Hot!

Dosen atau Peneliti Pilih Universitas Luar Negeri, Ada Apa?


BANDUNG (Sameeh.net) Banyaknya fenomena tenaga pendidik perguruan tinggi Indonesia yang lebih memilih bekerja menjadi pengajar dan peneliti di universitas-universitas luar negeri dianggap sebagai tantangan dalam pengembangan perguruan tinggi yang berkualitas. Sebab, meskipun menunjukkan kualitas anak bangsa yang berkualitas hal itu dapat melemahkan perguruan tinggi di dalam negeri.

Menteri Perencana Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengungkapkan fenomena itu dapat menyebabkan tidak adanya regenerasi pengajar di perguruan tinggi di Indonesia. "Apalagi untuk universitas yang masih kekurangan tenaga akademik baik dosen atau peneliti yang berkualitas," ujar Armida dalam orasi ilmiah bertema 'Peran Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa' di Kampus Unpad, Bandung, Kamis (11/9).

Armida mengungkapkan hal itu menjadi penghambat lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di Indonesia. Sebab, tenaga pengajar berkualitas turut berperan dalam melahirkan SDM yang berkemampuan dan berteknologi handal tersebut.

Armida sendiri memahami betul bahwa ketertarikan tenaga pengajar memilih luar negeri dibandingkan dalam negeri karena terbatasnya fasilitas dan insentif yang diberikan di dalam negeri. Sehingga, hal itu yang menjadi catatannya untuk arah kebijakan pemerintah ke depannya dalam hal pendidikan di perguruan tinggi.

"Oleh karenanya kita perlu merumuskan kebijakan yang mengarah untuk peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat sistem insentif bagi dosen dan peneliti di dalam negeri untuk mempublikasikan hasil penelitian dan mendapatkan paten," tutur perempuan yang pernah menjadi tenaga pengajar di Unpad tersebut.

Karena, ia menilai kebijakan pembangunan pendidikan tinggi memiliki relevansi yang amat kuat dengan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan. Sebab, di perguruan tinggi tersebut tempat para SDM tersebut dicetak.

Sumber: www.republika.co.id