Hot!

Jangan Malas Mencuci Tangan



Jakarta, Tenaga medis di pusat-pusat pelayanan kesehatan pasti sadar tentang arti penting mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani pasien. Namun sayang, tidak semua sadar untuk menjadikan cuci tangan sebagai kebiasaannya. Padahal, tangan bagaikan 'kendaraan' bagi bakteri dan virus penyebab penyakit untuk berpindah-pindah dan menulari orang lain, atau disebut dengan infeksi nosocomial. 

Penelitian yang dilakukan RSCM membuktikan risiko infeksi nosocomial dapat diturunkan sebesar 85,7 persen apabila para petugas medis selalu ingat untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun. "Target Kementerian Kesehatan RI, 85 persen dari total tanaga medis di masing-masing rumah sakit di Indonesia patuh untuk rajin cuci tangan pakai sabun. Tapi sampai sekarang cuma sekitar 60 persen. Bertahun-tahun berkisar di angka itu, bahkan cenderung menurun," keluh dr Anis Kurniawati, Sp. MK, ahli mikrobiologi FKUI. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan oleh Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Lifebuoy, di Summit Room, Jakarta Convention Hall, dan ditulis pada Kamis (7/11/2013).

Selain mencuci tangan, ada pula beberapa langkah lain yang dapat dilakukan pihak rumah sakit untuk menurunkan angka infeksi nosokomial. Pertama, disiplin mengenakan baju praktek serta sarung tangan dan masker yang bersih saat melakukan tindakan pada pasien. Kedua, tangani pembuangan limbah bekas jarum suntik atau alat medis lainnya dengan tepat. Ketiga, selalu pastikan alat-alat medis yang digunakan dalam keadaan steril dan bersih.

Namun demikian, menurut dr Anis, cuci tangan pakai sabun merupakan cara paling sederhana untuk mengurangi terjadinya perpindahan mikroba penyebab penyakit. dr Ani mengakui masih banyak orang yang kurang sadar untuk melakukan sesuatu demi dampak positif bagi banyak orang. Oleh karena itu, menurutnya CTPS adalah upaya melindungi diri sendiri, yang nantinya akan berimbas baik pada orang lain pula.

"Setidaknya lindungi diri sendiri dul lah, dengan cuci tangan pakai sabun. Cuci tangan itu minimal selama 40-60 detik. Kalau hand rub saja menggunakan cairan antiseptik, minimal 20 detik. Nah, kebanyakan dari kita kalau cuci tangan hanya selama 10 detik! Padahal 20 atau 40 detik itu tujuannya memberi waktu bagi sabun atau antiseptik untuk kontak dengan bakteri, sehingga dapat 'membunuh' bakteri itu," ucao dr Anis.