Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

Latest Posts


Oleh: Aidh bin Abdullah Al-Qarni

Sameeh.net – Ada dua malam yang harus selalu dibayangkan oleh setiap muslim. Satu malam di rumah, bersama anak-anak dan keluarga dalam keadaan penuh nikmat dan kebahagiaan, kehidupan yang nyaman, bugar dan sehat. Sedang satu malam lainnya, malaikat maut akan datang kepadanya. Ia kemudian diletakkan di dalam kubur dalam keadaan seorang diri.

Apa yang Anda rasakan ketika malam pertamaku itu diletakkan di dalam kubur? Di mana tidak ada teman, sahabat, istri, anak-anak atau harta?

Malam pertama di dalam kubur. Ulama menangis karenanya, orang-orang bijak mengadu tentangnya, dan di dalamnya akan disusun semua susunan. Apakah masih ada tempat yang lebih jauh dari tempat ini? Adakah tempat yang lebih ganas dari tempat ini? Adakah yang lebih gelap dari tempat ini?

Tidak! Sekarang ulangi perhitunganmu. Sekarang bertaubatlah! Sekarang berhentilah dari maksiat. Wahai pengurus masjid yang tidak mengenal shalat. Wahai yang menentang Al-Quran, wahai yang menentang hukum-hukum Allah, wahai yang melakukan kemaksiatan kepada Allah, wahai yang melewati batas yang diharamkan Allah, bertaubatlah!

Wahai hamba-hamba Allah! Apa yang telah kita siapkan untuk malam itu, sementara Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Kubur itu taman di antara taman-taman yang ada di Surga atau lubang dari lubang-lubang yang ada di Neraka.” (HR. Tirmidzi).

Jika seorang hamba selamat darinya, maka ia sungguh sangat berbahagia. Tapi jika ia disiksa di dalam kubur, kita berlindung kepada Allah, sungguh ia telah merugi di akhirat keseluruhan.

Aku datang ke kuburan. Kuburan para pemimpin dan para bawahan, kuburan raja dan rakyat jelata, kuburan orang-orang kaya dan orang-orang miskin. Semua sama di sisi Allah. Apakah Anda melihat kuburan yang unggul dari kuburan yang lain? Apakah melaikat itu terjun ke dalam kubur yang terbuat dari emas atau perak? Demi Allah, ia telah meninggalkan kerajaan, istana, tentara dan segala sesuatu yang ia miliki. Ia mengenakan sepotong kain, seperti yang kita kenakan. Dan, ia pun dikuburkan di dalam tanah.
________
Disarikan dari buku “Sentuhan Spiritual Aidh Al-Qarni”.



Sameeh.net - Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. 
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan Rafi suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan Rafi. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan
menanyakan masalahnya. 

Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan Rafi tadi malam.
Sarah kecewa karena Rafi telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening Rafi terjatuh didalam mobil. 
Sarah baru tahu, kalau Rafi selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama. 
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, Rafi membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

"Sarah..., 
» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah 'Dilaknat Allah dan para MalaikatNya', karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu" 
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

» "Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya. 
Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu. 
Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga. 
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh". 
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., 
Rafi menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. 
Rafi tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama. 
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan Rafi, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Rafi meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
"Sarah..., 
kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jika suamimu ridho pdmu, 
    maka Allah pun Ridho.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya. 
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya. 
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
"Suamimu, dan harta suamimu adalah  milik ibu nya".
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya. 
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan. 
• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja. 
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya. 
• Bekerja untuk keluarga barunya. 
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya. 
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu. 
Kenapa? 
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana. 
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana. 
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana. 
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya. 
Rafi ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan. 
Dari uang itu ibunda Rafi hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. 
Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan Rafi sering dikeluhkannya kurang. 
Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah. 
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa. 
Berjalan-jalan setiap minggu di mall.
Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil 
• Menjadikan Rafi seorang sarjana, 
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang. 
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
"Sarah...
• kembalilah ke rumah suamimu. 
Ia orang baik nak... 
• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya. 
• Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya. 
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.
Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya...
Subhanallah....

* Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala. 
Insya Allah


Oleh: Maheer At-Thuwailibi

Sameeh.net - Pesan singkat saya kali ini saya suarakan untuk seluruh kaum muslimin dimanapun anda berada. Juga sebagai NASEHAT buat DIRI saya sendiri dan teman-teman Da'i lainnya yang tentu tidak luput dari Salah dan Dosa.

Sudah menjadi sunnatullah, dimana ada al-haq, pasti disitu ada al-bathil. Dimana ada Tauhid, disitu ada syirik. dimana ada orang amanah, disitu pula ada para pengkhianat. . Dimana ada da'i yang menyeru ke pintu SURGA, disitu pasti ada da'i yang menyeru ke pintu NERAKA. Ini sunnatullah yang sudah pasti berlaku. Hanya saja, ummat akan tertipu. Yang baik mereka anggap pengkhianat, sedangkan yang pengkhianat mereka anggap baik. Inilah SYUBHAT yang senantiasa di hembuskan oleh Iblis ke dalam hati-hati manusia ...

Kenapa ?

Ya, karena mereka adalah PENIPU. Menipu ummat dan menipu diri mereka sendiri.  Agama adalah "barang dagangan" yang mereka perjual belikan. Untuk apa ? CARI DUIT dan KETENARAN ! wal-'iyaadzubillah..

Ya, Ustad juga manusia, butuh makan dan butuh kehidupan. tetapi, AGAMA bukanlah barang dagangan yang bisa diperjualbelikan, demi meraih keuntungan dan kenikmatan.

Da'i dan para juru dakwah juga hamba Tuhan, meremehkan kebutuhan atau tidak mencukupi kehidupan mereka merupakan tanda KURANGNYA IMAN. tetapi da'i yang menjadikan DAKWAH sebagai ajang mencari penghasilan, itu juga merupakan KEHINAAN.

DAKWAH adalah tugas mulia yang di emban para Nabi, dan ia menjadi KEBUTUHAN setiap para Da'i...

Da'i sejati itu bukanlah yang membesarkan dirinya dengan DAKWAH, tapi membesarkan dakwah dengan dirinya. Ciri da'i sejati ialah, MENCARI RIDHO ALLAH meski orang tidak ridho. Mencari Cinta Allah meski orang tidak suka.

Dan diantara ciri utama seorang DA'I sejati ialah, bukan sibuk memperbaiki dirinya dihadapan MANUSIA. tapi ia selalu memperbaiki dirinya dihadapan SANG PENCIPTA.

LALU, apa ciri-ciri USTAD ABAL-ABAL itu??

Pertama: Ia berdakwah bukan dengan ILMU, tapi hawa nafsu. Yang penting orang suka, senang, lucu, Libas terus.! Adapun salah, keliru, atau bahkan menyimpang dari Syari'at, itu urusan belakangan. Yang penting, orang suka !

Kedua: Ia berdakwah bukan menyampaikan KEBENARAN, tapi menyampaikan apa yang menjadi "kesukaan" masyarakat. Bukan menyampaikan maunya SYARI'AT, tapi menyampaikan yang menjadi maunya MASYARAKAT.

Ketiga: Iman dan Tauhid, dikesampingkan, yang penting DUIT.

Ketiga: Melawak, melucu, meskipun itu DUSTA; tidak masalah, yang penting orang suka. Bercerita, berdongeng, berkisah tanpa DALIL, tanpa ilmu dan Hujjah yang ILMIAH sudah menjadi budayanya. Kalau pun terpaksa pakek dalil, itu hanya formalitas. Bila ummat terjatuh pada kesalahan baik dalam ibadah atau kehidupan beragama, misalnya prilaku syirik, mungkar, haram, riba, maksiat atau yang lainnya, ia tidak peduli, amar ma'ruf nahi mungkar pun dikesampingkan. Yang penting, AMPLOP !

Ketiga: Popularitas menjadi ambisinya. Dikenal orang banyak dan mencari pengikut sebanyak-banyaknya. Untuk apa ? cari DUIT !!

Orang salah, biarin. Kenapa? Karena kalau mengingkari kemungkaran ummat atau mengkritik kekeliruan, maka akan menanggung resiko. Contohnya, di benci orang, dijauhi ummat, tidak di undang ceramah lagi, ujung-ujungnya JOB cari duit jadi berkurang !

Keempat: Dia lalai dari ILMU dan Ahli Ilmu. Apa yang sudah ada padanya seolah merasa cukup dan tidak merasa haus terhadap Ilmu.

CIRI menonjol dari ustad "ABAL-ABAL" ini disamping SUKA KETENARAN adalah, jika ia di kritik dan diluruskan kesalahannya, ia akan balik menuding orang lain sebagai "Wahabi". Tidak ada hujjah ilmiah yang ia ketengahkan kecuali DOKTRIN basi, "awas wahabi!"

Padahal, yang namanya NASEHAT dan SYARIAT Amar Makruf Nahi Mungkar itu adalah mutlak Ajaran Nabi, bukan ajaran "Wahabi". Tidak ada kaitannya dengan komunitas tertentu yang bernama "Wahabi". "Wahabi" belum lahir dimasa Nabi. Sehingga, kesalahan prilaku atau idologi dalam kehidupan tidak ada sangkut pautnya dengan "Wahabi".

Menuding orang lain dengan tuduhan "Wahabi" tatkala di kritik, adalah ciri orang TIDAK CERDAS.

DISALAHKAN itu memang sangat tidak enak. tapi MENGAKU BERSALAH adalah tanda kebesaran jiwa. manusia bodoh TIDAK MAU TERLIHAT SALAH, tetapi manusia cerdas itu TIDAK TAKUT BERSALAH; namun cepat bergerak memperbaiki kesalahan. bukan malah merasa "di hinakan".

Semua manusia PASTI BERSALAH, maka anda, saya, dan kita semua dipersoalkan bukan KARENA BERSALAH, tapi ada apa SEBELUM bersalah dan bagaimana setelah bersalah? Itu intinya.

MAKA, waspadalah terhadap DA'I abal-abal di akhir zaman. Sebagaimana yang Sabdakan oleh Rasulullah 'alaihi shalawatu wa salam.. mereka menjadikan DAKWAH sebagai ajang mencari harta dan meraih popularitas. Sehingga menyeru manusia ke pintu-pintu Jahannam. Wal-'Iyaadzu billah..

Semoga kita semua dijauhkan dari segala keburukan dan fitnah di akhir zaman.. aamiin.

nas'alullah al-'aafiyyah..

Download

Renungan

Fiqih

Cat-5

Cat-6