Hot!

Mujahidin Kontrol 80% Provinsi Qunaithirah


QUNAITHIRAH (Sameeh.net) – Pertempuran yang digulirkan berbagai kelompok pejuang Suriah sejak awal Agustus lalu di provinsi Qunaithirah terus mengalami kemajuan. Menurut komandan lapangan Pasukan Pembebasan Suriah (FSA), saat ini pejuang mengontrol lebih dari 80% provinsi yang terletak berbatasan dengan dataran tinggi Golan tersebut.

“Pejuang saat ini mengontrol lebih dari 80% dari seluruh wilayah Qunaithirah. Dengan demikian, pejuang terus mendekat ke pedesaan Damaskus dan bersiap memindahkan pertempuran dengan militer ke wilayah tersebut,” ujar Abu Qais, komandan lapangan FSA di Qunaithirah, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (08/09).

Mantan tentara Bashar Al-Asad yang bergabung dengan barisan oposisi itu menambahkan, mujahidin mengontrol daerah Nabak Shakhar yang merupakan daerah strategis. Karena, lanjutnya, daerah itu menghubungkan antara Qunaithirah dan provinsi Daraa. Dengan demikian mujahidin yang berada di kedua provinsi yang bersebelahan tersebut memungkinkan menyatukan kekuatan untuk menyerang militer rezim di pedesaan Damaskus.

Menurut laporan Al-Jazeera, kemajuan ini diraih mujahidin setelah berhasil mengontrol wilayah-wilayah penting di Qunaithirah dalam pertempuran beberapa hari terakhir. Mujahidin mengontrol perlintasan resmi Qunaithirah yang menghubungkan dengan Golan, daerah Nabak Shakhar dan sejumlah markas dan barak militer rezim Suriah di wilayah tersebut.

Kemajuan signifikan ini juga dikarenakan banyaknya militer Suriah yang melarikan diri dari pertempuran. Sejumlah komandan lapangan mujahidin menduga, mereka mengalami “runtuh mental” setelah mujahidin melancarkan serangan besar-besaran dan dalam waktu singkat mengontrol daerah-daerah strategis.

Selain itu, rezim Suriah beberapa bulan terakhir mengurangi pasukan khususnya di Qunaithirah dan memindahkannya ke provinsi-provinsi yang bersebelahan. Hal itu dikarenakan kesuksesan strategi mujahidin yang memancing rezim mengerahkan pasukan khususnya untuk bertempur di luar Qunaithirah.

Editor: Hunef

Sumber: www.kiblat.net