Hot!

Dahsyatnya Pengaruh Bid'ah Bagi Masyarakat


Sameeh.net - Setelah membahas pembahasan Hukum Bid'ah Dalam Islam, Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Bid'ah, dan Sejarah Kemunculan Bid'ah dan Sebab Penyebarannya. Maka, pada pembahasan kali ini, kita akan membahas pengaruh Bid'ah bagi Masyarakat dan Cara Menjaga Diri darinya.

Pengaruh bid’ah itu ada yang khusus menimpa orang-orang yang berbuat bid’ah dan ada pula yang menimpa mereka secara umum. Pengaruh itu, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
 
1. Mengikuti ayat-ayat mutasyabihat. Pengaruh yang pertama kali menimpa mereka adalah karena mengikuti ayat-ayat mutasyabihat.
 
2. Mematikan Sunnah. Di antara pengaruh yang terjadi akibat adanya bid’ah adalah mematikan Sunnah. Setiap kali bid’ah muncul, maka matilah satu Sunnah; dan bid’ah tidak akan muncul dan berkembang, kecuali setelah manusia melepas Sunnah yang benar sehingga munculnya bid’ah menjadi tanda bagi hilangnya Sunnah.
 
3. Perselisihan. Pengaruh lain yang ditimbulkan karena bid’ah adalah munculnya perselisihan dalam hal yang tidak benar dan permusuhan dalam agama.
 
4. Mengikuti hawa nafsu. Di antara pengaruh bid’ah adalah mendorong pelakunya untuk mengumbar hawa nafsu dan tidak berpegang teguh kepada syariat Allah. Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah kesesatan yang nyata.
 
5. Meninggalkan jamaah. Di antara pengaruh bid’ah lainnya adalah meninggalkan jamaah dan merusak tonggak ketaatan atas jamaah kaum muslimin. Hal ini terjadi karena mereka bersandar kepada hawa nafsu.
 
6. Menyesatkan manusia. Kesesatan orang yang membuat bid’ah itu tidak saja menyesatkan dirinya sendiri, melainkan menyebar ke kelangan manusia dan mereka mengajak untuk melakukannya, baik secara teoritis maupun praktis.
 
7. Terus larut dalam bid’ah dan tidak mau meninggalkannya. Di antara pengaruh bid’ah lainnya adalah bahwa pelaku bid’ah jika telah terjangkit penyakit bid’ah, maka sulit disembuhkan. Bahkan akan terus melakukan kecuali orang yang dikasihi oleh Allah.

Cara-cara Menjaga Diri Dari Bid’ah
 
1. Berpegang teguh kepada al-Quran dan Sunnah, juga menyebarkan dan menyampaikannya kepada manusia.

Allah Ta’ala berfirman: 
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”(QS. Ali-Imran: 103).
 
2.  Menjalankan Sunnah secara individu dan kelompok.
Yaitu, dengan menerapkan Sunnah dalam segala aspek kehidupan. Penerapan Sunnah menjadikan bid’ah sebagai masalah mungkar dalam masyarakat. Kemudian, bid’ah akan tampak cacat dan kejelekannya. Selanjutnya, manusia akan menjauh dan melarikan diri dari bid’ah karena mereka tahu bahwa bid’ah dapat mendatangkan kehancuran.
 
3.  Amar ma’ruf nahi mungkar
Allah telah mewajibkan kepada kita agar menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar secara kifayah. Memang tidak wajib ‘ain atas setiap orang untuk beramar ma’ruf. Akan tetapi, jika tidak ada seorang pun yang melakukan kewajiban ini, maka setiap orang yang mampu beramar ma’ruf, tetapi tidak melaksanakannya, maka dia berdosa.
 
4.  Mengantisipasi munculnya bid’ah
Melarang orang awam untuk berpendapat dalam bidang agama dan tidak menghiraukan pendapat mereka, menolak segala perubahan dalam agama, berhati-hati terhadap sesuatu yang keluar dari batas-batasan Sunnah, membentuk arus pemikiran yang tidak diperlukan oleh seorang muslim, berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah, dan tidak melakukan ta’wil pada ayat-ayat mutasyabihat.

Oleh: Muhammad Husni Haikal