kalangan mareka, karena para sahabat juga manusia yang tidak luput dari khilaf. Dan walaupun mareka pernah berselisih namun Allah telah menyatakan ridha selamanya bagi mareka [lihat QS. At-taubah : 100]..
 
Kepada Syi'i,,,, taubatlah, karena sesungguhnya penyiksaan yang kalian lakukan terhadap saudara kami di Suriah, Iraq, Libanon dan Iran tidaklah sebanding dengan penyiksaan hakiki milik dzat yang maha kuasa....